Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Misi Pertama


__ADS_3

"Oh, kalau gitu aku siap - siap dulu ya kak" kata si bungsu sambil meninggalkan kakak iparnya itu menuju kamarnya.


Dion pun kemudian menjawab perkataan si bungsu itu. "Iya dek, jangan lama - lama ya"


"Oke" jawab si bungsu sambil membuat huruf O dari jari telunjuk dan ibu jari tangan kanannya dan tiga jari yang lainnya tegak keatas.


Dion pun menunggu adek iparnya itu selesai bersiap - siap. Tak lama setelah itu, adek pun menghampiri Dion.


"Udah kak, ayo berangkat. Tapi nanti kerumah Sinta dulu ya kak" kata si bungsu.


"Iya dek siap" sahut Dion menjawab si bungsu.


Kemudian mereka keluar dari rumah dan naik kedalam mobil untuk menuju rumah Sinta. Lalu dilanjutkan pergi ke pusat perbelanjaan.

__ADS_1


"Eh Sin, udah lama nunggunya" kata si bungsu yang udah sampai di depan rumah Sinta. Lalu melihat Sinta sudah ada di depan rumahnya itu.


"Hem, lumayan Gi. Tapi tak masalah yang terpenting dapet traktiran ya nggak" kata Sinta kepada si bungsu.


"Maaf ya Sin jadi nunggu lama deh, tapi ucapan kamu bener juga. Yang penting ada traktir. Kita mah jadi nggak masalah harus nunggu berapa jam juga" Kata si bungsu sambil mengutarakan pendapatnya mengenai kata traktir. Dan tak lupa juga sambil tertawa di akhir kata traktir.


Sedangkan Dion pun tak mau kalah dengan ucapan si bungsu. Ia kemudian berbicara.


"Ya dan sekarang kakak merasa sudah salah mengambil keputusan karena mau mentraktir kalian berdua ini."


"Ih deh, kakak kan cuman bercanda tadi. Jangan di anggap serius gitu dong" kata Dion.


"Ya gimana gak di anggap serius coba. Kalau tadi ucapan kakak itu seperti bener - bener yakin dengan ucapannya. Iya nggak Sin" kata si bungsu sambil melihat Sinta dan bertanya kepadanya juga.

__ADS_1


"Hem. iya Gi bener tadi kak Dion bicaranya kaya serius gitu. Aku juga sempet kecewa takut ucapan kak Dion memang bener dan yakin. Tapi setelah kak Dion bilang cuman bercanda aku jadi merasa lega Gi. Keinginan kita untuk menghabiskan uang kak Dion dapat terlaksana." Kata Sinta Kepada si bungsu.


"Hem iya Sin, ucapan kamu bener juga" kata Si bungsu.


Lalu pembicaraan itu pun terhenti dengan sendirinya. Dan mereka bertiga pun pergi menuju pusat perbelanjaan.


Ketika sampai di pusat perbelanjaan yang mana tadi hampir membuat Anggi dan Sinta marah - marah tak jelas karena terjadi kemacetan. Yang entah karena apa terjadi macet itu. Tapi yang jelas mereka hampir menghabiskan waktu selama dua jam.


Tapi beruntungnya mereka kini sudah sampai di Pusat perbelanjaan dan sudah memilih sesuatu yang akan mereka beli sebagai misi pertama menghabiskan uang Dion.


Misi ini pun tak mereka berdua sia - sia kan. Karena kini mereka memilih barang - barang yang entah sudah barang ke berapa yang mereka beli. Dan diantara barang yang mereka beli itu, sebenernya barang yang tak begitu mereka inginkan, melainkan karena mereka ingin menghabiskan uang kak Dion yang menjadi orang yang akan membayar semua barang yang mereka beli.


Karena sudah merasa bosan dan lelah mereka berdua pun mengakhiri berbelanja nya itu dan di lanjut makan, berhubung karena Perut mereka sudah minta di isi. Maka dari itu mereka pun memutuskan untuk makan.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2