
"Jadi wajahnya sangat mirip dengan bapak den" kata pak Dadang mencoba meyakinkan kembali ucapan Dion.
"Iya pak" kata Dion singkat.
"Bu itu berarti yang bertemu den Dion dan non Ayunda. Kakak ku bu, dia pasti tak ingin diganggu dengan keberadaan orang lain di penginapan ini." kata pak Dadang menyimpulkan kemungkinan orang yang di maksud Dion adalah kakak nya.
"Iya pak ibu juga sempat berpikir seperti itu. Karena ini bukan hal pertama yang kita dengar bukan pak. Bahkan sangat sering kita dengar ketika orang yang menginap disini tiba - tiba harus kembali secepatnya dari batas sewa yang disepakati." kata istri pak Dadang menjawab ucapan pak Dadang.
"Hem... sepertinya kaya gitu bu"
"Iya pak" kata istri pak Dadang singkat.
Dan ini akhirnya membuat Ayunda dan Dion saling Padang. Karena mereka tak paham dengan pembicaraan pak Dadang dan istrinya.
"Maaf pak maksudnya bapak, kakak bapak itu yang mana?" kata Dion yang mencoba mengetahui ketidak pahaman nya.
__ADS_1
"Itu den yang semalem ketemu aden sama non Ayunda. Sepertinya itu kakak saya deh den. Soalnya saya bener - bener nggak keluar rumah semalaman."
"Oh gitu pak. Lalu pak sekarang kakaknya bapak lagi dimana? ko kami jarang melihat kakak bapak ada di penginapan ini."
"Itu anu den. Em... gimana ya saya sebenernya takut aden shock setelah saya kasih tau kakak saya itu."
"Emangnya kenapa gitu pak sama kakak bapak?"
"Itu den. Tapi aden jangan bilang kalau saya nutup - nutupin ini dari aden ya dan aden juga jangan marah setelah saya kasih tau. Gimana den apa aden setuju dengan ucapan saya barusan."
"Em... jadi gini den sama non Ayunda. Sebenernya kakak saya itu adalah kembaran saya yang telah meninggal. Dan sampai saat ini ia selalu muncul pada pengunjung penginapan ini. Hingga mungkin semalam itu adalah arwah kakak saya den, non Ayunda."
"Apa pak arwah? jadi maksud bapak semalem yang kami temui itu adalah hantu kakaknya bapak yang telan meninggal. Begitu pak." kata Ayunda yang terkejut mendengar perkataan pak Dadang.
"Iya non Ayunda seperti itu."
__ADS_1
Hingga perkataan pak Dadang itu pun sampai membuat Ayunda memelototkan matanya saking terkejutnya ia bahwa semalam perkataan orang itu bener. Kalau orang itu adalah hantu.
Hantu yang sengaja muncul untuk membuat Ayunda dan Dion secepatnya segera pergi dari penginapan ini.
"Maaf den sama non Ayunda saya sebagai adik kakak saya merasa tidak enak hati mendengar perkataan aden dan non Ayunda pada saya tadi."
"Iya pak tak apa. Biar kita lupakan sama - sama kejadian itu. Karena saya sudah memaafkannya. Karena mungkin kami pun memang salah karena dengan lancang ingin tau tentang sebuah kamar yang waktu itu kami dilarang oleh bapak agar tak masuk ke kamar itu."
"Jadi maksud aden ini semua, karena nggak sepenuhnya salah arwah kakak bapak. Namun, masih salah dari den Dion dan non Ayunda. Gitu bukan den."
"Iya pak kaya gitu." kata Dion singkat.
"Kenapa bisa kalian ingin tau tentang kamar itu. Setelah kalian tau bahwa kamar itu di larang untuk kalian datangi." kata pak Dadang yang ingin tau penyebab Ayunda dan Dion ingin tau tentang kamar itu.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼