
Sementara Dion dan Ayunda mereka berdua mulai di hampiri beberapa orang untuk mengucapkan sepatah dua patah kata sebagai tuan rumah dalam acara malam ini.
Sampai tak terasa sudah beberapa jam berlalu. Acara demi acara telah berjalan dengan baik. Hanya tersisa beberapa acara lagi untuk malam ini.
Tapi Dion malah meminta hal aneh pada Ayunda. Sampai - sampai Ayunda bingung sendiri dengan apa yang di minta oleh Dion.
"Yank pergi sekarang yuk?"
"Pergi kemana kak, ini acaranya kan belum selesai?"
"Em... pokok nya pergi aja yank, yuk ikut sama kakak"
"Ih... ikut kemana yang jelas apa kak tujuannya mau kemana jangan buat aku bingung."
"Ya udah yank ikut aja nanti kamu juga tau" kata Dion sambil menarik salah satu tangan Ayunda.
"Kak lepas, sakit tau kakak tarik - tarik tangan aku kaya gini."
Tanpa menghiraukan ucapan Ayunda Dion malah terus menarik tangan Ayunda dan tubuh Ayunda untuk mengikuti kemana ia pergi.
Di perjalanan Dion bahkan sempat bertemu dengan si bungsu dan si bungsu juga sempat bertanya tapi malah tak di jawab sama sekali.
__ADS_1
"Kakak sama kakak ipar mau kemana? acaranya kan belum selesai."
"Em..." kata Ayunda yang ingin menjawab ucapan si bungsu tapi tak jadi karena tangan dan tubuhnya sudah Dion bawa pergi.
"Ih... ko nggak dijawab sih. Mereka berdua malah cuek dan langsung pergi. Tapi ngomong - ngomong kenapa mereka terburu - buru ya pergi nya. Ada apa ya kira - kira sama mereka."
"Em... apa ya yang terjadi. Apa jangan - jangan..., Ya udah deh nggak usah di pikirin aja sekarang lebih baik nikmati acaranya deh." kata si bungsu di dalam hatinya.
Langkah kaki Dion semakin cepat membawa Ayunda keluar dari acara malam ini. Membuat Ayunda semakin di buat aneh dengan tingkah Dion saat ini.
Apalagi genggaman tangan Dion pada tangannya yang semakin kuat seperti tak ingin Ayunda tertinggal saat Dion melangkah meninggalkan acara yang masih berlangsung malam ini.
"Kak... jangan kaya gini"
"Jangan terus - terus di tarik tangan aku nya sakit tau nggak sih kak."
"Apalagi kaki aku yang pakai sepatu kata gini. Ditarik - tarik supaya jalan cepat. Ah... aku nyerah kak."
"Ayo lah yank tahan bentar sakitnya. Ini udah mau nyampai ko."
"Kakak sebenernya kenapa sih, ko aneh gitu sikapnya."
__ADS_1
"Udah sampai, yuk masuk"
"Hem"
Saat masuk ke sebuah ruangan Ayunda menjadi merinding dan takut tempat yang mereka datangi saat ini sangatlah gelap.
"Kak ko tempatnya gelap?" tak ada jawaban sama sekali membuat Ayunda berbalik melihat ke arah pintu untuk memastikan bahwa Dion masih ada bersama nya.
"Kak" saat berbalik badan begitu panik nya Ayunda saat Dion tak ada di arah pintu.
"Kakak... kak... jangan bercanda deh. Kak... kakak... kakak dimana?" Seketika keringet mulai bermunculan pada tubuh Ayunda.
Bahkan air mata juga hampir menetes dengan sendirinya karena rasa takut yang Ayunda rasakan saat ini.
Bagaimana tidak takut, ruangan ini sangat lah gelap di tambah lagi ia merasa bahwa saat ini ia hanya sendiri di ruangan ini.
Saat ia panggil - panggil Dion namun tak ada jawaban sama sekali membuat ia semakin ketakutan.
Di tambah lagi jam saat ini menunjukkan hampir tengah malam. Rasa takut itu pasti sangat - sangat menyiksa Ayunda saat ini.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼