
" Karna...karna aku sudah dijodohkan." Lilu menggigit bibir bawahnya saat mengucapkan kata itu.
Sungguh kalau disuruh memilih antara Ans atau Riko, jelas saja dia akan memilih Ans dari pada calon suaminya itu. Karna apa.? karna dia sudah merasa nyaman meski dia juga todak memiliki rasa yang lebih Ans tapi ia bisa merasakan kenyamanan dan ada rasa aman di hatinya.
Sementara Ans yang mendengar itu sangat terkejut, ia syok mengetahui kebenaran bahwa cintanya tidak terbalaskan.
" Apa kau mencintainya Li.?" tanya Ans Lirih tatapannya sendu menatap kearah Santi
" Tidak." jawab Lili yang lebih dominan jawaban itu untuk dirinya sendiri, tapi Ans sudah mendengarnya.
" Jadi kau tidak mencintainya dan kau mau saja menikah denganya." tanya Ans tak percaya.
Lili tidak lagi bisa mengelak dari pertanyaan Ans, mungkin jika ia bercerita pada Ans akan mendapat solusi.
" Aku tidak mencintainya Ans, tapi aku juga tidak bisa mengecewakan orang tuaku." ucap Lili yang mulai berkaca kaca.
" Kenapa.? kenapa kau mengorbankan persaanmu hanya karna tidak ingin mengecewakan mereka." tanya Ans yang mulai sedikit marah kepada Lili.
' Karna aku tidak bisa melihta mereka kecewa padaku Ans. Mereka sangat baik menjadi orang tua dan aku tidak ingin mengecewakan mereka dengan penolakanku.
" Ayo, aku bantu bicara aada orang tuamu agar mereka membatalkan perjodohan ini." ucap Ans tegas.
Lili tentu saja terkejut mendengar penuturan Ans yang menurutnya sedikit gila itu, bagaimana mungkin ia datang membawa Ans pada orang tuanya gunadak mencintai Ans.
" Jangan gila Ans." bentak Lili. " bagaimana mungkin kau berkata begitu? lalu nanti kalau sudah batal lalu apa kelanjutanyan nanti." kata Lili dengan sedikit emosi.
" Kalau kau batal menikah dengan laki laki itu, maka kita yang akan menikah Lili." ucap Ans percaya diri.
" Tidak! Aku tidak bisa, Maafkan aku." lirih Lili.
" Kenapa Lili? kenapa tidak bisa?" tanya Abs sedikit mendesak.
" Karna aku juga tidak memiliki rasa padamu." jawab Lili sendu dan dengan matabyang sudah memerah menahan gejolak air mata yang memberontak ingin keluar.
Karena jujur entah mengapa Lili merasakan sakit di ulu hatinya saat ia berkata begitu, ia juga tidak tau artinya, tapi yang jelas rasa itu sangat sangat dan sangat sakit sekali.
__ADS_1
Ans yang mendengar itu langsung terdiam, menatap nanar kearah Lilis yang terlihat kesakitan juga,..
Perlahan air mata Ans mengalir keluar membasahi pipinya, sungguh, ini baru pertama kalinya ia menangis dan itu di sebabkan oleh seorang perempuan yang tidak bisa membalas cintanya karna sudah memiliki jodoh.
" Ans...."
" sstttttttt. Diam dan jangan bicara lagi." ucap ans memotong ucapan Lili " Jadi kamu tidak menyukaiku dan tidak memiliki rasa untuk ku kan? baiklah berarti tidak ada alasan untukku memperjuangkanya' ucap Ans yang tidak bisa menyembunyikan raut kecewanya
"Maaf Ans." cicit Lili.
Ans tidak menjawab, perlahan memundurkan langkahnya pergi meninggalkan Lili sendirian disana berlari kencang menuju mobilnya dan mengemudikannya dengan sangat kencang untuk meluapkan rasa sakit itu.
" akhhhhhh." teriak Ans didalam mobil untuk melampiaskna kekecewaanya, ia memukul mukul setir mobilnya sendiri. "kenapa? kenapa rasa ini harus ada pada orang yang sudah akan bersuami sebentar lagi? dan kenapa rasanya sangat sakit sekali saat dia menolakku dan lebih sakit lagi saat melihat dia menahan rasa sakit juga." racau Ans.
"Dasar sial..!brengsek orang tuamu Lili yang harus menjodohkanmu pada lelaki lain yang membuat aku sakit seperti ini karna tidak bisa memilikimu." lagi lagi Ans mengumpat dalan mobilnya dan kali ini ia mengumpat lelaki dan orang tua LIli yang membuat mereka tidak bisa bersama.
Ans terus memacu adrenalinya dengan mengendarai mobilnya ugal ugalan, menyalip mobil yang ada di depannya, dan menerobos jalur lalu lintas dan berlari ke clup malam.
Sedangkan Lili yand ditinggalkan ditaman itu, kini tengah menangis keras, melepasan semua beban hatinya yang sedari tadi ia tahan di depan Ans.
Dia adalah Riko yabg ternyata sudah kembali dari luar negeri.
Flashback...
Riko kini sudah berada di bandara internasional Indonesia. Ia kembali karna ingin menemui Lili untuk membicarakan perihal pernikahan mereka bahaimana selanjutnya.
Riko sudah berada di gedung tinggitempat Lili bekerja, tapi sayangya Riko tidak mendapati Lili disana, mencoba bertanya pada Ruben dan jawabannya adalah Lili berada di rumahnya, samapi di rumah Ruben ternya lili tidak ada lagi disana karna sudah di jemput oleh Ans.
Riko lagi lagi bermiat untuk ke kontrakan Lili, karna ini merupakan masalah serius jadi harus segera selesai.
Riko didalam mobil dan melajukannya dengan santai hingga dinpertengahan jalan Riko melihat mobil Ans terparkir di dekat taman, dam tanapa pikir panjang Riko langsung turun dan berniat mencari pemilik mobil itu.
Saat matanya menangkan sosok yang di carinya, dengan cepat ia mengahampiri, namun kalinya menjadi terhenti karna melihat ada Lili juga disana.
Dan Lagi lagi Riko terpaku mendengar pembicaraan dua orang itu, sehingga Riko memilih diam dan mendengarkan semua perkataan mereka."
__ADS_1
Flashback off ...
" Apa kau mencintainya Lili sehingga kau mengisinya begini.? bukankah katamu kau tidak mencintainya.?" gumam Riko dalam hati
Riko masih memandang Lili dengan sorot mata yang tidak diketahui apa artinya, lama ia berada disana, namun setelah itu dia berjalan menghampiri objek yang didepanya.
" Kenapa gadis bar bar menangis." ejek Riko setelah ia sudah sampai di dekat Lili.
Tentu saja Lili terkejut mendengar suara seseorang terlibih lagi suara itu ada suara orang sangat ia kenal.
Menghapus air matanya dengan kasar kemudian berdiri dengan kasar pula, memandang Riko dengan tatapan tajamnya
"'Ada apa kau kemari." ketus Lili.
" Hei ini bukan milikmu, kenapa kau melarang aku datang kemari. Memanya aku harus ada tujuan kemari.? kalaupun ada ya tujuannya hanya satu, saya ingin bersantai disini " ketus Riko.
Lili tidak lagi menjawab, dia berniat pergi meninggalkan Riko karena suasana hatinya sedang tidak baik. Tapi saat ia hendak berjalan tangannya di cekal oleh Riko dam mau tak mau Lili pun menoleh kearah Riko.
' Lepasakan tanganmu." titahnya dingin
" Kau mau kemana? kita harus beicara." kata Riko masih mencekal tangan Lili.
"Jika kau mau bicara, maka bicaralah nanti jangan sekarang." pintanya dengan menghempas kasar tangan Riko kemudian pergi dari sana.
Baru beberapa langkah saja, Lili lagi lagi berhenti karna mendengar kembali perkataaan Riko.
"Kita akan menikah secepatnya." ucap Riko lantang.
Tentu saja Lili terkejut namun sebisa mungkin ia bersikap tenang." aku tidak peduli, lakukan apa pun yang kau lakukan." ucapnya lalu kembali melangkah.
.
Bersambung...
Like, Koment, Rate, Dan kasih hadiah di karya author,, dan satu lagi jangan lupa di favoritkan ya?😊😊😘😘
__ADS_1