
"Aku yakin nih, madam Lexi pasti lagi bicarain aku. Soalnya udah keliatan banget dari wajahnya yang kebingungan itu. Hehehe... lucu deh liat nya." kata si bungsu yang malah berbicara juga di dalam hatinya. Bahkan ia pun sempat tersenyum melihat madam Lexi yang sedang kebingungan saat ini.
"Eh... tunggu, tunggu itu barusan cantik kaya yang tertawain aku deh. Apa aku salah liat, tapi masa sih salah liat. Beneran deh aku liat cantik nih tertawa." kata madam Lexi yang secara kebetulan melihat bibir si bungsu yang seperti tersenyum. Namun masih samar - samar.
"Aduh... kayanya nih senyum udah mulai ketauan deh sama madam. Bodoh banget sih kamu Anggi. Ko malah lupa nggak bisa tahan tawanya." kata si bungsu yang mulai curiga bahwa saat ini madam Lexi telah melihat tawa yang ia keluarkan saat berbicara tentang madam Lexi di dalam hatinya.
"Hem... gimana dong?" kata si bungsu lagi yang meneruskan ucapannya itu.
Lalu si bungsu pun mulai terdiam, entah ia sedang menunggu madam Lexi mengeluarkan suaranya atau karena ia sedang berpikir tentang jawaban yang akan ia berikan ketika sewaktu - waktu madam Lexi bertanya pada dirinya.
"Em... cantik... ko liatin madam nya kaya gitu. Apa ada yang salah sama wajah dan tubuh madam. Apa make up nya madam berantakan atau baju yang madam kenakan ini sedikit nggak rapih." kata madam Lexi pada si bungsu.
__ADS_1
Sambil kemudian madam Lexi mulai melihat tubuh nya dari atas sampai bawah. Bahkan baju yang ia kenakan pun sempat ia rapih kan kembali dengan ke dua tangannya.
Rambut palsu yang di kenakan nya juga tak lupa ia perbaiki. Karena takutnya rambut itu terlihat berantakan.
Sementara si bungsu orang yang di tanya oleh madam Lexi. Malah berusaha menahan tawa agar tak keluar dengan begitu kerasnya. Ketika melihat tingkah madam Lexi saat ini.
"Tahan Anggi, tahan. Jangan sampai kamu kelepasan tertawa. Tapi... gimana ya, aku udah nggak kuat pengen ketawa keras. Em... pokonya harus tahan nggak boleh ketawa. Yo Anggi kamu pasti bisa." kata Anggi yang berkata pada dirinya sendiri sambil di jawab juga oleh nya dan tak hanya itu Anggi pun sempat memberikan semangat juga pada dirinya.
"Eh... iya madam, maaf barusan aku lagi pengen diem madam. Nggak bakalan dong madam, emangnya aku bakalan kesambet apaan coba?" kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi sambil bertanya juga pada madam Lexi.
"Kalau kesambet biasanya karena apa?" kata madam Lexi bukannya menjawab ucapan si bungsu, ia malah bertanya balik pada si bungsu.
__ADS_1
"Ya macem - macem madam, makannya barusan aku tanya ke madam karena kan kesambet itu ada banyak macam nya. Atau madam baru tau kalau kesambet itu ada banyak macam nya dari aku barusan." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.
"Emangnya apaan cantik? kesambet aja banyak macam nya. Nggak sekalian rasa kesambet nya juga bervariasi." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu.
"Hem... kalau itu sih, kayanya masih dalam tahap acc deh madam. Soalnya kaya yang baru denger juga." kata si bungsu menjawab asal ucapan madam Lexi.
"Oh gitu, kira - kira berapa lama bisa tau di acc atau nggak." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1