
"Kebiasaan kamu yank, kalau udah buat penasaran pasti gak jadi diterusin ucapannya itu. Ntar, kalau kamu kaya gitu terus. Kakak hukum juga kamu yank." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Oh ya, kakak berani emangnya mau kasih hukuman." kata Ayunda menjawab ucapan Dion dengan nada mengejek.
"Beranilah, kenapa harus takut?" kata Dion menjawab santai ucapan Ayunda. Bahkan ia pun malah bertanya pada Ayunda bukan marah atau sejenisnya atas ucapan Ayunda barusan. Ia malah bersikap biasa - biasa saja.
"Hem... gitu ya, ya udah kalau gitu hukum aku aja sekarang. Aku kan udah buat kakak penasaran. Pengen tau aku, akan dapet hukuman apa dari kakak." kata Ayunda menjawab ucapan Dion sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.
"Sekarang masih di toleransi, jadi gak akan kakak hukum. Tapi, kalau lain kali kamu buat kakak penasaran lagi. Kakak akan beneran hukum kamu." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
Dengan mengembungkan kedua pipi, sebelum menjawab ucapan Dion. Ayunda kemudian langsung menjawab ucapan Dion.
"Huh... aku kira mau langsung di hukum. Kakak juga ternyata sama aja kaya yang aku lakuin, suka bikin penasaran. Apa iya, aku lakuin kesalahan lagi biar tau hukuman apa yang akan kakak kasih ke aku. Kalau harus kaya gitu sih, lebih baik gak perlu tau aja sekalian. Males deh aku bicara sama kakaknya juga. Aku pergi dulu ya, dah kakak." kata Ayunda menjawab ucapan Dion sambil pamit meninggalkan Dion.
__ADS_1
Dion yang melihat kepergian Ayunda, kini belum menyadari bahwa Ayunda telah meninggalkan dirinya.
Sehingga saat ini yang Dion lakukan hanya terdiam tanpa berniat sedikit pun mengejar Ayunda.
Namun, di saat Ayunda hampir tak terlihat lagi dari pandangannya. Ia barulah tersadar kembali dan bergegas mengejar Ayunda sambil memanggil - manggil Ayunda.
"Ya ampun Dion, kenapa masih diem aja kaya gini. Liat tuh istri mu udah pergi. Masa kamu masih mau diem kaya gini. Kejar dong bukan diem kaya gitu." kata suara hati Dion pada dirinya sendiri.
Membuat Dion kini mulia berjalan dengan cepat untuk mengejar Ayunda.
"Yank, tunggu. Kakak ko malah di tinggal sih. Tunggu yank, tunggu." Kata Dion pada Ayunda dengan berteriak.
Ayunda yang mendengar suara Dion tak menghiraukan sama sekali. Karena bisa dilihat dengan apa yang dilakukan Ayunda saat ini yang terus berjalan, bukan mengehentikan langkahnya itu. Melainkan malah menambah kecepatan dalam langkahnya.
__ADS_1
"Yank jangan cepet - cepet jalannya. Capek nih yank kakak kejar kamu terus kaya gini. Pelan dikit kek jalannya. Bukan malah di tambah kaya gitu." kata Dion yang protes dengan apa yang di lakukan oleh Ayunda.
"Kakak kan bisa jalannya lebih cepat lagi. Masa kaya gitu aja bilang capek. Kakak nih payah." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Yank kamu berani bilang kakak payah. Awas ya, ntar kalau kakak bisa kejar kamu. Kakak kasih kamu hukuman karena udah bilang payah." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Oke, aku tunggu hukuman nya kak." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
Mendengar jawaban dari Ayunda tersebut. Kini membuta Dion semakin mempercepat jalannya. Bahkan tak segan - segan ia malah berlari untuk mengejar Ayunda.
Sampai tak teras jarak ia dan Ayunda sudah hampir berdekatan.
"Bersiaplah yank, kamu akan dapat hukuman dari kakak." kata Dion yangg sempat mengagetkan Ayunda.
__ADS_1
Bersambung...