
"Ko malah diam si kak, kakak nggak mau jawab ucapan ku itu." kata Ayunda dengan suara yang terdengar tak bersahabat.
"Em... apa yank, nggak ko yank itu anu... kakak lagi mikirin jawaban yang tepat yank, biar nggak salah jawab lagi." kata Dion mencoba untuk menghindar dari kemarahan Ayunda.
"Alasan bilang aja kalau nggak mau jawab, kan gampang nggak perlu muter - muter kaya gitu." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Nggak yank kakak nggak alasan ko, bener deh kakak lagi mikir dulu takut salah jawab, kan bisa berabe kalau salah jawab." kata Dion berucap apa adanya.
"Berabe gimana sih kak? jangan buat aku makin marah deh dengan setiap ucapan yang kakak keluarin itu." kata Ayunda lagi dengan nada sedikit tinggi.
"Lah yank kakak kan cuman bilang gitu aja. Ko marah sih."
"Terserah aku lah, lebih baik kakak diam aja nggak usah ngomong lagi. Bikin pusing aja ngomong terus."
"Ya ampun yank gini amat sih sama kakak"
"Lah terus aku harus kaya gimana?"
"Yah biasa aja yank nggak usah seperti ini."
"Suka - suka aku lah"
__ADS_1
Bukannya menjawab lagi ucapan Ayunda Dion malah berucap dalam hatinya.
"Gini amat sih punya istri kalau udah bersikap kaya gini susah banget di ajak damai. Tapi walau sikap nya kaya gini aku tetep sayang ko sama kamu yank." kata Dion dalam hatinya.
"Kak nggak mau jawab lagi ucapan aku"
"Nggak yank kakak lebih baik diam aja sesuai yang kamu suruh tadi."
"Payah, berani nya cuman segitu aja"
Kata itu pun akhirnya mengakhiri percakapan antara Dion dan Ayunda barusan. Karena saat ini mereka berdua malah saling diam tanpa mau berucap lagi.
Sampai - sampai Ayunda pun mulai merasa mengantuk. Hingga di menit berikutnya Ayunda pun tertidur dengan lelap.
"Yank kamu ini kalau lagi marah susah banget buat ngalah sih maunya menang terus, tapi kalau tidur kaya gini liat nya adem juga." kata Dion dalam hatinya ketika ia melihat Ayunda yang sedang tertidur dan tanpa sengaja bibir Dion pun tersenyum saat melihat wajah Ayunda tersebut.
Di saat Dion sedang sibuk - sibuk nya memandang wajah Ayunda. Pak supir pun lalu mulai berbicara pada Dion.
"Den ini kita ketempat yang den Dion bilang waktu itu kan." kata pak supir pada Dion.
"Iya pak yang waktu itu"
__ADS_1
"Baik den"
Percakapan itu pun berakhir, kini Dion mulai melanjutkan melihat lagi wajah Ayunda yang tertidur pulas.
Hingga tanpa di duga karena terlalu memperhatikan wajah Ayunda. Ia pun di buat terlena oleh wajah Ayunda tersebut.
Akhirnya membuat ia pun mulai ingin menyusul Ayunda dalam mimpinya itu. Karena saat ini Dion pun mulai memejamkan matanya untuk tertidur sejenak sebelum sampai ke tempat tujuan.
Beberapa menit kemudian pak supir pun mulai membangunkan Dion yang sedang tertidur itu.
"Den, den Dion kita udah sampai" kata pak supir yang mencoba membangunkan Dion.
Tak ada pergerakan sama sekali dari Dion. Setelah di panggilnya itu. Hingga membuat pak supir pun kembali mencoba membangunkan Dion lagi.
"Den, den Dion udah sampai den"
"Em...eh iya pak" kata Dion yang mulai membuka kelopak matanya. Setelah ia mendengar panggilan kedua dari pak supir.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1