Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Mengacaukan Semuanya


__ADS_3

Seketika Ayunda mencoba menjauhi dan bangkit berdiri dari posisinya saat ini. Namun, baru ingin menjauh, tangan Dion pun menahannya dengan memeluk Ayunda agar tak merubah posisinya itu.


Karena tak bisa melepaskan pelukan Dion Ayunda pun pasrah dengan apa yang akan dilakukan Dion padanya.


Ketika Ayunda tak mencoba menjauh darinya. Dion pun mencium Ayunda dengan lebih dalam hingga menjadi ciuman yang menuntut.


Dan entah sejak kapan posisi Ayunda kini sudah berada di bawah tubuh Dion. Ciuman itu pun sudah berpindah ke telinga, lalu ke leher Ayunda dan tak lupa juga memberikan tanda kepemilikan di sana. Yang merupakan sebuah maha karya yang Dion buat di leher Ayunda yang berada di beberapa bagian di lehernya itu.


Saat ingin mencium ke bagian bawah leher Ayunda. Tiba - tiba terdengar ketukan di pintu kamar.


Tok...Tok...Tok..


"Kak, udah bangun belum?" kata si bungsu yang lagi - lagi mengacaukan semuanya.


Awalnya mereka tak menghiraukan ketukan tersebut. Atau lebih tepatnya tak menyadari ada ketukan dan panggilan itu. Karena mereka sudah hanyut dalam hasrat yang ingin tersalurkan dan menuntut lebih.

__ADS_1


Namun, ketukan itu pun berubah menjadi gedoran yang seketika menyadarkan mereka yang sudah hampir di atas awan.


Dor...Dor...Dor...


"Kak, kak ipar udah bangun belum. Ya ampun pada kebo kali ya. Udah di panggil - panggil dari tadi ko nggak keluar - keluar sih." kata si bungsu di balik pintu setelah gedoran keras itu.


"Em... Kak itu ada adek di luar" kata Ayunda yang tersadar dan langsung mengeluarkan suaranya.


"Biarkan saja yank, tanggung ini udah di puncak" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Biarin yank, bentar tanggung tau nggak. Kenapa sih adek selalu saja ganggu. Nggak bisa gitu, sekali aja nggak ganggu" kata Dion yang protes mengenai ulah si bungsu.


"Kita bisa lanjutin nanti lagi kak. Kan masih banyak waktu untuk ini. Emangnya kakak mau pintu kamar kita di rusak sama adek karena kita nggak buka pintunya." kata Ayunda memberikan solusi.


Dion pun tak menjawab ucapan Ayunda itu. Ia hanya bangkit berdiri dari posisinya dan pergi menuju kamar mandi. Sementara itu, Ayunda pun melakukan hal yang sama bangkit berdiri dan sebelumnya merapikan kembali pakaiannya yang sebagian sudah tak berada di tempat yang seharusnya.

__ADS_1


Lalu melangkah kan kaki menuju pintu. Untuk membuka pintu kamar. Yang terdapat adek nya di luar pintu tersebut.


Pintu kamar pun terbuka. Terlihatlah adek di sana sedang berkacak pinggang yang itu mengartikan bahwa ia sedang marah dan kesal karena pintu tak kunjung terbuka tadi.


"Kenapa sih dek, ganggu aja" kata Ayunda setelah membuka pintu.


"Ce..ce.. udah beberapa kali aku ketuk pintu bahkan sampai gedor pintu dan tak ketinggalan panggil - panggil kakak sampai teriak - teriak. Kakak baru buka pintunya sudah dua jam nunggu kaya gini" kata si bungsu berlebihan.


"Apa lah dek kamu ini. Baru Lima menit kurang aja bilangnya udah dua jam. Ada - ada aja kamu dek" kata Ayunda menyahuti ucapan si bungsu.


"Suka - suka aku lah kak, eh iya kak, kenapa kakak lama sih buka pintunya" kata si bungsu lagi.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2