
"Kakak mah ada - ada aja sih" kata Ayunda setelah mendengar ucapan Dion yang dramatis itu.
"Ya nggak papa dong yank. Biar lebih gimana gitu" kata Dion makin aneh jawabannya.
"Terserah kakak lah" kata Ayunda dengan begitu saja.
"Siap" kata Dion sambil memberi hormat setelah ucapannya itu pada Ayunda.
Hingga akhirnya Ayunda pun di buat melongo dengan tingkah Dion itu padanya. Namun itu tak berjalan lama karena Ayunda mulai menormalkan kembali keadaannya seperti semula.
Setelah beberapa menit. Dimana tadi Ayunda sibuk dengan makanan nya itu. Kini makanan itu pun habis tak tersisa. Sehingga perut Ayunda pun sudah sangat kenyang.
"Em... kenyang nya" kata Ayunda yang telah selesai makan.
"Udah yank makannya" kata Dion yang berada di sampingnya itu.
"Belum kak. Makannya aku tadi bilang kenyang. Gimana sih kak, masa ia aku belum selesai makannya tapi perut aku udah kenang. Ckckck... kakak kakak" kata Ayunda sambil menggelengkan kepala di akhir kalimatnya itu.
"Ya kakak kira belum yank. Maaf deh maaf kakak salah" kata Dion pada Ayunda.
__ADS_1
"Hem" jawab Ayunda hanya dengan deheman saja karena ia males menjawab terlalu panjang ucapan Dion itu.
"Terus sekarang mau langsung ke kamar atau di sini dulu" kata Dion bertanya pada Ayunda.
"Em... di sini dulu aja deh kak sebentar. Nanti baru ke kamar" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Oke deh yank" kata Dion menyetujui ucapan Ayunda.
Beberapa menit kemudian. Ayunda pun mulai menguap. Dan akhirnya ia pun memberitahukan Dion bahwa ia ingin pergi ke kamar.
"Kak, ke kamar yuk" kata Ayunda mengajak Dion ke kamar.
"Yah tidurlah kak masa iya masak, kan aneh" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Oh kakak kira mau ngapain. Ya udah yuk sekarang aja" kata Dion menjawab ucapan Ayunda sambil mengiyakan ajakan Ayunda itu.
"Yuk" kata Ayunda sambil melangkah kan kaki menuju kamar mereka.
Langkah demi langkah akhirnya mereka pun tiba di depan kamar mereka itu. Namun, saat Dion telah memegang gagang pintu. Ayunda pun seketika berucap pada nya.
__ADS_1
"Kak tunggu" kata Ayunda pada Dion.
"Kenapa yank?" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Itu kak anu aku ko merasa merinding ya mau masuk kamar nya. Kakak tau kenapa nggak kira - kira." kata Ayunda memberitahukan kenapa ia berucap tunggu pada Dion.
"Masa sih yank kamu merinding. Tapi kakak nggak merinding ko. Itu cuman... " kata Dion yang langsung di potong ucapannya itu oleh Ayunda.
"Cuman apa kak. Kakak ko kaya yang nggak percaya gitu sih sama ucapan aku" kata Ayunda pada Dion.
"Mulai deh bersikap kaya gini. Ah... bisa panjang ini mah pembahasannya. Harus cari cara nih biar nggak panjang pembicaraannya. Aku kan udah nggak sabar ingin minta syarat yang harus di penuhi dari tadi sih seharusnya." kata Dion dalam pikirannya itu.
Hingga akhirnya Ayunda pun berbicara lagi pada Dion karena Dion tak menjawab ucapannya itu. Malah bengong seperti ini.
"Kak ko nggak di jawab sih" kata Ayunda menunjukkan wajah kesalnya.
"Eh... nggak ko yank bukannya kakak nggak percaya tapi karena kakak aneh aja. Kenapa cuman kamu aja yang merasa merinding tapi kakak nggak. Cuman itu aja sih." kata Dion yang sudah menemukan jawaban yang pas untuk menjawab ucapan Ayunda itu. Tapi ia tak tahu apakah jawabannya itu dapat di terima dengan baik oleh Ayunda atau malah sebaliknya. Dan sekarang ia pun mulai harap - harap cemas menanti ucapan yang keluar dari bibir Ayunda.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼