
"Hem... padahal gampang banget loh kak. Kalau kakak paham yang aku maksud itu apa? aku yakin kakak pasti takut juga." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
Dion yang akan menjawab ucapan Ayunda malah lebih dulu Ayunda kembali mengeluarkan suaranya lagi.
Di saat bibir Dion sudah ingin mengeluarkan suara. Di saat itu, Dion kembali menahan suaranya. Karena ia harus mendengar ucapan Ayunda terlebih dahulu.
"Tapi... ya udah deh, berhubung kakak nya juga nggak paham. Aku juga nggak akan kasih tau kakak penyebabnya apa? ntar kalau di kasih tau. Eh... kakak malah takut lagi. Jadi ya udah deh kita lupain aja." inilah kata yang Ayunda ucapkan lagi pada Dion.
"Hem... kamu nih yank bisa aja bicaranya. Apalagi kalau buat kakak penasaran. Pasti nya udah nomor satu yank. Kamu nih juaranya." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Ah... masa sih kak, aku bisa kaya gitu. Perasaan aku nggak gitu deh orangnya." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
__ADS_1
"Kamu tuh yank memang kaya gitu. Mau kamu kakak kasih orang lain buat jadi saksi kalau kamu memang gitu orangnya. Iya mau kamu yank kaya gitu." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Hahaha... hahaha... hahaha... memangnya ucapan kakak itu lucu apa? mana ada kakak bisa bawa saksi. Memangnya mau sidang apa harus bawa - bawa saksi segala." kata Ayunda yang malah tertawa menjawab ucapan Dion.
"Kakak nggak lagi ngelawak kali yank. Kenapa kamu harus ketawa kaya gitu." kata Dion yang tiba - tiba bicara dengan nada yang sangat serius.
Membuat Ayunda yang baru saja tertawa menjadi terdiam tak berani mengeluarkan suaranya lagi. Ketika ia melihat Dion setelah selesai mengucapkan ucapannya itu dengan memasang wajah yang susah untuk di tebak.
Karena Ayunda kebingungan dengan ekspresi wajah Dion saat ini. Mau nggak percaya tapi wajah nya itu sangat menunjuk kan ketidak sukaan nya pada apa yang ia ucapkan untuk Dion.
Sehingga keadaan ini pun membuat Ayunda harus terdiam menunggu Dion mengeluarkan suaranya lagi atau merubah ekspresi wajah nya.
__ADS_1
Saat Dion melihat wajah Ayunda yang seperti ini. Membuat ia ingin ketawa rasanya melihat Ayunda yang diam tak bergerak dan berniat menjawab ucapan nya itu.
Bahkan Dion sempat berbicara juga di dalam hatinya.
"Aduh yank wajah kamu nih, buat kakak ingin ketawa deh rasanya. Baru di gini in aja udah diem. Apa lagi kalau kakak beneran marah sama kamu yank. Hem... nggak papa deh buat kamu kaya gini sekali - kali. Kapan lagi coba kakak bisa buat kamu kaya gini. Kayanya hal ini tuh momen langka buat kakak. Jadi maaf ya yank, kakak harus gini in kamu dulu. Sebentar ko yank, paling beberapa menit lagi kakak pasti kembali baik lagi sama kamu. Tapi kalau buat sekarang kakak masih pengen kaya gini dulu yank. Nggak papa ya yank, kakak kaya gini dulu ke kamu." kata Dion berbicara pada dirinya sendiri. bahkan ia pun berbicara seolah - olah Ayunda mendengarkan ucapannya itu.
Namun, kenyataannya Ayunda tak mendengar sama sekali ucapannya itu.
Malah sebaliknya Ayunda kini membicarakan Dion di dalam hatinya juga.
"Ini kakak ko malah diem kaya gini juga sih. Ayo lah kak jangan buat aku serba nggak tau kaya gini harus apa. Coba kak bicara lagi." kata Ayunda di dalam hatinya.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼