Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
mandi bersama


__ADS_3

Acara sudah selesai, semua para undangan dan kerabat jauh juga sudah perhi meninggalkan aula begitu acara dimulai terkecuali keluarga inti dari kedua belah pihak yang memang akan menginap malam ini dihotel bersama dengan pengantin itu.


Semua masih berkumpul, sepertinya mereka masih syok dengan apa yang terjadi tadi membuat Nara menjadi tidak enak hati dan akhirnya menyampaikan maaf walau sebenarnya tidak ada yang menyinggung permasalahan itu.


"Semuanya maaf sudah membuat resah tadi karena kedatangan Reyhan." kata Nara.


Semua menoleh kearah Nara membuat gadis itu menjadi semakin tidak enak hati, salah tingkah akan tatapan orang orang padanya.


"Tidak masalah sayang, semua diluar perkiraan kita jadi jangan merasa bersalah pada kami semua" kata Clara yang ingin membuat menantunya tidak lagi merasa bersalah.


"Benar sayang, jangan pikirkan itu lagi pula semua sudah teratasi bukan? jadi jangan lagi merasa bersalah karena jelasnya ini bukan salahmu" tambah Naina.


"Benar dan kamu tau kami sengaja agar kalian menyelesaikannya dan pria itu tau dan paham jika kamu sendiri yang mengatakan penolakan padanya" kata Anan yang sepertinya enggan sekali menyebutkan nama Reyhan.


Nara tau jika ayahnya masih tidak suka pada Reyhan, oh bukan tidak suka tapi tepatnya kembali ilfeel setelah tau penghianatan yang dilakukan pria itu, "Terimakasih semua sudah mau mengerti diriku" ucap Nara dengan sangat tulus.


"Iya tapi jujur saja ingin sekali kakak menghajar dirinya, berani sekali dia datang meminta maaf setelah membuat luka" geram Lionel.


Ya semua orang pasti akan seperti itu, seorang Kakak pasti akan sangat marah jikka adiknya disakiti pria lain karena ditrinya sendiri saja selalu berusaha melindungi Nara, melakukan apapun untuk adiknya tidak menangis, tapi dengan gampangnya pria lain malah menoreh luka.


"Sudah Kak, tidak perlu lakukan itu... hanya akan mengotori tangan Kakak saja dan semoa orang pasti tidak akan berpihak pada kakak jika dirinya terluka tanpa mau tau awal cerita seperti apa"ucap Nara menurutn pendapatnya.


"Adikmu benar, jangan mengotori tanganmu padanya.. ayah saja walau geram tapi menahan diri kerena percuma melawan orang lemah seperti itu" timpal Nara.


"Sudah.... ini sudah larut lebih baik kita istrahat dan pasti pengantinnya juga perlu istrahat" sela Heru dengan kedipan matanya.


Semua orang tertawa bahkan Radith yang tidak tau apa apa juga ikut tertawa sedangkan Nara hahua menundikan kepalanya karena merasa sangat malu digoda oleh mertuanya sendiri.


"Baiklah lebih baik kita istrahat" tambah Anan yang menyetujui ucapan sahabatnya.

__ADS_1


Dan akhirnya semua bubar dan memaskui kamar masing masing, sedangkan Radith walau sebenarnya tidak ikhlas tapi akhirnya mau menurut untuk tidur sekamar dengan kakek dan neneknya, itupun setelah sekian jurus bujuk rayu dilancarkan.


Nara sudah berada didepan cermin, tanganya bergerak membersihkan sisa riasannya sedangkan Rajesh membantu melepaskan semua yang menempel dikepala istrinya dengan sangat hati hati seolah takut jika perbuatannya akan menyakiti istrinya.


"Terimakasih Mas" kata Nara dengan tulus.


"Sama sama sayang dan sekarang saatnya kita membersihkan diri" kata Rajehs membuat Nara kembeku.


Kata kita yang keluar dari bibir suaminya mampu membuat Nara membatu, dia tau kata kita itu artinya mereka berdua mandi bersama dan itu sangat memalukan bagi Nara dimana seluruh tubuhnya akan dilihat oleh orang lain yang sialnya adalah suaminya sendiri.


"Kenapa diam hem...?" tanya Rajesh mencium pundak Nara yang tidak tertutup kain.


Kembali tubuh Nara menegang atas perlakuan Rajesh, ada gelenyar aneh yang dirasakan saat ini dengan sentuhan lembut dari bibir Rajesh pada pundaknya.


"Jangan begini Mas" akhirnya Nara bersuara saat bibir Rajehs kini berpindah menciumi daun telinga Nara.


"Kenapa hem...?" tanya Rajehs tapi malah semakin melancarkan aksinya mengigit kecil daun telinga Nara membuat gadis itu merasa kegelian.


Rajehs menjauhkan dirinya, dia tau jika istrinya tidak terbiasa dengan hal seperti itu dan jujur saja dia juga bukan tipe pria yang tidak bisa menahan diri tapi entah kenapa bersama Nara rasanya ingin terus dekat dan dekat melakukan hal hal romantis yang mengindang gairah, mungkin karena rasa cintanya yang terlalu besar membuatnya tidak bisa mengontrol dirinya.


Nara yang merasakan suaminya menjauh berpikir mungkin suaminya tersinggung dengan sikapnya dan Nara langsung meminta maaf pada suaminya.


"Maafkan aku Mas, aku tidak bermaksud meyinggung perasaanmu, hanya saja aku belum terbiasa dengan ini" kata Nara, wajahnya menunjukan rasa sesal.


Rajesh terkekeh mendengar istrinya minta maaf, dia sama sekali tidak marah dan dia tau akan hal itu dan dia juga bisa memahami hanya saja Rajehs berharap istrinya kini bisa membiasakan diri.


"Tidak masalah sayang, Mas tau itu tapi kedepan mohon untuk membiasakan diri, kamu tau kan? dan memang sudah pasti hal hal seperti ini pasti akan terjadi setiap saat bahkan lebih dari inipun akan terjadi" tutur Nara yang sambut dengan kelegaan oleh gadis cantik itu.


"Jadi sekarang kita mandi bersama, biasakan?" tanya Rajehs.

__ADS_1


Nara tersentak, rupanya si Tuan Suami masih saja mengingat perihal mandi bersama yang tadinya sangat diharapkan Nara dilupakan oleh pria yang ada dihadapannya itu.


Dengan pasrah Nara akhirnya menurut karena percuma menolak tidak akan merubah kenyataan "baiklah"


Rajesh bersorak girang dalam hati, awal yang baik akan didapatkan malam ini dan sepertinya dia akan langsung menancapkan gas agar bisa malam pertama dengan istrinya dan itu sebua keharusan untuknya dan apapun caranya dia akan terjang.


Dengan gerakan cepat Nara sudah berada dalam gendongan Rajesh membuat Nara memekik kaget dan sontak saja melingkarkan tangannya di leher sang suami agar tidak terjatuh membuat Rajesh tersenyum puas.


Samapi di kamar mandi, dengan santainya Rajesh membuka Helai demo helai pakaiannya membuat Nara spontan menutup matanya, dan lagi lagi alasannya adalah karena tidak pernah melihat hal itu sebelumnya.


Rajesh berjalan mendekati Nara memutar tubuh istrinya agar membelakangi dirinya, lalu mulai menurunkan resleting gaun Nara. Tapi kejadian yang sama terulang lagi, kejadian tadi siang dimana si pria itu mengelus dan menyusuri punggung halus istrinya membuat tubuh Nara memanas karena sensasi aneh yang baru saja merasuki dan menjalari tubuhnya.


"Ki..kita mandi Mas" kata Nara terbata.


"Tentu saja kita akan mandi tapi lepaskan gaunmu dulu sayang" bisik Rajehs dengan nada yang sesensual mungkin.


Nara meremang, bisikan Rajesh bagai hipnotis padanya membuatnya kini menikmati sentuhan demi sentuhan dari suaminya hingga karena terlalu terbuai kini Nara tidak lagi sadar kapan Rajesh membawanya dalam bathup dan berendam disana.


"Kenapa sudah disini Mas?" tanya Nara dengan wajah polosnya.


Rajehs kemabli terkekeh mendengar pertanyaan konyol istrinya, apakah sebegitu nikmatnya sentuhannya hingga Nara tidak sadar saat kakinya melangkah pelan dan menuju bathup, lucu sekali menurut Rajehs.


Tidak menjawab pertanyaan Nara, justru tangan kekar itu malah sibuk menyabuni tubub Nara dengan lembut membuat gadis cantik itu mendesisi pelan kala merasakan gundukannya kini ditangkup oleh kedua tangan suaminya.


Mas... katanya mandi?" tanya Nara dengan lirih ditengah tengah kesadarannya.


Tapi bukannya berhenti mendengar peringatan itu, justru Rajehs semakin gencar saat telinganya mendengar merdunya suara Nara yang bercampur desahan sexy, sedangkan Nara hanya bisa pasrah dengan keadaan.


Satu jam berlalu, akhirnya pasangan yang dimabuk asmara itu seleesai dengan kehiatan bersih bersihnya. Rajehs hanya menggunkan handuk kimono sedangkan Nara hanya menggunakan handuk biasa yang diberikan Rajesh dan hanya mampu melilit sebagian tubunya dan panjangnya hanya sampai setengah pahanya, tapi percayalah Rajesh sengaja melakukan hal itu agar tidak merepotkan dirinya nanti dengan rencana yang sudah disusun rapi.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2