Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Kesempatan Yang Langka


__ADS_3

"Ya gapapa. Nanti kakak bisa beli lagi tiketnya. Kalau misalnya berangkat juga percuma" kata Dion.


"Itu sih terserah kakak" kata Ayunda.


Akhirnya mereka pun menyudahi pembicaraannya itu. Dan mereka langsung terlelap dalam tidurnya.


Pagi hari pun tiba, terlihat sepasang suami istri yang masih tertidur dalam mimpinya dan saling berpelukan. Setelah pembicaraan semalam yang seperti hampir tak ada habisnya berdebat tentang tiket bulan madu.


Berakhir dengan seperti layaknya seseorang yang tak bisa di pisahkan dalam hal apa pun.


Beberapa detik kemudian salah satu dari mereka seperti akan membuka kelopak matanya.


Dilihat lah seseorang yang berada dihadapannya yang sedang memeluknya. Layaknya guling yang nyaman saat di peluk ketika belum memiliki pasangan.


Sebuah wajah yang teduh dan damai ketika ia tertidur layaknya sesuatu yang tak bisa di biarkan dan di lewati begitu aja. Setiap detik hembusan nafasnya membuat hati menjadi senang.


Satu menit, dua menit, tiga menit memandang wajah tertidur itu. Seperti tak ingin kehilangan kesempatan melihatnya barang semenit pun.


Entahlah padahal masih ada hari - hati lain dan kesempatan lain bisa melihatnya seperti ini lagi. Tapi ini seperti kesempatan yang langka dan sayang untuk di lewatkan.

__ADS_1


Lima menit kemudian orang di lihat pun mulai membuka kelopak matanya. Perlahan demi perlahan kelopak mata itu pun membuka sempurna.


Dilihat lah seseorang yang di peluk olehnya masih tertidur dengan sangat tenang. Matanya yang indah saat dilihat kini masih menutup matanya.


Perlahan iya mendekatkan bibirnya ke mata yang tertidur itu. Ketika bibir sudah hampir dekat dengan mata itu pun, terbuka dengan sendirinya.


Hingga ciuman itu, harus terhenti karena salah tingkah, sudah ketahuan ingin mencium dan gugup juga.


"Hem, kak mau ngapain" kata Ayunda yang berpura - pura tidur lagi tadi.


"Em...i..tu tadi ada nyamuk di mata kamu" kata Dion yang tertangkap mau mencium Ayunda dan beralasan.


"Bukan lah. Pede banget kamu" kata Dion berkilah.


"Oh kirain" kata ayunda singkat.


Akhirnya mereka pun bangkit berdiri dan melakukan aktivitas yang akan mereka lakukan masing - masing. Seperti Dion yang langsung masuk ke dalam kamar mandi. Dan Ayunda pergi ke dapur untuk bantuin Ibu memasak sambil mencuci muka di kamar mandi yang ada di dapur.


"Ibu, ada yang bisa Ayunda bantu?" kata Ayunda.

__ADS_1


"Ada tuh, kamu potongin sayuran itu ya" kata bunda menunjuk sayurannya.


"Iya bu siap" kata Ayunda.


Ayunda pun mulai mengambil sayurannya dan lalu memotong - motong sayuran itu. Setelah selesai memotongnya iya pun kemudian mencuci sayuran yang di potong - potong itu.


Setelah di cucu Ayunda pun menghampiri ibu kembali. "Bu, ini sayuran yang udah di potongnya di kemana in" kata Ayunda.


"Simpan disini aja nak" kata ibu sambil menunjuk tempat yang tepat untuk menyimpan sayurannya agar mudah di ambil saat ingin di masak.


Ayunda pun menyimpan sayurannya itu dan menanyakan kembali apakah ada yang harus ia kerjain lagi.


"Bu ada yang bisa Ayunda bantu lagi nggak" kata Ayunda.


Ada nak, tuh bantuin bibi tatain makanan yang udah matang di meja makan" kata ibu kepada Ayunda.


"Siap bu " dengan semangat Ayunda pun langsung mengerjakannya. Yang dilihat nya bibi sedang menyiapkan makanan nya itu di meja.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2