
"Bu, yah, mah, pah ini kapan makannya?" kata si bungsu bertanya pada semua orang yang ada di meja makan.
"Bentar lagi dek tunggu kakak - kakakmu dulu. Baru kita makan." kata ibu menjawab ucapan si bungsu.
"Iya adek tunggu kakak - kakak ya, bentar lagi juga pasti mereka datang." kata mamah menjawab ucapan si bungsu.
"Ini adek kayanya udah laper ya nggak bisa nahan" kata ayah pada si bungsu.
"Sepertinya memang gitu pak, keliatan dari wajahnya juga udah laper." kata papah ikut dalam pembicaraan.
"Bukan gitu ko yah, pah. Adek cuman udah..."
ucapan si bungsu yang terpotong.
"Udah nggak tahan kan" kata ibu yang memotong ucapan si bungsu.
"Atau nggak adek memang udah laper" kata mamah pada si bungsu.
"Bukan itu juga bu, mah tapi karena udah jelas itu yang adek maksud. Perut adek udah pengen di isi tapi kakak sama kakak ipar belum ke sini - ke sini dari tadi. Jadi adek udah sangat lapar."
__ADS_1
Bukannya menjawab lagi ucapan dari si bungsu ke empat orang yang ada di meja makan yaitu ayah , ibu, mamah, dan papah langsung tertawa begitu aja setelah si bungsu berucap pada mereka barusan.
"Hahahaha... hahaha.... hahahaha..."
"Kenapa pada ketawa, emangnya ada yang lucu ya?" kata si bungsu bertanya pada mereka semua.
"Hahaha... nggak ko dek nggak ada" kata ibu yang masih tertawa menjawab ucapan si bungsu.
"Terus ibu, ayah, mamah, sama papah ketawa kenapa?"
"Karena denger suara seseorang, ntahlah hingga akhirnya buat kita jadi tertawa. hahaha... aduh ini kenapa masih ketawa." kata mamah menjawab ucapan si bungsu.
"Hahaha... hahaha... susah ini untuk berhenti."
"Bener bu susah. Hahaha..." kata mamah menjawab ucapan ibu.
"Ini kenapa ya semua orang ko pada ketawa apa ada yang lucu gitu ya. Tapi maksud mereka suara seseorang itu suara siapa? em... aku pikir - pikir dulu deh tadi mereka ketawa setelah denger suara siapa ya?" kata si bungsu di dalam hatinya.
Lalu ia mulai memikirkan kembali kejadian sebelum mereka semua tertawa lepas begitu aja.
__ADS_1
Awalnya ia masih belum menemukan siapa orang yang di maksud itu. Tapi setelah ia memikirkan dengan seksama.
Akhirnya ia tahu siapa orang itu. Yang tak lain dan tak bukan itu adalah dirinya sendiri.
"Oh ya ampun, jadi karena aku mereka ketawa. Anggi, Anggi ko bisa nggak tau sih kamu. Padahal kamu yang membuat tertawa. Ckckck..." kata Anggi masih di dalam hatinya.
Saat Anggi ingin berkata untuk membuat mereka berhenti tertawa. Saat itu juga Ayunda dan Dion telah berada di meja makan. Dan mulai menyapa mereka terlebih dahulu.
"Selamat pagi semuanya, maaf ya Dion dan Ayunda datanganya terlambat." kata Dion pada mereka semua.
Yang seketika menjadi terdiam dan berhenti dalam tawanya saat mendengar suara Dion.
"Selamat pagi juga kak, ya udah ayo duduk" kata mamah yang pertama kali menjawab ucapan Dion.
"Pagi kak, nggak papa kak kami di sini tak apa - apa ko nunggu lama." kata ibu menjawab ucapan Dion.
"Jadi nggak enak, lain kali kita nggak akan kaya gini lagi. Maaf ya." kata Dion lagi pada mereka.
"Oh iya tadi ko pada ketawa. Lagi ketawa in apa?" kata Dion bertanya pada mereka.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼