
Ketika Dion telah menghisap leher Ayunda. Kini Dion pun mulai beralih ke bagian tubuh Ayunda yang lainnya.
Sementara Ayunda yang masih menormalkan kembali napasnya. Tak bisa mencegah Dion untuk tak melakukan hal yang lainnya pada tubuh nya saat ini.
Saat bibir Dion mulai ingin menyentuh bagian tubuh Ayunda yang lainnya.
Saat itu juga Ayunda mulai mencegah agar Dion tak melakukan hal aneh lagi pada tubuhnya ini. Setelah napasnya kembali normal.
"Tunggu, tunggu kak. Jangan di lanjutin lagi. Udah cukup ya kak jangan minta lebih. Ini tempat umum nggak baik kalau kakak mau lakukan hal yang lebih dari yang di lakukan barusan. Jadi sekarang kakak jangan lakuin itu lagi ke aku." ini lah kata yang Ayunda keluarkan pada Dion.
"Hem... gitu ya, tapi nggak papa lah yank sekali - kali mah, kita lakuin nya di tempat umum kaya gini. Lagi pula di sini sepi ko nggak ada orang. Em... maksudnya nggak ada yang liat. Kalau orang sih banyak." kata Dion menjawab ucapan Ayunda dengan santainya.
Membuat Ayunda yang mendengar ucapan Dion tersebut. Sempat memelototkan matanya karena tak percaya dengan apa yang Dion ucapkan pada dirinya ini.
"A...pa? kakak nggak salah apa? bicara kaya barusan ke aku." kata Ayunda yang kaget dengan ucapan Dion pada dirinya.
"Nggak" hanya satu kata ini lah yang Dion keluarkan untuk menjawab ucapan Ayunda dengan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Nggak salah lagi atau nggak sama sekali." kata Ayunda memberikan pilihan pada Dion.
"Gimana enak nya kamu aja yank. Mau dua - dua nya juga nggak masalah." kata Dion menjawab asal ucapan Ayunda.
"Ih... apaan sih kak, makin pusing aku bicara sama kakak."
"Kalau pusing, sini biar kakak pijit kepalanya. Mau nggak kakak pijit kepalanya." kata Dion pada Ayunda.
"Nggak jadi deh pusingnya kak." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Hem... nggak bohong lah kak, aku tuh beneran pusing barusan. Tapi setelah kakak bilang mau pijit aku. Eh... tiba - tiba pusingnya ngedadak ilang deh." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Tapi ko bisa ya yank kaya gitu. Pusing bisa sembuh tiba - tiba tanpa di apa - apain."
"Ntah lah kak, aku juga nggak tau. Mungkin karena udah seharusnya kali, pusingnya bisa sembuh dengan sendirinya."
"Mau percaya tapi masih ada rasa nggak percaya sama ucapan kamu itu yank. Hem... terus menurut kamu, kakak harus kaya gimana dong."
__ADS_1
"Kalau menurut aku sih. Lebih baik kakak tentuin sendiri aja. Gimana baik nya menurut kakak."
"Kirain mau kasih solusi, eh... ternyata malah kaya gini jawabannya. Yank... yank..."
"Emangnya salah ya kak, kalau jawaban aku kaya barusan."
"Salah sih nggak cuman agak kurang tepat aja jawabannya."
"Terus yang tepat itu harusnya kaya gimana?" kata Ayunda bertanya pada Dion.
"Ya kaya kamu kasih jawaban yang menurut kakak benar aja. Itu baru jawaban yang tepat."
"Ya ampun kak, semua orang juga pasti tau kalau kaya gitu. Tapi yang aku maksud itu bukan itu kak. Bukan, tapi kaya..." kata Ayunda yang malah terdiam tak meneruskan ucapannya untuk beberapa menit lamanya.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1