Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Makin Pusing


__ADS_3

Disaat mamah, papah, ayah dan ibu larut dalam pembicaraam mereka itu yang begitu menikmati pembicaraannya.


Namun, berbeda hal dengan Dion yang mendengar jawaban dari Ayunda. Kini menjadi terdiam untuk beberapa saat sebelum ia menjawab ucapan Ayunda tersebut.


"Sayang ini kalau bicara suka bener deh. Aku jawab apa nih ucapannya itu." kata Dion yang ternyata saat ini, ia sedang berbicara di dalam hatinya.


"Ayo Dion berpikir jawaban yang pas untuk ucapan sayang ini gimana?"


Di saat Dion sedang berpikir jawaban yang pas untuk menjawab ucapan Ayunda.


Di sebrang sana Ayunda yang tak sabar menunggu ucapan Dion mulai mengeluarkan suara nya lagi.


"Kak ko nggak di jawab. Baru sadar ya kalau ucapan kakak itu salah." inilah kata yang Ayunda ucapkan saat menunggu Dion yang tak kunjung menjawab ucapnya sama sekali.


Dion yang mendengar ucapan Ayunda menjadi refleks menjawab ucapan Ayunda tersebut dengan cepat.

__ADS_1


"Siapa bilang salah, nggak ko ucapan kakak nggak salah." kata ini lah yang secara refleks Dion keluarkan untuk menjawab ucapan Ayunda.


"Terus kalau nggak salah, kenapa lama banget jawab ucapan aku nya?" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


Dengan bingung, Dion malah kembali terdiam saat Ayunda menjawab ucapan nya itu.


"Aduh makin pusing nih aku jawab ucapan sayang nya harus kaya gimana? mana pertanyaannya buat aku bingung lagi." kata Dion berbicara di dalam hatinya.


"Ini kakak kemana lagi sih. Lama banget jawab ucapan aku nya." kata Ayunda yang sama - sama bicara di dalam hatinya.


"Aku tunggu coba bentar lagi. Kalau kakak nggak jawab juga ucapan aku dalam hitungan ke sepuluh aku tutup langsung nih telpon." kata Ayunda lagi di dalam hatinya.


"Satu... dua... tiga... empat... lima... en..." kata Ayunda yang baru saja ingin menghitung sampai angka ke enam. Namun harus terhenti karena Dion kini mulai menjawab ucapannya itu.


"Nggak kenapa - kenapa ko yank, kakak lagi pengen aja, lama jawab ucapan kamu nya." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.

__ADS_1


Jawaban inilah yang akhirnya membuat Ayunda berhenti menghitung angka yang ia ucapakan di dalam hatinya.


"Bagus banget kak jawaban kakak ini patut banget buat di contoh. Tau nggak, enak bener ya bilang kaya gitu. Udah buang - buang waktu nunggu. Eh... jawabannya luar biasa banget." kata Ayunda menjawab ucapan Dion yang awalnya biasa, namun di ujung kalimat yang ia ucapkan ia pun meninggikan suaranya.


Tak lama setelah itu, ia juga langsung menutup telpon nya. Padahal di saat Ayunda telah berhenti dengan ucapannya itu. Dion sudah akan menjawab ucapan Ayunda.


Tetapi karena sambungan telpon telah berakhir. Akhirnya ia pun tidak jadi mengeluarkan suara nya.


"Kakak ini bikin aku kesel aja sih. Nyesel banget aku jawab telpon dari kakak. Udah nunggu lama jawab ucapan aku. Ini malah buat aku jadi kesel. Argh... nyebelin." kata Ayunda sambil memegang hanphone miliknya dengan erat dan menggoyang - goyangkan handphone nya itu.


Karena ia terlalu kesel sampai hal tersebut pun ia lakukan pada handphone miliknya.


Sementara Dion yang di tutup telpon nya secara tiba - tiba sempet kesal juga dengan yang dilakukan Ayunda saat ini.


"Yank, kamu ya ko jadi nyebelin gini. Mau kakak jawab ucapan kamu. Eh... malah kamu tutup telponnya. Bikin orang emosi aja. Untung kakak sayang sama kamu kalau nggak..." kata Dion di dalam hatinya.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2