
Keesokan harinya Ayunda dan Dion kini telah sibuk membereskan barang - barangnya untuk pindah ke tempat lain.
"Yank udah beres belum?"
"Belum kak sedikit lagi, bantuin coba kak"
"Iya deh yank sini kakak bantu"
Setelah Ayunda di bantu oleh Dion semua barang - barang mereka pun telah siap mereka bawa ke tempat yang akan mereka kunjungi hari ini.
" Akhirnya selesai uh... lelah nya" kata Ayunda sambil membaringkan tubuhnya dengan terlentang di ranjang.
"Iya yank akhirnya selesai juga" ucap Dion pada Ayunda.
"Hem... kak" kata Ayunda hanya dengan deheman.
Dion lalu mulai mendekati Ayunda yang berbaring itu. Sedikit demi sedikit langkah itu pun kini telah berada tepat di ujung kaki Ayunda.
Dan saat ini posisi Dion telah menghadap ke Ayunda yang berbaring terlentang. Dan tanpa di minta Dion langsung mendekatkan tubuhnya pada tubuh Ayunda yang terbaring itu.
Hingga jarak mereka pun kini hanya tersisa sedikit. Sementara Ayunda yang merasa pengap dan gugup karena tiba - tiba Dion telah berada di atas tubuhnya.
__ADS_1
Apa lagi dengan posisi mereka saat ini. Sangat lah membuat Ayunda gugup setengah mati. Hingga akhirnya ia pun memberanikan diri bertanya pada Dion.
"Eh... kak ko ada di tubuh ku sih. Sana kak ih berat tau"
"Emangnya nggak boleh gitu yank ada di atas tubuh kamu"
"Ya nggak boleh dong kak. Ih... cepet kak pergi sana aku pengap tau"
"Kalau kakak nggak mau pergi gimana?"
"Aku tendang kakak, biar cepet pergi dari atas tubuh ku. Gimana masih tetap mau di atas tubuh ku? aku hitung sampai tiga ya. Satu... Dua...Ti..." kata Ayunda yang tak bisa lagi mengucapkan kata tiga.
Dion langsung membungkam bibir Ayunda dengan bibirnya. Hingga secara otomatis Ayunda pun tak bisa lagi mengucapkan kata tiga dalam hitungannya.
Mata terkejut pun Ayunda tunjukkan saat ini karena mata itu kini telah melotot sempurna. Sementara Dion malah mengangkat kedua halisnya untuk menggoda Ayunda.
Beberapa menit posisi mereka pun masih sama seperti itu. Sampai di mana Dion pun menyadari bahwa Ayunda mulai kehabisan napas.
Dan ia pun mulai ingin pindah ke tubuh Ayunda yang lain. Disaat Dion mulai mencari tubuh mana yang di inginkan olehnya. Sementara Ayunda ia masih mencoba menghirup udara untuk menormalkan napasnya itu.
Hingga Dion dengan tak sabarnya mulai mendekatkan bibirnya itu pada leher Ayunda. Perlahan demi perlahan akhirnya bibir itu pun telah menyentuh leher Ayunda.
__ADS_1
Saat Dion mulai menikmati permainannya itu. Terdengarlah suara pintu yang di ketuk dari luar kamar.
Tok... tok... tok...
"Den Dion sama non Ayunda sarapan udah siap" kata suara di balik pintu itu.
Ayunda pun mulai ingin menjawab ucapan suara itu. Tapi di tahan oleh Dion yang telah kembali mempertemukan bibirnya dan bibir Ayunda seketika.
Karena tak ada jawaban dari dalam. Orang yang memanggil pun kembali lagi ke tempatnya semula sebelum memanggil mereka.
"Kak lepas ih... itu tadi ada yang manggil kita" kata Ayunda mencoba membuat Dion untuk melepas pertemuan bibir mereka.
"Bentar lagi yank"
Ayunda pun langsung mendorong tubuh Dion yang berada di atas tubuhnya dengan tenaga yang dia bisa keluarkan saat ini.
Walau awal nya susah. Hingga akhirnya Ayunda pun bisa terlepas dari pertemuan bibir itu.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1