Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Jangan Marah


__ADS_3

"Apa ini karma ya, Karena Aku telah berbohong pada kak Dion waktu itu" Batin dari Ayunda.


Tapi setelahnya, iya pun masih menerka - nerka kenapa hal ini bisa terjadi saat ia juga menginginkan lebih.


Aarrhh... aarahh...


Ia lalu berteriak sambil mengacak rambutnya karena hasrat yang tak terpenuhi membuat ia juga merasa tersiksa.


Apalagi Dion yang sudah merasakan hasrat ini dua kali namun selalu berakhir dengan kegagalan.


Menyiksa dan membuat stres akan apa yang menimpa dirinya kala hasrat yang harus tertahan. Dan entah akan berapa lama lagi ia harus menunggu hasrat itu bisa terpenuhi.


Dion keluar kamar mandi setelah satu jam lamanya ia didalam kamar mandi. Hingga akhirnya ia pun keluar dari sana.


Dan Ayunda tak tau apa yang dilakukan Dion di kamar mandi sampai memakan waktu satu jam. Apa mungkin ia sedang meredakan hasratnya itu. Entahlah dia juga tak mau tau biarkan saja yang tau hanya Dion.


"Hem kak, maaf ya aku ngga tau kalau aku harus kedatangan tamu bulan disaat kakak ingin meminta hak kakak"


"Tunggu...tunggu... maksud kamu apa?"

__ADS_1


"Iya maksud aku, aku minta maaf ngga bisa memenuhi keinginan kakak"


"Bukan itu ya aku maksud. Tapi yang kamu bilang datang bulan, bukannya kamu udah lama ya datang bulannya. Tapi ko tadi bilang kedatangan tamu bulanan. Bisa kamu jelaskan apa maksudnya itu?"


Ooppss...(Ayunda pun reflek langsung menutup mulutnya. Dan baru menyadari ucapannya itu. Yang tanpa sengaja membongkar kebohongannya tersebut).


"Em..em..itu...itu...ngga ko kak, tadi kakak salah denger mungkin. Maksud aku tuh aku masih belum selesai tamu bulannya makannya masih ada darah gitu" Ayunda pun mencoba berkilah untuk menutupi kebohongannya itu.


Karena Dion curiga ada sesuatu hal yang ia ngga tau dari Ayunda pun kemudian menghampiri Ayunda yang duduk di ranjang.


"Kamu yakin dengan ucapanmu itu. Atau kamu memang lagi menutupi sesuatu dari ku hem" (Dion berucap kepada Ayunda sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Ayunda dan itu langsung membuat Ayunda gerogi dibuatnya.


"Kau yakin hem"


"Hem iya kak yakin ngga bohong"


"Oke. Tapi lihat aja apa yang aku lakukan jika kamu memang berbohong kepadaku selama ini" Dion pun kemudian menjauhkan wajahnya dari wajah Ayunda.


"Eh kak tunggu, aku mau jujur sama kakak, tapi kakak jangan marah sama hukum aku ya. Setelah aku jujur sama kakak"

__ADS_1


"Tergantung kamu mau berkata jujur tentang apa? Kalau misalnya itu membuat aku marah aku ngga bisa berbuat apa - apa. Iya ngga"


"Iya sih kak, tapi aku harap sih kakak ngga bakalan marah walau aku ngga yakin juga kakak marah ngga nya ke aku"


"Ya terus. Sekarang kamu mau jujur apa ke Aku"


"Itu loh kak tentang hal yang sedang kita bahas tadi"


"Yang mananya yang kamu maksud. Bisa langsung ke yang kamu maksud gak. Aku kan jadi pusing kalau harus menebak - nebak gini"


"Ini tentang datang bulan aku kak, Aku sebenernya bohong waktu malam pertama itu untuk membalas kakak yang tega bohongin aku waktu pernikahan ini"


"Oh tentang itu kirain tentang apa?"


"Kakak ngga marah" Sambil mengerutkan alisnya tanda ia heran atas respon dari Dion itu.


"Ngga" Dan dengan santainya Dion pun menjawab pertanyaan Ayunda.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2