
Kembang api yang muncul dari arah kiri dan kanan Ayunda dan Dion saat ini.
Tepat saat suara itu pertama kali di dengar Ayunda ia awalnya terkejut karena mendengar suara itu.
Namun secara otomatis pandangan nya langsung mengarah ke atas. Setelah itu ia pun menikmati indahnya kembang api yang menyala di atas sana.
Sampai yang terakhir ia melihat tulisan dari kembang api yang muncul begitu saja. kata
"I Love You My Wife" ada di atas sana.
Membuat Ayunda menjadi terbaru dengan semua kejutan yang diberikan Dion untuk nya hari ini.
Dan tanpa berucap Ayunda langsung memeluk Dion saat ini juga.
"Sayang kenapa nangis?"
"Em... makasih kak, aku suka sama kejutannya" bukannya menjawab pertanyaan Dion. Ayunda malah mengucapkan terimakasih pada Dion.
"Lalu kalau kamu suka kenapa nangis?"
"Aku juga nggak tau kak air matanya keluar sendiri. Mungkin karena aku terharu kali kak sama kejutannya atau ntah lah kak aku juga nggak tau. Oh iya boleh kan aku nangis sambil peluk kakak."
"Oh gitu ya, ya udah boleh yank sepuas kamu aja. Tapi jangan mengelap ingusnya di baju kakak ya."
__ADS_1
"Ih... kakak apa sih, ini aku nggak ingusan ko"
"Tapi kakak dengernya suara kamu kaya yang ingusan loh yank."
"Hah... kakak nggak seru. Padahal aku nangisnya belum puas loh ini. Ya udah deh aku nggak akan nangis lagi."
"Emang harus nya kaya gitu yank kamu jangan nangis, ntar riasannya malah jadi jelek loh kalau kamu nangis."
"Nggak papa jelek juga, di sini nya juga nggak ada siapa - siapa." kata Ayunda yang masih memeluk Dion.
Di saat itu juga semua lampu menyala dengan sangat terang dan indah.
Bahkan di sana banyak juga orang - orang yang menyaksikan mereka berpelukan dan mereka berdua masih belum mau melepas pelukan itu.
Dion yang sudah tau rencananya berjalan dengan sempurna hanya membiarkan Ayunda tetap memeluknya dan tak berniat untuk memberitahukan Ayunda.
"Kak ini kakak yang rencanain semua ini"
"Hem... siapa lagi. Suka nggak yank"
"Ah... suka banget kak" kata Ayunda sambil berbisik pada Dion.
Karena semua mata melihat pada mereka berdua yang malam ini menjadi pusat perhatian mereka.
__ADS_1
"Kakak kenapa tadi nggak bilang kalau lampunya udah nyala dan ah... malunya tadi aku terus peluk kakak."
"Nggak usah malu yank, kan kakak suami kamu nggak ada yang larang juga ko kamu peluk kakak."
"Iya sih kak, tapi kan nggak baik kita pelukan di depan semua orang."
"Di baikin aja yank, cuman sekali - sekali mah nggak papa."
"Iya nggak papa, tapi tetep aja nggak baik."
"Ya udah yank yuk jalan lagi. Kita udah di tunggu loh dari tadi."
"Di tunggu siapa kak?"
"Kamu nggak liat yank di sini ada siapa aja"
"Bentar - bentar deh kak, aku masih kaget kak belum sempet liat siapa - siapa yang ada di sini. Jadi nggak tau kita di tungguin sama siapa."
"Ya ampun yank sampai segitunya kamu kaget, ya udah kamu liat dulu aja ada siapa di sana."
Setelah mendengar Dion berucap padanya Ayunda lalu mulai melihat ke sekeliling tempat tersebut.
Sampai dimana pandangan matanya tertuju pada beberapa orang yang ia kenal bahkan sangat ia kenal berada di sana sedang duduk dan melambaikan tangan padanya.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼