Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Malah duluan


__ADS_3

Kemudian suasana pun berubah menjadi hening, karena ternyata mereka semua mulai menikmati makan dan minum yang ada di meja.


Dan yang terdengar hanya suara sendok dan garpu yang tak sengaja bertemu.


Beberapa menit kemudian, semua orang yang sedang menikmati makan dan minum pun telah selesai.


Mini di lanjut dengan kumpul bersama dan menikmati acara kumpul tersebut.


Tak lama, semua orang pun kembali ke kamar masing - masing.


"Huh... capek nya dan ngantuk juga. Argh... enaknya abis makan dan ngobrol langsung tidur." kata si bungsu yang telah masuk ke dalam kamarnya dan saat ini sedang terbaring di tempat tidur.


Setelah berkata seperti itu, tak lama kemudian si bungsu sudah tertidur dengan pulas nya.


Baik ibu dan ayah, maupun mamah dan papah juga saat ini sudah masuk ke dalam kamar mereka dan langsung tertidur tak lama setelah mereka selesai berbicara.


Sedangkan Ayunda dan Dion mereka berdua tak langsung tertidur karena lagi dan lagi Dion membujuk Ayunda untuk memenuhi keinginannya.


Sampai Ayunda akhirnya lelah karena sudah meminta untuk melakukan keinginan Dion besok atau lusa. Namun ternyata nggak bisa di lakukan sesuai keinginan ia. Melainkan harus keinginan Dion.

__ADS_1


Sehingga suka tak suka Ayunda akhirnya memenuhi keinginan Dion.


Melakukan proses dan tahapan untuk membuat baby.


Dua jam mereka baru menyelesaikan kegiatannya itu. Sampai Ayunda langsung tertidur setelah Dion menyelesaikan keinginannya.


"Yank ko langsung tidur sih. Jangan dulu tidur dong yank. Masa kakak di tinggal sendiri." kata Dion pada Ayunda yang sudah menutup matanya karena kelelahan setelah memenuhi ke inginkan Dion.


Hanya suara dengkuran halus yang terdengar oleh Dion. saat ia melihat Ayunda yang sedang tertidur.


"Hem... yank kakak bener - bener di tinggal nih. Kamu curang ko malah duluan tidurnya." kata Dion berbicara pada Ayunda yang sedang tertidur.


Lalu tangan Dion mulai menegang wajah Ayunda dari mulai pipi, kening, mata, dan terakhir tepat di bibir Ayunda.


Entah kenapa saat Dion melihat bibir Ayunda. Ia malah membayangkan kemungkinan - kemungkinan yang terjadi jika ia langsung mendekatkan bibirnya dengan bibir Ayunda.


Sudah di tahan beberapa kali. Tetapi hasilnya tetap nggak bisa untuk tidak menyentuh bibir Ayunda. Kini bibir Dion sudah berada tepat di bibir Ayunda.


Ayunda yang sedang tertidur sempat membuka matanya sebentar. Kemudian tertidur lagi..

__ADS_1


"Hem... yank boleh kan lakuin lagi. Udah nggak tahan yank, ayo coba bangun dulu bentar aja yank." kata Dion di sela - sela sentuhan bibirnya ia sempat berbicara pada Ayunda baik secara langsung atau yang di bisikan di telinga Ayunda.


Ayunda yang mendengar suara Dion tak mengindahkan ucapannya. Bahkan kini Ayunda masih tertidur.


"Yank jangan gini tau nggak, nggak baik loh."


"Hem... aku seperti yang memaksa deh, hem... tapi nggak papa maksa istri sendiri."


"Kalau sekarang nggak dapet lagi. Nunggu besok aja."


"Tapi kamu bakal ngasih kan yank." kata Dion yang terus menerus mencoba membujuk Ayunda.


"Hem..." kata Ayunda yang secara tidak langsung ia menyetujui keinginan Dion.


"Ternyata yank kamu dalam keadaan tidur masih bisa merespon dengan cepat." kata Dion pada Ayunda.


"Kamu tau nggak yank, coba aja kamu buka dulu matanya. Kakak mau bilang sesuatu sama kamu. Ini tentang..." kata Dion yang malah mendengar suara dengkuran halus itu mulai sedikit lebih keras.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2