Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Tanpa Di Tahan


__ADS_3

Ayunda kini malah sepertinya tak tahan lagi untuk tertawa keras. Namun sebelum tertawa keras itu terjadi. Ia langsung melangkah dengan cepat untuk menghindari suara tawanya agar tak terdengar oleh Dion.


"Hahaha... hahahaha... hahaha..."


Suara tawa itu akhirnya keluar dengan sendirinya tanpa di tahan lagi oleh Ayunda.


Ketika Ayunda telah merasa puas tertawa. Ia mulai melangkah menuju kamar yang terkunci tersebut.


Tap... tap... tap...


Langkah kaki Ayunda yang mulai melangkah menuju kamar tersebut.


Sementara Dion kini ia menyadari bahwa ada kemungkinan kunci yang ia cari terdapat pada Ayunda.


Karena ia benar - benar yakin bahwa kunci itu berada di belakang tubuhnya saat duduk. Dan kalau tidak salah ingat, tangan Ayunda juga seperti ada di belakang tubuhnya tadi.


Entah waktu kapan Ayunda mengambil kunci itu. Tapi yang jelas saat ini ia sangat yakin bahwa kunci itu ada ditangan Ayunda.


Karena Dion sudah yakin ia mulai melangkahkan kaki dengan segera untuk menemui Ayunda yang sudah berada di atas.


"Yank kalau beneran kuncinya ada di kamu. Awas aja yank ntar kakak kasih kamu hukuman." kata Dion di dalam hatinya.

__ADS_1


Ayunda yang sedang fokus memasukan kunci kamar pada pintu. Tak menyadari sama sekali bahwa di belakang tubuhnya ada seseorang yang sedang menahan rasa kesal nya karena telah di buat pusing dengan tingkah lakunya itu terhadap dirinya.


Cekrek... Cekrek...


Suara kunci yang di putar untuk bisa membuka pintu pun terdengar sampai dua kali.


Saat di rasa telah terbuka kunci nya. Ayunda mulai memegang gagang pintu lalu membuka pintu tersebut.


Ceklek...


Pintu terbuka dengan sempurna. Perlahan demi perlahan Ayunda mulai melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam kamar tersebut.


Saat telah masuk ke dalam kamar. Ruangan kamar mulai terlihat begitu menakjubkan. Dan tentunya masih dengan nuansa warna pink.


"Waw... indah nya luar biasa banget" kata Ayunda yang merasa takjub.


Cekrek... cekrek...


Terdengar lah suara pintu yang di kunci dari dalam kamar tersebut. Membuat Ayunda mulai menyadari bahwa ada seseorang di belakang tubuh nya.


Dengan ragu dan gugup Ayunda mulai membalikkan tubuh nya untuk melihat seseorang yang mengunci pintu kamar.

__ADS_1


Setelah membalikkan tubuh, Ayunda mulai merasa takut. Karena ia ketahuan oleh Dion telah mengambil pintu kamar ini.


Dengan hanya terdiam sambil menggigit bibir bawah nya. Ayunda mulai mencari sebuah alasan untuk membuat Dion tidak marah pada dirinya.


Belum sempat ia berkata, ia malah mendengar suara Dion terlebih dahulu.


"Kenapa yank? ko muka kamu jadi seperti ini. Kaget ya atau takut." kata Dion pada Ayunda.


"Em... itu kak, em... " kata Ayunda menjawab ucapan Dion dengan kebingungan.


"Em... apa yank? ko jadi aneh, kamu yank bicaranya. Yang jelas dong yank jangan em... itu... em... itu... aja."kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Itu kak aku nggak bermaksud ambil kuncinya ko. Tapi karena..." kata Ayunda yang tak ada pilihan lain selain berkata seperti itu pada Dion.


"Karena kamu udah ngerencanainnya buat ambil kunci itu kan." kata Dion pada Ayunda.


"Siapa yang bilang kaya gitu kak, nggak ko aku nggak ngerencanainnya beneran deh. Aku nggak bohong kak." kata Ayunda pada Dion.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2