
Suka tak suka Ayunda akhirnya setuju dengan keputusan si bungsu. Walau ia masih penasaran. Tapi apa boleh buat ia tak bisa memaksa jika si bungsu sudah tak ingin memberitahukannya.
Sementara si bungsu yang saat ini melihat wajah Ayunda yang murung karena ia tak jadi memberitahukan Ayunda. Merasa tak enak karena sudah membuat Ayunda menjadi seperti ini.
Tapi jika ia lanjutkan untuk memberitahukan pada Ayunda. Ia takut kalau ucapannya nanti malah membuat Ayunda jadi marah kepadanya.
Jadi hanya pilihan inilah yang bisa si bungsu ambil untuk menghindari kemarahan Ayunda nantinya. Bukankah lebih baik ia menghindari kemarahan Ayunda daripada nanti ia malah dapat kemarahan Ayunda.
Bisa - bisa ia akan sulit mendapatkan maaf dari kakak nya ini. Jadi solusi terbaik adalah menghindari kemarahan Ayunda.
"Em... kak, kakak marah ya ke adek." kata si bungsu pada Ayunda.
"Nggak ko kakak nggak marah." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.
"Bener nih kak nggak marah."
"Iya dek beneran kakak nggak marah."
"Hem... tapi keliatan marah."
__ADS_1
"Nggak dek kakak nggak lagi marah. Kalau kamu nggak percaya kakak tanyain nih ke..." kata Ayunda yang seketika di potong oleh Dion.
"Ke siapa yank?" inilah kata yang Dion keluarkan setelah memotong ucapan Ayunda.
"Ya ke kakak lah kak, masa ke siapa lagi kalau bukan kakak. Disini kan yang ada selain adek kan kakak. Jadi ya aku tanyanya ke kakak lah." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Hem... kakak kira tanya ke siapa." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Ya udah yank kamu mau tanya apa ke kakak." kata Dion lagi melanjutkan ucapannya.
"Nggak jadi kak"
"Nggak jadi aja kak, soalnya udah nggak mood aku tanyanya juga."
"Lah jangan gitu lah yank. Barusan kakak cuman bercanda. Sensian amat sih yank."
"Terserah kakak lah aku mau langsung ke sana aja. Pusing lama - lama bicara sama kakak."
"Yank jangan gini lah. Oke kakak minta maaf karena udah bercandain kamu. Kamu mau maafin kakak kan."
__ADS_1
Tanpa menjawab ucapan Dion. Ayunda pergi meninggalkan Dion yang diam terpaku melihat Ayunda malah mengabaikan ucapannya itu.
Setelah itu Dion pun mulai melihat si bungsu. Si bungsu yang di lihat oleh Dion menjadi bingung kenapa Dion tiba - tiba malah menatap dirinya.
"Kak ko liat adek sih, kenapa kakak nya nggak di kejar aja sama kakak. Adek kan nggak ikutan jadi ini bukan salah adek ya." kata si bungsu yang mengira jika Dion menatap dirinya saat ini adalah untuk menyalahkan sikap Ayunda terhadap Dion saat ini.
Dion yang mendengar si bungsu berkata seperti itu pada dirinya membuat ia ingin menjawab ucapan si bungsu dengan segera. Namun, ia kemudian teringat dengan kata - kata yang keluar dari si bungsu barusan untuk dirinya.
Bahwa ia harus mengejar Ayunda. Hingga tanpa menjawab ucapan si bungsu. Dion pun bergegas meninggalkan si bungsu untuk mengejar Ayunda.
"Yank jangan gini lah, ko kakak di tinggal sih." kata Dion yang saat ini sedang mengejar Ayunda dan masih mencoba membujuk Ayunda untuk tidak marah kepada nya lagi dan bisa memaafkan kesalahannya itu.
Namun, Ayunda sepertinya enggan untuk melihat ke belakang atau menjawab ucapan Dion ke pada dirinya itu.
Karena bisa dilihat, saat ini Ayunda terus berjalan tanpa mau berhenti sedikit pun.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1