Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Hasrat Yang Ingin Terpenuhi


__ADS_3

Pertemuan itu pun terus berlangsung tanpa jeda untuk beberapa saat. Sampai tak terasa kini mereka hampir berada di dekat ranjang.


Dan entah siapa yang menuntut ingin melakukan hal lebih. Entah itu Ayunda atau Dion yang menginginkan hal itu.


Karena kini mereka sepertinya sudah terhanyut dalam hasrat yang ingin terpenuhi.


Lalu Dion pun mulai menuntun Ayunda untuk tidur di ranjang dan tanpa menunggu lama kini mereka berdua pun telah berada di ranjang.


Dengan posisi Ayunda berada di bawah Dion. Sedangkan bibir itu masih enggan untuk terlepas. Namun, setelah di rasa cukup pertemuan itu.


Kini Dion mulai mencium ke anggota tubuh Ayunda yang lain. seperti saat ini Dion sedang menciumi seluruh wajah Ayunda dari kening, turun ke mata, lalu ke hidung, setelah itu ke dua pipinya. Dan terakhir ke bibirnya lagi.


Semua itu di lakukan Dion berulang kali. Setelah itu, Dion lalu mulai mencium telinga Ayunda, dan akhirnya berakhir di leher putih Ayunda.


Lalu ke bagian tubuh Ayunda yang berada di bawah leher nya. Setelah itu akhirnya Dion pun mulai turun lagi, lagi dan lagi.

__ADS_1


Hingga kini Dion pun telah menelusuri setiap inci tubuh Ayunda tanpa tertinggal satu pun. Lalu ketika ia ingin melanjutkan keinginannya itu. Ia pun berucap terlebih dahulu pada Ayunda.


"Yank, boleh kan kakak minta sekarang haknya kakak" kata Dion pada Ayunda.


Ayunda lalu terdiam untuk beberapa detik. Dan ia pun lalu mencoba menghindari agar keinginan Dion bisa di tunda dulu.


"Em... kalau aku bilang nggak boleh kakak nggak akan marah kan" kata Ayunda yang mulai mengutarakan keinginannya.


"Hem... ya udah kalau gitu kita tidur aja" ucap Dion yang dengan terpaksa mengiyakan ucapan Ayunda. Soalnya bagaimana pun Dion tak ingin memaksa Ayunda untuk memenuhi hasratnya. Karena ia ingin kalau Ayunda memberikannya dengan suka rela.


"Maaf ya kak. Aku belum siap. Soalnya aku takut, kata orang yang pertama kali melakukan itu sakit." kata Ayunda lagi.


"Tapi kalau kakak menginginkan nya sekarang boleh ko, aku akan coba lawan rasa takut itu." kata Ayunda lagi yang merasa tak tega melihat Dion yang sudah tak bisa menahan lagi keinginannya.


"Nggak yank, aku nggak mau kamu terpaksa memberikannya pada kakak" kata Dion lagi.

__ADS_1


"Nggak ko kak. Aku akan coba memberikannya buat kakak dan tak akan menyesal setelah ini." kata Ayunda lagi.


"Kamu yakin yank, dengan ucapan mu itu. Soalnya jika kakak udah di beri kesempatan seperti itu. Kakak tak akan bisa berhenti lagi untuk melakukannya." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


Tanpa berucap sepatah kata lagi Ayunda dengan yakin menganggukkan kepalanya.


Lalu Dion pun kembali melakukan apa yang semestinya ia lakukan tadi. Disaat semua baju yang di kenakan Dion sudah hampir terlepas semuanya.


Dion pun kembali melakukan hal yang tadi sebelum terjeda dengan permintaan yang harus ia minta dari Ayunda.


Setelah keseluruhan tubuh itu kembali di jelajahi oleh Dion. Dion lalu memandang wajah Ayunda. Yang sepertinya sudah melayang menginginkan Dion melakukan lebih dari apa yang Dion lakukan saat ini.


Saat Dion ingin membuka pakaian yang tersisa di tubuhnya. Lalu ia melihat terlebih dahulu jam yang ada di dinding yang menunjukan sudah hampir jam dua belas malam tinggal satu menit lagi. Lalu Ayunda pun berucap.


"Kak burungnya keluarrr s...." kata Ayunda.

__ADS_1


Bersambung...


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2