
"Hem... kamu ini kaya yang nggak kenal madam aja. Madam kan orang nya baik dan nggak akan marah. Tau nggak karena apa?" kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu dan bertanya juga pada si bungsu.
Si bungsu yang di tanya oleh madam Lexi dengan refleks menggelengkan kepalanya untuk menjawab ucapan madam Lexi.
"Madam juga sebenarnya tau kalau kamu pasti jawab nya akan gelengin kepala. Jadi biar madam kasih tau. Kalau madam itu nggak suka marah dan nggak akan buat orang marah. Karena madam kan orangnya baik. Iya kan madam baik." kata madam Lexi dengan memaksa meminta jawaban yang ia inginkan agar si bungsu mengiyakan ucapannya itu.
Sehingga si bungsu dengan gugup menjawab keinginan madam Lexi.
"I... iya madam, ma...dan orangnya baik hehehe..." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi dengan diiringi senyuman untuk membuat madam Lexi percaya dengan ucapannya itu.
Namun, ternyata di dalam hati si bungsu pun berkata mengenai madam Lexi yang sebenarnya. Sesuai dengan apa yang ia rasakan dan liat dengan mata nya sendiri.
"Itu sih menurut madam, lah menurut aku waktu barusan ketemu madam pertama kali. Aku sempet ketakutan karena wajah madam yang terlihat marah. Apa nya yang bisa di bilang nggak akan buat marah. Ckckck... ckckck... madam... madam..." kata si bungsu di dalam hatinya.
"Bener kan madam nggak suka marah. Ya udah yuk ikut madam konser bentar lagi nih, madam harus siap - siap dulu. Mau ikut nggak, madam siap - siap dulu ganti kostum, em... maksudnya baju. Kan nggak mungkin madam harus pake baju kaya gini. Ntar susah pas waktu konser kalau nggak di ganti dulu." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu.
__ADS_1
"Iya madam, saya ikut aja. Tapi nggak jauh kan madam. Soalnya saya lagi cari kakak sama kakak ipar saya di sekitaran sini." kata si bungsu pada madam Lexi.
"Nggak ko deket malahan, tuh di belakang kamu." kata madam Lexi sambil menunjuk tempat di belakang tubuh si bungsu.
"Oh ya madam, tempatnya ada di belakang saya."
"Iya coba kamu liat aja."
"Oke kalau gitu madam."
Ketika ia telah melihat tempatnya, ia dan madam Lexi kemudian melangkahkan kakinya untuk menuju ketempat tersebut.
Tap... tap...
Langkah kaki mereka kini mulai menuju ketempat yang di tunjuk madam Lexi.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan pun tak henti - hentinya mereka berdua berbicara. Sampai tak terasa kini mereka telah sampai ke tempat yang mereka tuju.
Saat telah sampai di tempatnya, teman madam Lexi pun menghampiri madam Lexi.
Dengan penampilan yang gagah, tinggi, badan berotot dan kekar. Kini menghampiri madam Lexi.
Bahkan saat ini si bungsu begitu terpaku saat ada seseorang yang telah berada di hadapannya dengan penampilan seperti itu.
Berbagai rasa pun di rasakan si bungsu saat ini. Namun yang lebih dominan adalah rasa was - was karena penampilan orang ini.
"Ya ampun orangnya tinggi banget gini, badannya juga gede. Oh... ya ampun ko rasanya makin was - was sih." kata si bungsu berbicara pada dirinya sendiri.
Tepat saat si bungsu menyelesaikan ucapannya, teman nya madam Lexi pun mulai mengeluarkan suara nya pada madam Lexi.
Bersambung...
__ADS_1