Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Tak Seberani Itu


__ADS_3

"Kak... kak... kak... ayolah bicara lagi. Ih... makin nyebelin deh. Diem terus bisa nya. Kalau aku berani udah dari tadi aku buat kakak bicara ke aku. Tapi nyatanya aku tak seberani itu. Malah sama - sama diem. Ckckck... ckckck... Ayunda, Ayunda." kata Ayunda lagi di dalam hatinya.


Dion yang melihat perubahan ekspresi wajah Ayunda yang terlihat kesal tersebut. Sempat menunjukkan senyum tipisnya.


Tetapi senyum tersebut tak terlihat sama sekali oleh Ayunda. Membuat Dion langsung berbicara di dalam hatinya.


"Hem... yank, kamu pasti lagi ngata - ngatain kakak di dalam hati kamu saat ini. Tapi walaupun kamu ngata - ngatain kakak sih. Kakak tetep sayang sama kamu. Apalagi kalau liat wajah kesel kamu ini. Ko aneh ya yank, kakak malah suka liat wajah kamu yang lagi kesel kaya gini." kata Dion berbicara di dalam hatinya dan seolah - olah Ayunda mendengar ucapannya saat ini.


"Keliatan nya itu gimana ya? pokoknya susah deh yank, kalau harus di ungkapkan dengan sebuah kata - kata. Ucapan mu ini Dion sangat luar biasa. Hahaha... hahaha..." kata Dion di dalam hatinya lagi yang melanjutkan ucapannya. Sambil tertawa di ujung kalimat yang ia ucapkan di dalam hatinya itu.


"Kakak ko aneh sih, barusan ekspresi wajah nya susah di tebak. Lah sekarang ko malah keliatan ketawa ya wajahnya. Apa aku yang salah liat atau memang ini kenyataannya." kata Ayunda ketika melihat wajah Dion. Bahkan Ayunda sempat mengerutkan alis nya. Karena melihat ekspresi wajah Dion saat ini.


"Eh... ini ko sayang malah liatin aku kaya gini. Emangnya ada yang salah ya. Sama ekspresi wajah aku. Atau mungkin penampilan aku yang nggak baik. Tapi masa sih kaya gitu." kata Dion yang melihat Ayunda sedang melihat ke arah dirinya saat ini.

__ADS_1


"Mungkin cuman perasaan aku aja." kata Dion lagi pada dirinya sendiri.


Sedangkan Ayunda kini mulai memberanikan diri untuk bertanya pada Dion.


"Kak... kenapa liatin aku kaya gitu? emangnya ada yang salah ya sama diri aku." ini lah kata yang Ayunda tanyakan pada Dion.


Dion yang mendapatkan pertanyaan dari Ayunda secara tiba - tiba ini. Malah menjawab ucapan Ayunda dengan kelabakan.


"Kalau kakak nggak liatin aku, tapi kenapa arah pandangan kakak ngeliat nya ke aku. Apa yang kakak liat selain aku kalau arah pandangan kakak kearah aku coba." kata Ayunda menjawab ucapan Dion dengan sedit rumit.


"Em... intinya kamu jangan ge'er yank, kakak nggak lagi liatin kamu ko. Kamu kan bisa liat di sekeliling kamu itu ada apa aja. Ya kakak liat yang ada di sekeliling kamu aja. Bukan ngeliat kamu nya." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Masa sih kak, kaya gitu. Perasaan aku, ko nggak gitu ya kak." kata Ayunda yang tak percaya dengan ucapan Dion pada dirinya saat ini.

__ADS_1


"Emangnya apa gitu yank perasaan kamu?" kata Dion menjawab ucapan Ayunda dengan sebuah pertanyaan.


"Kalau perasan aku bilang sih. Kakak memang liatin aku." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Kapan bilang nya tuh yank, perasaan kamu nya bilang ke kamu." kata Dion bertanya lagi pada Ayunda.


"Barusan kak bilang ke aku nya kaya gitu." kata Ayunda menjawab asal ucapan Dion.


"Barusan, ko kakak nggak denger ya yank?" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2