Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Cepet Banget


__ADS_3

Saat papah akan menjawab ucapan mamah. Tiba - tiba terdengar suara dari si bungsu.


"ibu, ayah, mamah, papah. Kami udah datang." kata si bungsu pada mamah, papah, ibu dan ayah.


"Cepet banget dek, padahal kan kamu baru pergi nya juga, nggak sampai 5 menit kan. Ko udah ke sini lagi." kata ibu yang tak percaya dengan kedatangan si bungsu.


"Hehe... bisa dong bu, adek gitu loh. Apa sih yang nggak bisa sama adek. Semuanya kan bisa kalau udah di tangan adek." kata si bungsu menjawab ucapan ibu dengan membanggakan diri sendiri.


"Hem... nyesel ibu bilang kaya barusan sama kamu dek." kata ibu menjawab ucapan si bungsu.


"Jangan nyesel - nyesel bu, nggak baik. Harusnya ibu setuju ucapan aku. Itu baru namanya baik." kata si bungsu seolah - olah mengingatkan ibu.


"Setuju apa dek? ibu nggak harus setuju ucapan kamu. Mana ada kaya gitu dek. Kamu ini kan..." kata Ayunda yang ikut dalam pembicaraan antara ibu dan si bungsu.


Tetapi ia malah terdiam tak meneruskan lagi ucapannya itu. Sepertinya hal yang di ucapkan Ayunda ini makin penasaran buat orang yang menunggu kelanjutan ucapan Ayunda.


Salah satu nya adalah si bungsu orang yang Ayunda bicarakan itu.

__ADS_1


"Ini kakak ko malah diem sih. Mana lama lagi, udah dari tadi nunggu ko masih diem aja. Bingung nya, tanya atau nggak ya."


"Tapi kalau nggak di tanya nunggu sampai kapan. Terus mau gimana lagi dong, aku juga penasaran."


"Hem... bingung."


Itulah kata - kata yang si bungsu ucapkan di dalam hatinya. Sebelum ia memutuskan untuk bertanya pada Ayunda.


Setelah cukup lama berbicara di dalam hati, si bungsu kini mulai memutuskan untuk bertanya pada Ayunda mengenai ia terdiam cukup lama saat ini.


"Kak" kata si bungsu memanggil Ayunda.


"Ko jadi kakak yang tanya, harus nya kan aku kak yang tanya." kata si bungsu protes pada Ayunda.


"Memang nya salah gitu dek." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.


"Salah sih nggak kak, tapi sedikit aneh." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.

__ADS_1


"Ya udah nggak papah deh, kalau sedikit kan yang penting nggak banyak." kata Ayunda menjawab asal ucapan si bungsu.


"Mana ada kaya gitu kak, kakak nih ya. Ih... bikin greget deh." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda sambil meremas kedua tangannya dan menunjukkan pada Ayunda remasan tangannya itu.


"Apa sih dek, ko jadi gini responnya, kakak kan nggak salah. Bukannya barusan kamu yang bilang gitu kan. Tapi kenapa respon kamu kaya gitu ke kakak." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.


"Nggak ko kakak ku sayang, itu barusan adek cuman lagi pengen kaya gitu aja." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.


"Lah ko jadi tiba - tiba bilang sayang. Biasanya nggak sampai kaya gitu kan." kata Ayunda yang aneh dengan ucapan si bungsu kepada dirinya karena tiba - tiba si bungsu berkata sayang terhadapnya.


"Memang nya nggak boleh ya kak, adek kan pengen bilang sayang ke kakak. Masa nggak boleh." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.


"Bukan nggak boleh, tapi agak sedikit aneh dek. Kamu kan nggak biasanya panggil kaya gitu ke kakak. Dan barusan ko kamu malah bilang gitu." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.


"Hem... bilang aja, kalau yang harus bilang itu, hanya kakak ipar. Hem... sedih nya, bilang sayang ke kakak sendiri aja nggak di bolehin. Sedih jadi nya aku kak." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2