
Tak lama setelah Ayunda menjawab ucapan Dion tersebut. Ia mulai membuka pintu perlahan demi perlahan.
Sehingga tak terasa pintu kini mulai terbuka sempurna.
Dion tanpa menunggu lama langsung masuk ke dalam penginapan saat pintu telah terbuka dengan sempurna.
"Yank, coba aja dari tadi kamu setuju bukain pintu kaya gini. Pasti sekarang kita udah ada di kamar." kata Dion yang saat ini sedang melangkahkan kaki menuju ke kamar mereka yang ada di penginapan.
"Ya udah lah kak, jangan di bahas lagi." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Iya deh iya nggak akan di bahas lagi." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Beneran kan kak."
"Iya beneran yank."
"Eh iya kak, ko mamah, papah, ibu sama ayah nggak keliatan ya. Padahal kan kakak tadi panggil - panggil ya. Tapi ko nggak ada satu pun yang datang." kata Ayunda yang heran Karena ketika ia memasuki penginapan ia tak melihat ada orang sama sekali di dalam penginapan.
"Nggak tau yank, mungkin lagi pada di kamar masing - masing kali yank. Atau bisa juga lagi pada keluar." kata Dion yang saat ini mulai menaiki tangga.
"Gitu ya kak, eh.. tapi ngomong - ngomong kita udah naik tangga aja ya kak. Perasan baru deh kita masuk ke penginapannya. Ini udah mau nyampe ke kamar aja." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Ya itu artinya kakak semangat bawa kamu nya yank. Makannya sekarang udah mau nyampe aja." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Tapi kak, kalau kakak semangat. Itu artinya aku beneran nggak berat ya kak. Kalau boleh tau nggak beratnya kaya apa sih kak." kata Ayunda yang penasaran ingin mengetahui berat badan ia pada Dion yang sedari tadi tetep menggendongnya.
"Berat kamu tuh seringan kapas yank. Makannya saat kakak gendong kamu nih. Kakak kaya yang nggak bawa apa - apa." kata Dion memberitahukan apa yang Ayunda tanyakan pada dirinya.
__ADS_1
"Jangan berlebihan gitu deh kak. Masa iya badan aku segede gini bisa jadi seringan kapas. Ada - ada aja. Kalau aku kaya gitu sih, artinya aku nggak punya tulang dong. Soalnya kan kapas itu nggak bertulang." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Hahaha... kamu nih yank, maksud kakak tuh perumpamaan aja, bukan kamunya beneran seperti kapas." kata Dion yang tertawa saat menjawab ucapan Ayunda.
"Oh gitu, kirain aku seperti kapas." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Nggak lah yank, kamu nggak seperti kapas." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
Dan tanpa Ayunda sadari kini mereka pun telah sampai di depan kamar mereka.
Ayunda tak menyadari ia telah berada di depan pintu karena Ayunda sedari tadi terus melihat ke arah Dion.
"Yank buka lagi pintu nya." kata Dion meminta Ayunda untuk membuka pintu kamar.
"Pintu apa lagi kak, emangnya kita udah ada di mana." kata Ayunda yang aneh ketika ia mendengar Dion yang meminta dirinya untuk membuka pintu.
"Pintu kamar, emangnya kita udah sampai di depan pintu kamar kita gitu." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Udah" kata Dion hanya menjawab ucapan Ayunda dengan satu kata saja.
"Masa sih" kata Ayunda yang langsung melihat ke arah pintu kamar.
Setelah ia melihat ke arah pintu kamar, benar saja pintu itu pun tepat berada di depannya saat ini.
"Ko bisa cepet gini sih kak, padahal baru banget kita naik tangga. Ko udah sampai aja." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Ya kan kakak nya juga jalan yank nggak diem di tempat. Kalau kakak diem di tempat sih pasti sekarang ini ya, kita nggak akan sampai di depan sini." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
__ADS_1
"Hehehe... iya juga ya, ko baru kepikiran." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Entahlah yank, ya udah sekarang buka deh pintunya. Kamu mau turun kan." kata Dion meminta Ayunda agar segera membuka pintu.
"Iya aku mau turun kan, em... semangat deh akunya kalau misalnya bahas tentang turun." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Bisa aja kamu yank, ya ayo buka pintunya." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Oke kak" kata Ayunda langsung membuka pintu kamar.
Ketika pintu telah terbuka, ia mulai masuk ke dalam kamar. Tak lupa kamar pun di kunci terlebih dahulu oleh Ayunda atas permintaan Dion.
Setelah pintu di kunci, Dion pun mulai membawa Ayunda menuju ke tempat tidur.
Namun, sebelum itu Ayunda sempat meminta Dion untuk menurunkannya lagi tapi tak di dengar sama sekali oleh Dion.
"Kak udah, sekarang akunya di turunin aja. Nggak perlu di gendong terus. Aku nya udah pegel dari tadi di gendong terus sama kakak." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Bukannya ke balik ya yank, harusnya kan kakak yang pegel bukan kamu." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Gitu ya kak harusnya, tapi beneran loh kak aku tuh pegel dari tadi ada di gendongan kakak terus." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Masa sih yank, em... ya udah kalau pegel biar sekalian kakak pijitin kamu biar nggak pegel lagi nanti." kata Dion menjawab ucapan Ayunda sambil menawarkan dirinya untuk memijit Ayunda.
"Ah... nggak perlu kak, aku nya udah nggak pegel ko." kata Ayunda yang langsung buru - buru menjawab ucapan Dion dan menolak Dion yang ingin memijit dirinya.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼