Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Cepet Muncul


__ADS_3

Setelah itu, Dion pun tak lupa berpamitan juga pada mamah nya Radit sebelum ia melangkahkan kaki untuk mencari Ayunda kembali.


Ketika ia telah berpamitan, tak menunggu lama. Ia mulai pergi meninggalkan Radit dan mamah nya.


Di dalam perjalanan, Dion kemudian berbicara pada hati nya.


"Kemana kamu yank? jangan terus - terusan kaya gini. Hem... kakak udah capek nih yank, kamu cepet muncul ya yank. Please." kata Dion di dalam hatinya.


"Tadi aku udah ke arah sana kan ya, itu artinya tinggal yang di dekat danau ya, aku belum ke sana sama sekali. Semoga aja yank, kamu beneran ada di dekat danau. Biar kakak bisa temuin kamu." kata Dion masih di dalam hatinya.


Dion pun mulai melangkahkan kaki menuju danau. Tak lama setelah itu, kini Dion telah sampai di dekat danau.


Begitu banyak nya orang di sana. Sampai - sampai ia kebingungan untuk melihat satu persatu wajah di antara mereka. Apa kah ada Ayunda di antara mereka. Ia pun tak tahu sama sekali.


Karena terlalu banyak orang di sekitaran danau. Dion pun sempat melihat ciri - ciri Ayunda di dekat danau tersebut sedang berdiri melihat danau.


Dari posisi seperti itu, membuat Dion yakin bahwa besar kemungkinan itu memang Ayunda. Apa lagi baju yang di kenakan orang tersebut sama persis dengan yang Ayunda kenakan saat ini.

__ADS_1


"Itu kaya nya sayang deh, akhirnya yank kamu ketemu juga. Kenapa nggak dari tadi sih yank, kakak pergi cari kamu nya ke danau, mungkin kakak nggak akan capek kaya gini. Hem... langsung temuin sayang nya aja deh. Ntar kalau nggak langsung di temuin malah ilang lagi. Jadi berabe deh nanti nya." kata Dion akhirnya merasa lega karena Ayunda bisa ia temukan.


Namun di saat jarak ia dan seseorang itu tinggal tiga langkah. Dion menjadi ragu apa benar seseorang yang ada di hadapan nya ini Ayunda atau bukan.


"Bentar, bentar ko kalau deket kaya gini. Jadi beda ya. Tapi dari kejauhan tadi mirip ko ciri - ciri nya. Aku lanjutin jangan ya buat temuin seseorang itu." kata Dion saat ia menghentikan langkahnya secara tiba - tiba.


Di saat Dion sedang kebingungan untuk melanjutkan langkah nya atau tidak. Di saat itu ada seseorang yang memanggil orang yang akan Dion dekati saat ini.


"Sel, lo di sini ternyata. Gue cari lo dari tadi tau nggak sih, gue cari lo tuh dari ujung sana ke ujung situ." kata seseorang yang memanggil orang yang akan Dion dekati.


"Apa sih Ca, lo ko heboh gitu. Lagi pula lo kan baru cari gue ke sana terus ke situ. Itu artinya lo baru ke dua tempat. Jadi nggak usah lebay gitu deh." kata Sela nama seseorang yang akan Dion temui.


"Hem... tetep aja sel. Gue capek tau, cari lo ke dua tempat itu. Mana gue aus lagi pengen minum. Coba deh lo bayangin kalau lo ada di posisi gue." kata Caca nama seseorang yang memanggil Sela.


"Hem... nggak mau lah gue. Kalau harus tuker posisi." kata Sela menjawab ucapan Caca.


"Tuh kan lo juga nggak mau kan."

__ADS_1


"Iya lah nggak mau. Ya udah Ca lupain aja, lo kan udah temuin gue sekarang jadi nggak perlu bahas itu lagi."


"Ih... lo sel suka gitu deh orang. Hem... ya udah deh gue lupain aja."


"Ini baru temen gue." kata Sela menjawab ucapan Caca.


"Maksudnya Sel?"


"Em... itu anu, nggak jadi Ca lupain aja. Ntar kalau gue bahas lagi yang ada bakalan panjang nggak kelar - kekar."


"Ya udah deh terserah lo aja Sel. Percuma juga gue nolak ujung - ujung nya gue juga bakalan setuju ucapan lo. Jadi terserah lo aja."


"Oke kalau gitu." kata Sela menjawab ucapan Caca.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2