Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Jangan Berbelit - belit


__ADS_3

Setelah berkata seperti itu Dion langsung membawa Ayunda duduk di tempat tidur.


"Yank kakak udah nggak tahan nih" kata Dion pada Ayunda masih dengan posisi yang sama memeluk Ayunda dari belakang tubuhnya.


"Maksudnya udah nggak tahan apa?"


"Em... itu yank udah nggak tahan pengen lagi"


"Pengen apaan sih kak, jangan buat aku bingung deh. Langsung ke intinya deh jangan berbelit - belit kaya gitu."


"Hem... ya udah kalau kamu maunya kaya gitu"


Ayunda lalu menunggu Dion berucap sesuatu padanya. Namun setelah menunggu ternyata tak ada lagi sepatah kata yang keluar dari Dion yang ada malah hal lain.


Dan hal lain itu membuat Ayunda refleks teriak saking kaget Dion tiba - tiba memegang sesuatu dalam tubuhnya.


Bagaimana tidak teriak tangan yang awalnya masih melingkar di perut Ayunda tiba - tiba sudah berada di atas perut Ayunda dan tepat berada di kedua bagian tubuh Ayunda tersebut.


Lalu memainkannya secara perlahan demi perlahan membuat Ayunda hampir meledakkan amarah nya karena tingkah Dion ini padanya secara tiba - tiba.


"Aw... apaan sih kak, Ih... jangan kaya gini kak. Lepas kak... lepas..." kata Ayunda sambil mencoba melepas tangan Dion pada tubuh yang di pegangnya itu.


"Tadi kata kamu langsung ke intinya kakak mau apa. Lah sekarang setelah kakak langsung bertindak ko kamu protes sih yank."


"Maksudnya kakak, jadi..." kata Ayunda yang langsung dipotong ucapannya oleh Dion.

__ADS_1


"Iya lah yank yang kaya tadi lagi. Masa kamu nggak tau sih yank. Jadi nggak ada penolakan lagi."


"Tapi..."


"Diam dan nikmati aja yank"


"Ih... nggak mau kak, tadi kan udah masa mau lagi. Emangnya nggak capek gitu apalagi tadi kan banyak berdiri dan duduk di acara. Apa kakak nggak merasa capek sama sekali."


"Dikit tapi kalau masalah ini nggak akan ada capeknya yank. Ya udah yank nikmati aja kakak udah nggak tahan."


"Kakak sih gampang bilang kaya gitu. Lah aku pasti capek lah kak. Jadi malam ini udah ya kak jangan minta lagi. Aku mau tidur."


"Bentar aja yank nggak akan lama ko. Beneran deh nggak akan lama."


"Besok lagi ya kak aku udah capek"


"Kak aku udah capek pengen tidur. Jadi besok aja ya."


"Nggak bisa yank ini udah nggak bisa di tahan lagi. Apalagi sampai besok."


"Di coba aja dulu di tahan sampai besok ya."


"Nggak bisa ya nggak bisa yank"


Dion masih tak ingin melepaskan Ayunda sama sekali hingga akhirnya ia memikirkan sesuatu hal yang bisa membuat Ayunda tak akan menolaknya lagi.

__ADS_1


Karena Dion tahu kalau Ayunda hanya berpura - pura capek untuk menghindari keinginannya ini.


Sampai dimana ia akhirnya menemukan cara Ayunda tak akan lagi menolaknya.


"Kak jangan kaya gini lah, aku udah capek kak pengen tidur."


"Ya kan nanti juga kamu tidur yank nggak akan berdiri. Em... ya udah deh..."


"Bener nih kak kakak nggak jadi minta itunya."


"Bukan nggak jadi tapi harus jadi"


"Ih... ko gitu sih kak"


"Em... ya harus kaya gitu lah yank, karena kamu terus menerus nggak mau. Jadi kakak putuskan untuk menagih syarat yang telah kamu janjikan mau memberikannya apapun yang kakak minta tanpa menolaknya."


"Jadi syaratnya kakak ingin melakukan hal yang tadi kita lakukan sebelum acara ini. Gimana kamu setuju kan yank, tapi setuju nggak setuju ya harus setuju karena itu kan ucapan yang harus kamu tepati."


"Kak ayolah jangan kaya gini. Aku beneran capek loh ini. Mintanya di lain waktu ya kak jangan hari ini."


"Nggak bisa harus hari ini"


Dengan sangat terpaksa Ayunda pun akhirnya pasrah dengan keinginan Dion itu terhadapnya.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2