Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Memberikan Kode


__ADS_3

Sambil menunggu mereka semua menjawab ucapan Dion. Dion dan Ayunda kini telah duduk bergabung bersama mereka di meja makan yang sama.


"Em... kami lagi ketawaain seseorang yang ucapannya itu buat kami pengen ketawa." kata ibu menjawab ucapan Dion dengan sebuah teka - teki.


Kenapa bilang seperti itu? karena ucapan yang ibu keluarkan itu masih belum jelas siapa orang yang di maksud itu.


Hingga membuat Dion menjadi penasaran untuk bertanya kembali siapakah orang itu.


"Oh gitu ya bu, tapi bu yang ibu maksud itu siapa?"


Sebelum menjawab ucapan Dion ibu sempat melihat wajah si bungsu terlebih dahulu.


Seperti memberikan kode bahwa orang yang di maksud itu adalah orang yang ia lihat sekilas. Agar ibu tak memberitahukannya secara langsung.


Dion yang melihat tatapan ibu tertuju pada si bungsu sudah memahami bahwa penyebab mereka tertawa adalah adik ipar nya ini.


"Siapa lagi coba kak kalau bukan..." kata ibu yang menunggu Dion menebaknya atau menghentikan ucapannya.

__ADS_1


"Hem... iya mah kakak udah tau, jadi nggak perlu di kasih tau." kata Ayunda yang mewakili Dion menjawab ucapan ibunya.


"Siapa gitu kak?" kata ibu mencoba bertanya apakah tebakan Ayunda benar atau salah.


"Tuh yang lagi cemberut" kata Ayunda menunjuk si bungsu yang memang sedang cemberut.


Si bungsu tak menghiraukan ucapan Ayunda. Entahlah mungkin ia masih marah karena semalem Ayunda dan Dion, mereka berdua tak ada yang menjawab ucapannya.


Walau ia tak ingin mempermasahkannya namun ia masih merasa sedikit marah dan tak terima di abaikan seperti itu.


Ibu yang masih menatap Ayunda langsung beralih menatap si bungsu. Dan saat ibu sudah melihat wajah si bungsu.


"Dek ko wajahnya cemberut gitu" kata ibu bertanya pada si bungsu.


"Em... nanti cantik nya ilang loh dek" kata mamah ikut mengeluarkan suaranya juga pada si bungsu.


"Iya nih kamu dek, pagi - pagi wajahnya udah kaya gini aja. Kenapa sih kamu dek?" kata Ayunda juga bertanya pada si bungsu.

__ADS_1


"Nggak papa ko bu, mah. Adek nggak kenapa - kenapa. Em... Adek masih cantik ko mah walau cemberut kaya gini." kata si bungsu hanya menjawab ucapan ibu dan mamah. Dan menghiraukan ucapan Ayunda.


"Lah - lah dek kakak juga kan tanya ke kamu ko hanya ibu dan mamah aja yang di jawab. Perkataan kakak nya nggak sama sekali. Kamu cemberut karena kakak." kata Ayunda yang protes pada si bungsu sambil bertanya juga pada si bungsu.


"Menurut kakak? aku harus apa?" kata si bungsu malah bertanya balik pada Ayunda.


"Ya setidaknya di jawab lah pertanyaan kakak. Kamu kaya yang..." kata Ayunda yang di potong oleh si bungsu.


"Yang apa kak? nggak sopan maksudnya. Lah terus semalem kakak gimana sikap nya ke aku?" kata si bungsu mulai sedikit emosi.


"Semalem sikapnya sama kamu (Sambil mengingat yang terjadi semalem) Oh jadi karena itu sekarang kamu cemberut. Hem... iya deh kakak salah karena nggak jawab pertanyaan kamu semalem." kata Ayunda setelah ia mengingat apa yang terjadi semalem.


"Sekarang baru aja minta maaf. Padahal aku tuh bertanya nya nggak susah loh kak. Cuman tanya kakak mau kemana? ckckck... tapi harus di abaikan kaya gitu."


"Iya deh iya kakak salah. Maafin ya dek." kata Ayunda pada si bungsu.


"Hem" kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda hanya dengan deheman saja.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2