Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Terlihat Hot


__ADS_3

Ketika barusan Ayunda dan Dion berciuman. Terlihat oleh Riri yang sempat membicarakan Dion dengan suaminya itu.


Riri yang melihat Dion dan Ayunda seperti itu sempat curiga bahwa Dion ada kemungkinan orang jahat.


"Pah, pah liat tuh orang aneh itu, yang tadi ada di sekitar danau." kata Riri pada Rubi dengan memukul pelan tangan Rubi beberapa kali.


"Orang aneh yang mana sih mah." kata Rubi yang belum menyadari yang di maksud Riri tersebut itu adalah Dion.


"Itu loh pah yang tadi kita bicarain." kata Riri mencoba mengingatkan Rubi.


"Yang di bicarakan tadi. Maksud mamah orang aneh itu lagi." kata Rubi yang awalnya belum menyadari yang di maksud Riri. Namun seketika ia mulai menyadari bahwa orang yang dimaksud tiri tersebut adalah Dion.


"Iya pah orang aneh itu. Coba papah liat deh. Tuh ke arah sana." kata Riri sambil menunjuk Dion dan Ayunda.


"Ya ampun mah, ko bisa sih mamah liat orang yang lagi ciuman kaya gitu. Kan bisa - bisa papah..."


"Jangan aneh - aneh deh pah. Coba papah liat bener nggak sih itu orang aneh yang kita liat dan bicarain tadi."


"Hem... mamah nih, papah lagi bicara hal seperti itu pasti deh suka di alihin."


"Ya kan kalau kita bahas hal itu, ntar yang ada papah malah fokus bahas hal itu dan nggak mau liat orang yang mamah tunjuk."


"Orang itu lagi yang bisa nya buat papah emosi. Mamah kenapa sih lebih suka bicarain orang itu dari pada bahas hal barusan sama papah."


"Pah jangan mulai deh. Liat coba menurut papah itu ceweknya butuh bantuan nggak." kata Riri seketika menegang kedua pipi Rubi dan langsung mengarahkan wajah Rubi kearah Dion dan Ayunda saat ini.


"Kalau papah liat - liat sih. Sepertinya ceweknya agak risih mah. Dapet ciuman kaya gitu dari orang aneh itu."


"Hem... berarti bener pah apa yang mamah pikirin sama yang papah ucapan barusan. Kalau ceweknya itu seperti di paksa gitu sama orang aneh itu."

__ADS_1


"Iya mah keliatannya sih memang kaya gitu."


"Terus gimana dong pah? kita bantu cewek nya itu atau jangan."


"Kurang tau nih mah, takut nya kalau ntar kita coba deketin orang itu. Kita malah di bilang ikut campur urusan mereka."


"Hem... yang di ucapin papah barusan sih ada beber nya juga. Tapi pah, mamah ko malah kasian ya liat ceweknya. Keliatan banget risihnya." kata Riri menjawab ucapan Rubi.


"Mau gimana lagi mah? kita kan nggak bisa berbuat apa - apa. em... ya udah, gimana kalau misalnya kalau tuh orang aneh masih tetep maksa ceweknya itu, kita deketin aja mereka berdua biar kita bantu ceweknya." kata Rubi menjawab ucapan Riri sambil memberikan solusi juga pada Riri.


"Boleh tuh pah kaya gitu. Mamah kasian liat ceweknya pah."


"Ya udah kalau gitu kita tunggu aja."


"Iya pah" kata Riri menjawab singkat ucapan Rubi.


Namun pandangan mereka masih tetap fokus melihat Ayunda dan Dion yang sedang berciuman itu.


"Pah menurut papah ciuman mereka itu hot nggak?"


"Hot apa nya mah? yang ada itu mah si cowok nya yang nafsu."


"Papah nih gimana sih? masa nggak bisa bedain ciuman mereka itu hot pah."


"Darimana nya bisa di bilang hot mah."


"Lah itu pah dari posisi mereka aja udah keliatan kalau mereka itu terlihat hot."


"Dari segi mana nya terlihat hot. Nggak hot sama sekali ko."

__ADS_1


"Gini ya pah coba deh papah perhatiin. Di sekitar mereka saat ini ada nggak yang bisa membuat mereka terlihat hot."


Di lihat lah oleh Rubi sekeliling Dion dan Ayunda yang sedang berdiri saat ini.


Dari arah kanan, kiri depan belakang Dion dan Ayunda kini telah di lihat oleh Rubi.


Namun hasilnya tak ada yang aneh sama sekali dan tak ada yang membuat hot apapun di sekitar tempat mereka itu.


"Gimana pah? hot kan mereka berdua itu." kata Riri yang tak sabar dengan jawaban Rubi saat telah melihat sekitar tempat Dion dan Ayunda.


"Nggak ada hot - hot nya mah."


"Ya ampun pah, papah masih nggak percaya ucapan mamah."


"Bukan nggak percaya mah tapi ini tuh fakta kalau mereka berdua tak hot apa - apa."


"Coba deh pak sekali lagi papah liat di sekeliling mereka berdua. Yang barusan kaya nya papah lagi nggak fokus liat mereka nya." kata Riri meminta kembali Rubi untuk melihat sekeliling tempat Ayunda dan Dion saat ini.


"Nggak perlu mah, papah udah yakin sama jawab papah itu. Kalau mereka berdua tak hot sama sekali."


"Papah nih ngeyel ya, di bilangin sama mamah. Coba liat kembali deh pah. Mereka berdua tuh hot pah." kata Riri yang ingin Rubi melihat ke arah Dion dan Ayunda kembali.


"Papah harus liat apa lagi sih mah. Jelas - jelas mereka berdua tuh nggak hot ya itu artinya nggak hot. Jangan terus maksa papah deh mah buat liat ke arah mereka lagi." kata Rubi sedikit kesal dengan ucapan Riri tersebut.


"Ya udah kalau papah mau nya kaya gitu. Padahal ucapan mamah juga nggak salah ko. Tapi ya udah deh papah nya juga nggak percaya. Jadi buat apa aku terus paksa papah buat melihat ke arah mereka lagi." kata Riri menjawab ucapan Rubi.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2