Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Jadi Greget


__ADS_3

"Argh... kak... ih... ko malah di gendong sih." kata Ayunda reflek berteriak saat Dion menggendong dirinya secara tiba - tiba.


"Nggak papa yank biar kamu nggak capek." kata Dion dengan menaik turunkan alis nya sambil tersenyum tipis juga di ujung kalimat yang ia ucapkan.


"Jangan gini lah kak caranya." kata Ayunda yang tak terima dengan apa yang Dion lakukan pada dirinya.


"Tapi kakak pengennya kaya gini. Gimana dong?" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Em... ya kan akunya nggak mau kaya gini. Kakak ini gimana sih? kakak tau kan nama nya malu. Ko malah tetep di gendong. Apa lagi barusan aku mau jatuh kalau nggak buru - buru..." kata Ayunda yang di potong oleh Dion.


"Tau lah yank, masa nggak tau. Tapi kan kamunya juga nggak jatuh jadi ya nggak papa lah seperti ini." kata Dion yang memotong ucapan Ayunda.


"Turunin nggak, aku kan udah bilang malu ya malu. Jadi turunin deh kak jangan aneh - aneh." kata Ayunda yang mulai geram dengan jawaban Dion pada dirinya itu.

__ADS_1


"Kakak itu nggak aneh - aneh yank. Tapi cuman ada satu orang yang selalu bilang aneh sama kakak dan aneh nya orang itu buat kakak nggak bisa berpaling lagi hanya ada orang itu aja yang kakak inginin." kata Dion menjawab asal ucapan Ayunda.


Ayunda sekarang semakin di buat pusing dengan jawaban Dion yang lagi dan lagi susah untuk memenuhi keinginannya saat ini.


"Aku nggak peduli siapa orang itu. Tapi yang aku peduliin sekarang kakak bisa tolong turunin aku. Aku nggak pengen seperti ini." kata Ayunda menjawab ucapan Dion dengan nada yang geram.


"Terus pengen nya langsung gitu yank." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Ini lagi apaan coba, bilang pengen langsung apa lagi. Stop kak buat aku pusing nya. Jangan terus - terusan buat aku harus mikir beberapa kali dan bertanya beberapa kali baru kakak jelasin. Kakak bisa kan jawab ucapan aku nya langsung tanpa harus aku bertanya lagi." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Tapi kalau kakak cubit pipi kamu. Kamu nya bakalan marah nggak ya. Terus ntar pipinya kamu bakalan merah nggak ya pas kakak cubit."


"Em... jadi bingung nih kakak. Abis nya kamu tuh yank... em... gimana ya jutek tapi ngegemesin. Apalagi kalau lagi kaya gini. Rasanya kakak bener - bener pengen cubit kamu."

__ADS_1


"Tapi selain itu gimana ya, kalau ntar kita punya anak. Apa akan gemes seperti kamu atau malah ganteng seperti papah nya. Jadi nggak sabar liat kamu yang lagi hamil. Pasti bakalan makin gemes pipinya." kata Dion yang semakin berandai - andai.


Membuat Ayunda yang melihat Dion cukup lama terdiam seperti ini. Menjadi geram karena ia mengira bahwa Dion tak mendengarkan ucapannya sama sekali.


Yang memang pada kenyataannya Dion tak begitu mendengarkan ucapan Ayunda yang terakhir itu pada dirinya.


"Ya ampun, ya ampun kak. Kenapa malah bengong sih." kata Ayunda pada Dion yang sedang berbicara pada dirinya sendiri itu.


"Siapa yang bengong coba, kakak tuh lagi diem aja bukan bengong." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Sama aja kali kak." kata Ayunda menjawab ucapan Ayunda.


"Masa sih sama." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2