Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Tak ada Ujungnya


__ADS_3

"Terserah kamu lah yank, kakak mah udah pusing dengerin nya juga." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Oke kalau gitu kak" kata Ayunda menjawabnya santai.


Mereka berdua kini tidak saling bicara lagi. Karena mungkin mereka udah capek terus - terusan berdebat tapi tak ada ujungnya sama sekali.


Sementara pak supir yang melihat perdebatan mereka dari awal sampai saat ini. Sungguh membuatnya hampir tepuk jidat karena sangat - sangat tak habis pikir dengan kedua majikannya itu.


"Ya ampun den den ada - ada aja sih. Non juga ya ampun kalau udah seperti ini tak henti - hentinya bicara." itulah kata yang keluar dari pak supir dalam hatinya.


Kini mereka pun mulai melanjutkan kembali langkahnya menuju tempat tujuan. Namun di sepanjang jalan setelah Ayunda menghentikan ucapannya. Ia tak henti - hentinya berucap capek, capek dan capek terus menerus tanpa henti sama sekali kata itu lah yang terucap dari bibir Ayunda. Sampai ia pun terfokus menundukkan kepalanya pada jalan yang ia lewati.


Hingga tanpa sadar ia bahkan telah melewati pintu yang harusnya ia masuki karena saat ini mereka telah sampai di tempat tujuan.


"Yank mau kemana?" kata Dion sedikit berteriak pada Ayunda karena saat ini jarak Ayunda cukup jauh dengan dirinya.

__ADS_1


Tanpa menoleh pada Dion Ayunda malah menjawabnya dengan kesal pada Dion.


"Ya ke tempat liburan lah kak, kemana lagi kalau bukan ke sana."


"Kakak juga tau yank kalau itu, kamu mau ketempat liburan. Tapi tempatnya udah kamu lewati loh. Terus sekarang kamu mau kemana?" kata Dion memberitahukan Ayunda.


Dengan cepat Ayunda pun mulai menolehkan kepalanya menghadap ke Dion dan ketika kepala Ayunda sudah menghadap ke Dion. Ia pun mulai sedikit malu dan emosi menjadi satu untuk Dion.


"Em... itu kak tempatnya. Kenapa baru sekarang sih kak di kasih taunya aku udah capek - capek jalan ke sini eh malah kelewatan tempatnya. Ckckck... kakak, kakak."


"Ya pokok nya kakak yang salah aku mah selalu benar dan nggak mau di salahin titik nggak ada koma." kata Ayunda sarkas menjawab ucapan Dion.


"Nggak sekalian tanda seru yank biar tambah tanda nya." kata Dion menjawabnya asal.


"Nggak perlu karena aku nggak suka ada tanda seru. Ntar bisa - bisa terus - terusan seru - seruan lagi. Kan nggak asik." kata Ayunda menjawabnya dengan tambah tak nyambung sama sekali.

__ADS_1


"Udah ah yank kakak pusing bicara sama kamu. Sekarang kita masuk aja."


"Ya udah kak aku juga pusing bicara sama kakak. Lebih baik langsung masuk aja. Biar aku aja kak yang buka." kata Ayunda menjawab ucapan Dion sambil ia pun inisiatif ingin membuka pintu tempat liburannya.


Saat Ayunda mulai ingin membuka pintu itu, ia pun merasa heran sendiri karena sudah beberapa kali ia mencoba mendorong pintu itu, tak kunjung terbuka sama sekali.


Sampai dimana ia pun mulai menyerah untuk membuka pintu itu dan menyuruh Dion yang membuka pintu itu.


"Kak buka deh sama kakak pintunya" kata Ayunda untuk Dion.


"Lah kenapa kakak yank, tadi kan kamu yang ingin buka pintu nya penuh semangat." kata Dion pada Ayunda.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2