
Sementara Dion yang mencari - cari Ayunda kini mulai merasa capek karena terus - menerus mencari tanpa henti.
Namun, hasilnya tak menemukan Ayunda sama sekali.
"Yank, kamu dimana sih? jangan buat kakak pusing dong. Apa lagi sekarang kakak udah capek banget nih. Kamu cepet muncul ya. Please jangan buat kakak kebingungan karena cari kamu." kata Dion di dalam hatinya.
Setelah berbicara seperti itu, Dion mulai mendudukkan tubuh nya di sebuah kursi.
"Huh... duduk bentar aja deh. Sambil liat - liat juga. Siapa tau pas duduk sayangnya ketemu." kata Reyhan setelah ia duduk berbicara pada dirinya sendiri.
Selain itu, dengan refleks Dion mulai menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Entah apa yang ia ucapakan saat sebelum menutup wajahnya.
Namun yang jelas saat ini. Ia sedang menutup matanya dan menyandarkan tubuh nya itu ke kursi tersebut.
Sampai - sampai ia tak menyadari bahwa saat ini ada seseorang yang sama - sama duduk di kursi tersebut.
__ADS_1
"Radit kita duduk di sini dulu ya. Awas jangan nakal dan jangan ganggu om... om... yang ada di sebelah kamu itu." kata seseorang yang berbicara pada Radit.
"Oke mamah siap" kata Radit menjawab seseorang itu yang ternyata dia adalah mamah nya.
"Bagus, anak mamah yang pintar." kata seseorang itu pada Radit.
"Mamah Radit aus pengen minum." kata Radit pada mamah nya.
"Kamu haus ya sayang, bentar ya mamah beli dulu minum nya. Kamu mau ikut sama mamah atau mau duduk di sini tunggu mamah." kata mamah nya Radit menjawab ucapan Radit dan meminta Radit untuk memilih apa yang ia ucapan kan untuk Radit.
"Radit tunggu mamah di sini aja deh. Boleh kan mah, soalnya Radit lagi males kalau harus jalan lagi." kata Radit menjawab ucapan mamah nya.
"Oke mamah Radit nggak akan ganggu om nya dan Radit akan tunggu mamah di sini sampai mamah kembali." kata Radit menjawab ucapan mamahnya.
"Ya udah kalau gitu mamah pergi dulu ya."
__ADS_1
"Iya mah" kata Radit menjawab ucapan mamah nya dengan singkat.
Setelah kepergian mamah nya, Radit pun duduk dengan tenang di samping Dion. Lalu ia mulai menyalakan handphone untuk menunggu mamahnya sambil melihat Vidio.
Sedangkan Dion yang masih menyadarkan tubuh dan menutup matanya. Kini mulai menegakkan tubuhnya untuk tak bersandar lagi ke kursi dan membuka mata yang tertutup oleh tangannya itu.
"Hem... udah sedikit mendingan nih. Aku langsung cari sayang aja lagi ya. Biar bisa ketemu." kata Dion setelah menegakkan badan dan membuka matanya.
Sebelum pergi ia kemudian melihat ke samping kiri dan kanannya. Awalnya ia belum menyadari saat ia melihat ke sambil kanan tempat duduknya.
Namun, setelah ia melihat ke arah depan ia menjadi berpikir kembali. Apa yang ia liat barusan di samping kanan ada seseorang atau nggak sama sekali. Akhirnya membuat ia penasaran.
"Bentar, bentar tadi di samping kanan aku. Ko kaya liat orang yang lagi duduk. Tapi pas tadi aku duduk nggak ada orang sama sekali ko. Sejak kapan ya, kalau itu beneran orang ada di samping kanan aku. Mana lagi duduk lagi. Atau aku cuman berhalusinasi aja." kata Dion bertanya lalu ia jawab sendiri pertanyaan tersebut oleh dirinya.
"Jadi penasaran nih aku, siapa sih orang yang duduk di samping kanan aku." kata Dion lagi melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼