Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Kembali Menyentuh


__ADS_3

Belum sempat rencana itu berhasil di lakukan oleh Ayunda. Dion seketika mengejutkan Ayunda dengan apa yang dilakukan Dion tehadap Ayunda saat ini.


Cup...


Tiba - tiba sesuatu yang sebelumnya menyentuh bibir Ayunda kini kembali menyentuh bibir tersebut.


Bahkan saat ini Ayunda tak bisa berkata - kata lagi. Sentuhan itu membuat ia terdiam seribu bahasa.


Selain itu, pikirannya pun sudah tak ingat apa - apa lagi. Entah lah karena ia menikmati sentuhan itu dan terbawa suasana.


Atau karena tempat yang mereka lakukan saat ini. Tidak terlihat oleh siapa pun membuat Ayunda terlena dengan sentuhan pada bibirnya tersebut.


Karena sentuhan yang kedua ini jauh berbeda dengan sentuhan pertama tadi. Yang dilakukan di tempat umum dan banyak orang.


Sehingga sentuhan yang kedua ini membuat Ayunda menjadi terlena. Karena di lakukan di tempat yang tak ada seorang pun yang melihat mereka. Itu yang di rasakan oleh Ayunda saat ini.


Sentuhan itu sudah mulai memanas dan seperti tak ingin terlepas sama sekali.


Dan berlangsung sekitar beberapa menit lamanya. Ayunda dan Dion masih tetap di posisi yang sama.

__ADS_1


Saling bersentuhan bibir. Lalu karena nafas sudah mulai tersenggal - senggal. Dion pun melepas sentuhan tersebut pada bibir Ayunda.


"Huh... huh... huh..."


Ayunda kini mulai menormalkan kembali napasnya.


"Huh... huh... huh..."


Berulang kali Ayunda kembali menarik napas dan mengeluarkan napasnya tersebut. Sampai ia merasa lebih baik dan napasnya kembali normal lagi.


"Gimana yank udah lebih baik?" kata Dion ketika melihat Ayunda yang sudah menarik napas berulang kali tersebut.


"Mau di ulang lagi nggak yank, lakuin hal yang barusan. Kalau mau kakak siap ko." kata Dion menjawab ucapan Ayunda sambil menaik turunkan kedua alis nya pada Ayunda.


"Nggak, nggak aku nggak mau." kata Ayunda dengan cepat menjawab ucapan Dion.


"Ko nggak mau yank." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Ntar kalau keterusan lakuin yang kaya barusan. Bisa - bisa malah..." kata Ayunda yang seketika di potong ucapannya oleh Dion.

__ADS_1


"Malah apa coba? terusin dong yank ucapannya." inilah kata yang Dion keluarkan untuk memotong ucapan Ayunda.


"Nggak ah... males. Lagi pula barusan aku mau jawab ucapan kakak sampai selesai. Eh... malah dipotong, ya udah deh aku jadi nya males buat jawab ucapan kakak." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Hem... kamu nih yank, bisa aja bicaranya. Kalau kamu nggak mau terusin ucapan kamu itu. Kakak langsung lakuin hal yang barusan lagi sama kamu. Kamu mau kakak lakuin hal itu lagi sama kamu." kata Dion menjawab ucapan Ayunda dengan sebuah ancaman.


"Emang nya berani gitu." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Berani, siapa bilang takut. Kamu mungkin yang nggak berani." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Apa? jangan kira aku nggak berani ya kak. Hem... kalau gitu coba sekarang kakak buktiin kalau kakak itu nggak takut. Nih... coba kak bisa nggak lakuin hal yang barusan lagi ke aku." kata Ayunda menjawab ucapan Dion sambil menutup bibirnya dengan kedua telapak tangannya itu.


"Bisa, kenapa nggak? Sekarang kakak buktiin ya. Kalau kakak itu bisa lakuin hal yang barusan ke kamu." kata Dion menjawab ucapan Ayunda. Dengan mendekatkan kembali wajahnya pada wajah Ayunda.


Perlahan demi perlahan wajah Dion sudah hampir dekat dengan wajah Ayunda.


Membuat Ayunda menjadi tak karuan rasanya. Berbagai rasa pun kini Ayunda rasakan saat ini.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2