Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Takut Dan Ragu Untuk Melangkah


__ADS_3

Huh... huh... huh...


Suara tarikan napas yang di keluarkan Ayunda tak kala pertemuan bibir itu akhirnya terlepas.


Dion yang melihat Ayunda menarik napas seperti takut orang lain mengambil udara di sekitarnya habis oleh mereka. Akhirnya merasa bersalah dengan tindakan berlebihannya itu.


"Maaf yank kakak nggak bermaksud buat kamu seperti ini" kata Dion meminta maaf pada Ayunda.


Ayunda tak langsung menjawab ucapan Dion. Karena ia saat ini masih mencoba untuk mengatur napasnya agar kembali seperti semula.


"Yank, ko nggak di jawab sih permintaan maaf kakak" kata Dion berbicara kembali setelah ia melihat Ayunda yang sepertinya tak mendengar ucapan permintaan maafnya itu.


"Bentar kali kak. Kakak emangnya nggak liat aku lagi ngatur napas ku dulu. Nanti kalau misalnya aku jawab langsung malah ucapan ku nggak terdengar dengan jelas sama kakak" kata Ayunda pada Dion.


"Iya deh maaf" kata Dion pada Ayunda.

__ADS_1


"Maaf, maaf terus aja kata itu yang keluar. Nggak bosen apa bilang maaf terus" kata Ayunda malah mengomel.


"Ya terus kakak harus bilang apa, selain kata maaf" kata Dion yang sudah bingung mau bilang apa.


"Ya, intinya kakak jangan terus - terus bilang maaf. Sekali bilang maaf juga aku denger kali kak. Nggak perlu harus berulang kali." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Iya deh iya" kata Dion menjawab nya singkat.


Kini tak ada lagi pembicaraan diantara mereka. Dan mereka pun akhirnya memutuskan untuk sarapan. Berhubung perut mereka juga ingin segera di isi oleh sesuatu yang dapat membuat perut mereka tak meminta untuk di isi lagi.


Sampai tak terasa waktu malam pun tiba. Mereka berdua memutuskan untuk tidur lebih awal dari hari sebelumnya. Karena malam ini mereka tak melakukan aktivitas suami istri yang di lakukan di malam hari.


Tepat jam dua belas malam Ayunda terbangun dari tidurnya. Ia lalu mendudukkan tubuhnya itu di atas ranjang yang tadi ia tiduri. Terdengar suara burung hantu yang keluar dari patung burung hantu yang ada di kamar nya itu.


Ayunda tak lagi ketakutan tak kala iya mendengar suara burung hantu itu. Malah ia seperti biasa aja mendengarnya. Namun, setelah suara burung hantu itu telah berhenti dan tak mengeluarkan suara lagi.

__ADS_1


Ayunda langsung teringat dengan tujuan ia bangun dari tidurnya. Yaitu ia ingin minum karena saat ini ia merasa sangat haus.


Beranjak nya ia dari ranjang untuk pergi ke arah di mana terletak air di sana. Setelah ia sampai di tempat itu. Hanya tinggal tersisa sedikit air di sana.


Diminum lah air itu. Namun, masih tetap tak membuat rasa haus di diri Ayunda mereda. Hingga akhirnya ia mulai melangkahkan kaki keluar dari pintu kamar.


Ceklek...


Suara pintu yang di buka oleh Ayunda. Baru saja Ayunda ingin melangkahkan kaki keluar dari kamar. Ia merasa sedikit takut dan ragu untuk melangkah.


Karena suasana di sekeliling nya sangat aneh . Entahlah suasana apa itu, tapi yang jelas suasana itu buat Ayunda ketakuatan setengah mati. Sampai ia pun menutup kembali pintunya.


Dan dengan terpaksa ia langsung membangunkan Dion yang tertidur dengan lelap di ranjang saat ini.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2