
"Hem... gimana dong?" kata si bungsu sambil mengusap air matanya.
"Ya udah kita udahi ketawanya. Biar bisa berhenti." kata Ayunda memberikan solusi.
"Tapi aku masih pengen ketawa kak."
"Hadeh... kalau kaya gitu susah berarti."
"Bercanda kali kak, aku bisa ko udahi tertawa nya."
"Ih... kamu dek, bercanda ko nggak bilang - bilang."
"Bukan bercanda dong kak namanya, kalau harus bilang dulu. Aneh nih kakak."
"Bener juga sih dek ucapan kamu. Mana ada ya orang bercanda tapi bicara dulu ke orangnya." kata Ayunda yang mulai sadar dengan ucapannya.
"Iya lah kak nggak ada. Hahaha... hahaha... bercandanya kakak ini bikin ketawa tau nggak." kata si bungsu yang malah ketawa dengan ucapan Ayunda.
"Masa sih dek. Padahal ya, kakak nggak ada niat loh buat bercanda. Tapi ternyata kakak malah bisa bercanda." kata Ayunda yang tak menyangka dengan ucapannya sendiri.
"Hem... itu artinya kakak hebat dong. Bisa bercanda tanpa berniat sebelumnya. Wah patut di contoh ini mah." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.
"Kamu bisa aja bicaranya dek." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.
__ADS_1
Itulah ucapan Ayunda dan si bungsu saat mereka telah masuk ke dalam penginapan.
Membuat Dion yang berada di belakang mereka hanya bisa mendengarkan ucapan mereka.
Walau sebenarnya ia ingin ikut dalam pembicaraan Ayunda dan si bungsu. Tetapi ia urungkan niat tersebut untuk mendengarkan ucapan mereka saja.
"Seru banget sih yank, dek bicaranya. Ko kakak nggak di ajak sih." kata Dion yang sudah melihat Ayunda dan si bungsu tak berbicara lagi.
Sehingga ia langsung mengeluarkan suaranya pada mereka.
"Ya ampun kak, aku kira kakak nggak ada di belakang aku. Maaf ya kak." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Iya kakak ipar, maafin adek juga ya. Yang malah asyik bicara sama kakak tapi lupa juga sama kakak ipar yang ada di belakang." kata si bungsu meminta maaf pada Dion.
"Hem... kalian kompakan banget sih, lupa sama kakak." kata Dion menjawab ucapan Ayunda dan si bungsu.
"Iya kakak ipar maaf." kata si bungsu menjawab ucapan Dion.
"Iya deh kali ini kakak maafin. Tapi lain kali kakak mikir dua kali buat maafin nya." kata Dion menjawab ucapan mereka berdua.
"Leganya, makasih ya kak." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Iya kakak ipar makasih." kata si bungsu juga menjawab ucapan Dion.
__ADS_1
"Iya" kata Dion menjawab singkat ucapan mereka berdua.
Kemudian pembicaraan mereka pun berhenti dengan sendirinya. Dan saat ini mereka bertiga sedang duduk di ruang keluarga.
Tak lama setelah itu terdengar suara mamah, papah, ibu dan ayah yang memanggil mereka bertiga.
Setelah itu si bungsu pun pamit pada Dion dan Ayunda untuk membuka pintu.
"Dek..., Ayunda..., Dion... buka pintunya. Mamah, papah, ibu sama ayah mau masuk." kata mamah memanggil mereka bertiga.
Begitu pun ibu tak jauh berbeda sama - sama memanggil mereka bertiga.
Kemudian si bungsu pun menjawab ucapan mamah dan ibu.
"Iya mah, iya bu. Bentar aku buka pintunya. Tunggu dulu ya." kata si bungsu menjawab panggilan mamah dan ibu cukup keras.
Membuat Ayunda dan Dion sempat kaget mendengar ucapan si bungsu tersebut.
"Ih... dek kamu nih, bikin kaget tau." kata Ayunda pada si bungsu.
"Iya dek ko bikin kaget sih." kata Dion pada si bungsu.
"Hehe... maaf kak, maaf kakak ipar. Abisnya kakak sama kakak ipar nggak langsung jawab sih panggilan mamah sama ibu. Jadinya aku refleks langsung jawab dengan suara keras. Maaf ya kak sama kakak ipar." kata si bungsu menjawab ucapan Dion dan Ayunda.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼