
Percakapan itu pun akhirnya berakhir untuk sejenak. Karena kini Ayunda sedang memperlihatkan setiap sudut penginapan itu pada si bungsu.
Sampai si bungsu merasakan ketakutan juga. Saat di perlihatkan semua sudutnya oleh Ayunda.
Berbagai hal yang di perlihatkan Ayunda pun tak luput dari rasa penasaran si bungsu. Seperti saat ini si bungsu pun mulai memperlihatkan keingintahuannya.
"Eh kak itu patung harimau atau hewan aslinya. Cantik dan imut ya kak" kata si bungsu yang mulai bertanya tak lupa juga mengeluarkan perkataan yang membuat Ayunda sampai tak habis pikir sama adek nya itu.
"Oh itu patung, bukan asli. Lucu ya dek, mau kakak bawa pulang untuk oleh - oleh" kata Ayunda yang menjawab pertanyaan adek nya.
"Bisa gitu kak, kalau bisa boleh boleh kak. Sekalian di bungkus aja sama ularnya ya kak. Seru ni, nanti aku pajang di kamar. Pasti kamar ku makin rame kak." kata si bungsu yang menjelaskan panjang lebar keinginannya mau patung harimau itu.
"Kamu ada - ada aja dek, emangnya ini patung kecil apa harus di bungkus. Segede gini loh dek harus di bungkus. Capek dan ribet deh bawanya" Jawaban Ayunda pada si bungsu.
"Ya udah deh ga usah aja kak" kata si bungsu yang mulai terbawa emosi.
"Ko nyolot sih ucapan kamu dek" kata Ayunda yang sama - sama terbawa emosi.
Ya begitu lah karakter mereka terkadang saling menunjukan kasih sayang dan perhatian dan terkadang saling bertengkar dan tak mau mengalah.
"Ya terus adek harus kaya gimana?" Bukannya menjawab si bungsu malah balik bertanya.
"Lupain nggak usah di bahas lagi. Sekarang kamu udah kan liat - liat nya jadi kakak matiin ya" kata Ayunda pada si bungsu.
"Ih bentar kak, aku belum selesai liatnya. Oh iya tadi aku kaya liat kursi goyang deh. Coba kakak ke sana biar aku bisa liat kursinya dengan jelas" kata si bungsu yang masih ingin melihat tempat itu.
"Nggak ah dek, kakak takut nanti kalau misalnya kursi itu goyang sendiri gimana. Apalagi kakak ipar mu belum kembali ke sini lagi" kata Ayunda yang menolak keinginan si bungsu.
Namun, si bungsu tak kekurangan ide ia pun, mengeluarkan kemampuannya dalam membujuk. Hingga akhirnya Ayunda pun dengan suka tak suka mengiyakan ke inginan adek nya itu.
__ADS_1
Disinilah Ayunda sekarang berada di dekat kursi goyang dan mengarahkan kamera itu ke kursinya agar si bungsu dapat melihat dengan jelas.
Kemudian setelah ia melihat kursi itu. Si bungsu pun meminta hal lain padanya. Supaya ia duduk di kursi itu. Dengan alasan bahwa Ayunda mewakili adek nya yang ingin duduk di kursi itu.
Setelah duduk di bangku. Adek pun meminta Ayunda untuk memperlihatkan kameranya ke pohon beringin dan ayunan yang ada di sana. Kemudian Ayunda memberitahukan bagaimana pendapatnya tentang pohon itu. ketika adek tadi bertanya mengenai pohon itu.
Lalu setelah Ayunda selesai mengungkapkan pendapatnya terdengarlah sebuah lagu di sebrang Vidio yang di putar.
"Ding Dong" dari Reka Putri.
Ding dong kudatang padamu bukalah pintu
Tak mungkin sembunyi dariku
Ding dong kudatang padamu bukalah pintu
Kau tak bisa lari dariku
Kutatap erat wajahmu
Kau diam membeku
Kudatang mendekatimu
Ding dong kudatang padamu siapkah kamu
Lari dan sembunyi dariku
Ding dong menuju arahmu cepatlah lari
__ADS_1
Larilah dan cepat sembunyi
2 dari 3 halaman
Kudengar langkahmu
Kudengar desah nafasmu
Dan detak jantungmu
Ku 'kan temukan dirimu
Kau sangat payah dalam sembunyi
Kau sangat payah dalam sembunyi
Kau sangat payah dalam sembunyi
Oh rambutmu terlihat
Tik tok di depan kamarmu kuketuk pintu
Dan mencoba masuk kamarmu
Tik tok di dalam kamarmu kucari kamu
Akan kutemukan dirimu
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼