
"Itu bu, anu tadi aku liat hantu" kata si bungsu menjawab ucapan ibu dan mulai menceritakan kenapa ia bisa pingsan.
"Hantu, hantu dimana dek terus hantunya hantu apa?" kata ibu menjawab ucapan si bungsu dan bertanya juga pada si bungsu.
"Iya bu hantu. Hantu nya serem lagi bu. Ibu tau nggak kira - kira hantu apa yang aku maksud itu." kata si bungsu menjawab ucapan ibu.
"Its... kamu ini dek, kebiasaan deh setiap ditanya bukannya menjawab sepenuhnya malah di berikan pertanyaan lagi pada ibu." kata ibu yang tak terima atas respon dari si bungsu itu.
"Ya maaf bu, aku kan cuman tanya aja tadi. Nggak bermaksud apa - apa cuman pengen tau aja kalau ibu bisa tebak nggak hantu yang aku maksud itu." kata si bungsu.
"Nggak lah dek, lawong ibu tau - taunya pas tadi kamu tergeletak di sana" kata ibu menjawab ucapan si bungsu dan sambil menunjukkan salah satu jarinya pada tempat yang di tunjukkan nya itu.
"Hem... ya juga ya bu. Kenapa adek baru kepikiran ya" kata si bungsu yang membenarkan ucapan ibu.
__ADS_1
"Kenapa baru kepikiran dek, kemana aja tadi. Ko baru sempet kepikiran" kata ibu pada si bungsu dengan nada menyindir.
"Nggak tau bu, mungkin efek takut ketemu lagi hantu kali bu" kata si bungsu menjawabnya asal.
"Iya kali ya kaya gitu" kata ibu yang malah mengiyakan ucapan si bungsu.
"Ya iya lah bu, aku kan tak pernah berbohong sama ucapan aku dan langsung bercerita apa adanya seperti apa yang ku rasakan sebelumnya ketika aku melihat hantu itu." kata si bungsu menjawab ucapan ibu.
"Ih bu ko bilangnya gitu sih. Iya deh iya aku jawab. Kalau itu bisa buat ibu tak bertanya dan khawatir lagi pada ku. Aku seorang anak yang baik harus menuruti keinginan ibu bahkan sampai aku menikah juga aku harus menjawab ucapan ibu kan." kata si bungsu pada ibu.
"Hem" kata ibu hanya menjawabnya dengan deheman saja. Mungkin karena ibu ingin secepatnya tau kalau hantu yang di maksud adek itu hantu apa. Lalu sekarang adek pun mau kasih tau kan itu pada ibu.
"Itu loh bu, hantu wanita yang sangat pamiliar itu. Siapa lagi coba bu kalau bukan mba Kun yang aku liat tadi hingga akhirnya aku pingsan dan menangis di buatnya." kata si bungsu memberitahukan sosok hantu yang dia liat.
__ADS_1
"Oh mba Kun ya. Eh... tunggu, tunggu. Maksud kamu mba Kun itu hantu berambut panjang dan memiliki wajah jelek gitu bukan." kata ibu pada si bungsu.
"Ih bu kenapa ibu bisa simpulin gitu sih bu" kata si bungsu pada ibu.
"Ya terus harus kaya gimana ibu ini tanggapi ucapan kamu dek" kata ibu.
"Em... terserah ibu lah itukan hak ibu" kata si bungsu menjawab ucapan ibu.
"Iya juga ya. Tapi ko ibu serasa di permainin deh sama kamu dek. Dari tadi kamu selalu aja jawabannya itu ada aja yang buat ibu emosi dan greget juga sama ucapan kamu itu." kata ibu memberitahukan apa yang ia rasa kan selama ini.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1