
"Gak bisa gitu dong om, om tau sendiri kan ucapan yang sudah di setujui itu. Nggak boleh di tarik lagi. Ntar om kena sanksi, emangnya om mau apa?" kata si bungsu tak terima dengan ucapan om Beni yang ingin membatalkan dan menarik lagi ucapan tante Erni yang sudah setuju untuk mentraktir dirinya.
"Lah emangnya ini kasus Gi, ko harus ada sanksinya segala." kata om Beni yang aneh dengan ucapan si bungsu.
"Iya om ini tuh udah termasuk kasus perjanjian tidak tertulis. Jadi kalau di batalkan bisa kena sanksi." kata si bungsu menjawab ucapan om Beni.
"Bisa sampai gitu ya Gi, baru tau om." kata om Beni menjawab ucapan si bungsu.
"Ya bisa dong om, makannya om jangan ketinggalan info. Jadi gak tau kan." kata si bungsu menjawab ucapan om Beni.
Ayunda yang sudah tak sabar ingin ikut pembicaraan di antara si bungsu dan om Beni pun mulai terdengar mengeluarkan suaranya.
"Om udah om jangan terlalu di dengerin adek memang agak, agak gini." kata Ayunda yang ikut dalam pembicaraan sambil menyilangkan jari telunjuknya di dekat dahinya pada om Beni.
"Ih... apa sih kak, ko adek di bilang gitu. Adek kan gak gitu. Om... om... jangan terlalu percaya ya ucapan kakak. Aku gak kaya gitu ko." kata si bungsu yang tak terima dengan ucapan Ayunda tersebut.
Bahkan kini si bungsu mulai mendekati dirinya pada om Beni.
__ADS_1
"Hem... tapi Gi, ucapan kakak kamu kalau bener gimana? nanti om takut dong." kata om Beni sengaja berkata seperti ini untuk si bungsu.
"Om aku kan udah bilang, om ini gak perlu percaya ucapan kakak. Aku gak kaya gitu om. Kalau om gak percaya tanyain aja ke tante Erni atau ke kak Dion.
"Hem... tapi Gi, om..." kata om Beni sengaja tak meneruskan ucapannya.
"Om... jangan gini lah. Percaya ya." kata si bungsu membujuk om Beni untuk percaya dengan ucapannya.
"Tapi..." kata om Beni yang baru saja mengeluarkan satu kata. Tiba - tiba harus terpotong.
"Udah kalian ya, kapan pergi makannya?" kata tante Erni yang memotong ucapan om Beni.
Si bungsu yang mendengar kata makan seketika tak lagi memperpanjang ucapannya. Ia pun langsung menyetujui permintaan om Beni.
"Oke om, aku setuju. Mana bisa aku nolak, om. Lagi pula perut juga udah pengen di isi nih. Yuk tan langsung jalan aja." kata si bungsu menjawab ucapan om Beni lalu si bungsu pun mulai menggandeng tangan tante Erni.
Sementara Ayunda yang melihat dan mendengarkan percakapan antara om Beni dan si bungsu hanya bisa terbengong melihat mereka yang jadi seperti itu.
__ADS_1
Bahkan saat Dion memanggil namanya pun ia masih terbengong tak menjawab panggilannya.
"Yank" kata Dion yang memanggil Ayunda.
Tak ada jawaban sama sekali atas panggilan Dion tersebut pada Ayunda.
Membuat Dion kini kembali memanggil Ayunda.
"Yank, ko diem sih." kata Dion yang ke dua kali nya memanggil Ayunda.
"Em... iya kak, maaf aku barusan lagi kaget aja plus nggak percaya." kata Ayunda akhirnya menjawab ucapan Dion.
"Nggak percaya dan kaget kenapa?" kata Dion yang mulai penasaran dengan yang di maksud Ayunda.
"Itu kak percakapan adek sama om Beni. Aku masih belum percaya akhirnya seperti itu." kata Ayunda memberitahukan pada Dion apa yang membuat ia tak percaya dan kaget.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼