Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Nggak Keras


__ADS_3

"Masa sih yah" kata ibu yang tak percaya dengan ucapan dari ayah tersebut.


Ternyata mamah pun tak jauh berbeda dengan ibu sama - sana tak percaya dengan ucapan papah.


"Iya pah, masa kaya gitu. Perasaan nggak keras ko, iya nggak bu." kata mamah pada ayah sambil mamah pun bertanya juga pada ibu.


"Iya bener bangat bu, nggak keras sama sekali. Ini para bapak - bapak hanya buat kita yang di pojokan aja bu." kata ibu membenarkan pertanyaan mamah terhadap dirinya itu.


"Tuh kan bener, papah sama bapak nih yang ngada - ngada." kata mamah menjawab ucapan ibu.


Setelah itu suasana menjadi hening, dan di dalam keheningan ini. Ayah dan papah sama - sama menghela nafas nya atas jawaban dari ibu dan mamah yang tak mau di salahkan.


"Pak, sepertinya kita memang harus banyak - banyak mengalah. Walau sebenernya kita yang benar." kata ayah pada papah.


Tak lama papah langsung menjawab ucapan ayah.


"Kaya nya memang kaya gitu deh pak. Kan istri yang selalu benar. Suami mah apa atuh. Hanya yang selalu di salahin mau dia bener atau salah ya tetap salah." kata papah seperti mengadukan nasibnya yang selalu di salahin dalam segala hal.


"Sepertinya kita memang sama ya pak. Pak suami harus banyak sabar hadepin istri yang nggak mau ngalah." kata ayah menjawab ucapan papah.

__ADS_1


"Hahaha... lucu banget pak, kita malah bergosip istri di depan sendiri." kata papah yang malah tertawa saat menjawab ucapan ayah.


"Hahaha... setelah saya ingat - ingat kembali. Memang ada bener nya juga ucapan bapak nih. Kita malah bicarain istri sendiri." kata ayah yang sama - sama tertawa saat menjawab ucapan papah.


"Tapi pak, ucapan kita yang berbisik ini kedengaran nggak ya sama istri kita." kata papah yang merasa takut ucapan ia dan ayah yang berbisik ini terdengar oleh ibu dan mamah.


"Sepertinya nggak denger deh pak, kalau mereka denger udah sedari tadi kita mendengar suara keras mereka." kata ayah menjawab ucapan papah dengan situasi yang terjadi saat ini.


"Bener juga ya pah, itu artinya ucapan kita yang bicarain istri ini aman sentosa. Jadi pengen terus lanjut bicarainnya." kata papah menjawab ucapan ayah.


"Bisa di pertimbangan tuh pak, ide nya lumayan patut di coba." kata ayah menyetujui ucapan papah.


"Besok aja pak, bapak nih gimana? kalau mau besok di lanjutin nya. Ntar bisa - bisa ketahuan dong pak." kata ayah menjawab ucapan papah.


"Hem... iya juga ya pak, ya udah deh kita lanjutin sekarang aja." kata papah menjawab ucapan ayah.


"Oke boleh" kata ayah refleks mengeluarkan suaranya dengan cukup keras.


Membuat ibu dan mamah yang sedang terdiam. Secara otomatis langsung menghadap ke sumber suara yang berasal dari ayah tersebut.

__ADS_1


"Boleh apa yah?" kata ibu yang penasaran dengan ucapan ayah.


"Iya bener bu, bapak barusan bilang boleh, boleh untuk apa?" kata mamah yang hampir sama berkata pada ayah.


"Em... itu... anu... em..." kata ayah yang kebingungan sampai terbata - bata saat menjawab ucapan dari ibu dan mamah tersebut.


Papah yang melihat hal ini segera mengantisipasinya dengan menjawab ucapan ibu dan mamah untuk membantu ayah.


"Itu loh mah, bu. Bapak ini lagi bahas tentang makanan yang di meja ini. Eh... bapak nya malah refleks sampai kedengaran sama ibu dan mamah.


"Oh jadi karena itu." kata ibu dan mamah yang hampir bersamaan.


"Iya bu kaya gitu." kata papah menjawab ucapan ibu dan ayah.


"Bener nih pah, lagi bahas hal itu. Bukan bicarain kita berdua." kata mamah menjawab ucapan papah sambil bertanya sekaligus menunjukkan ketidak percayaan nya ia terhadap jawaban papah.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2