
Setelah pak datang menemukan handphone miliknya itu. Ia pun langsung meninggalkan ruangan itu untuk kembali pulang.
Sementara di dalam kamar Dion dan Ayunda masih mencoba mengatur nafas mereka dan menenangkan kepanikan dan ketakutannya.
Yang kini mereka masih terdiam di balik pintu kamar. Hingga setelah Dion berhasil menormalkan kembali nafasnya. Ia lalu berucap pada Ayunda.
"Yank kamu capek nggak tadi lari" kata Dion.
"Hem... ia kak capek banget pokonya. Selain itu serem dan takut kalau inget sama suara tadi" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Oh gitu ya. Sama dong kaya kakak capek juga" kata Dion kembali.
Setelah itu, pembicaraan mereka pun terhenti. Lalu mereka melihat jam di dinding kamar yang sudah menunjukan pukul sebelas malam.
Hingga mereka pun saling tatap untuk beberapa detik ketika telah melihat jam di dinding.
"Ya ampun kak, udah jam sebelas" kata Ayunda yang tak percaya.
"Iya yank" Dion pun hanya menjawabnya singkat.
__ADS_1
"Terus kenapa aku belum tidur ya kak" kata Ayunda bertanya pada Dion.
"Entahlah yank kakak nggak tau" kata Dion sekenanya.
"Ya udah deh kak. Aku tidur dulu ya" kata Ayunda memberitahu Dion bahasa ia akan tidur.
Belum sempat Ayunda melangkahkan kaki untuk pergi ke ranjang. Entah pemikiran darimana Dion malah tak membiarkan Ayunda beranjak sedikit pun dari posisinya saat ini.
Dion bahkan mengunci tubuh Ayunda dengan kedua tangannya berada di balik pintu yang Ayunda berdiri saat ini.
Dan mendekatkan tubuhnya pada Ayunda hingga tak ada jarak sama sekali antara ia dan Ayunda.
Dion pasti sudah sangat senang. Namun sayang, Ayunda memaksa untuk terlepas karena ia sudah hampir kehabisan napas.
"Huh... huh... huh..." suara nafas Ayunda yang terdengar.
"Kenapa dilepas sih yank" kata Dion yang tak terima pertemuan bibir itu terlepas.
"Kakak nggak liat apa. Aku hampir mati tadi. Kalau aja kakak tadi terus tak mau melepaskan aku. Mungkin sekarang aku udah jadi hantu." kata Ayunda yang mulai kesal dengan pertanyaan Dion padanya itu.
__ADS_1
"Ih... yank ko ngomongnya kaya gitu sih. Iya deh maaf kakak nggak sengaja" kata Dion pada Ayunda.
"Nggak sengaja apanya kak. Ini tuh memang kesengajaan yang di buat sama kakak. Aku nggak habis pikir di saat kita ketakutan gini. Kakak masih sempat - sempatnya cari kesempatan." kata Ayunda yang mulai mengutarakan ketidak terimaannya di perlakukan seperti itu oleh Dion.
"Hehe....hehe..." Dion hanya menjawabnya dengan senyuman tak tau dirinya itu.
"Malah senyum lagi. Nggak ada yang lucu tau nggak" kata Ayunda yang mulai sebel atas respon Dion.
"Ya abisnya kamu yank kalau nujukkin sifat kaya gini buat aku gemes tau nggak. Rasanya pengen aku peluk" kata Dion yang menjawab ucapan Ayunda.
"Ih apaan sih" kata Ayunda yang mulai menunjukan wajah memerahnya ketika Dion telah selesai dengan ucapannya. Walau jawabannya nggak sesuai dengan yang ditunjukan oleh wajahnya itu.
"Huh..." Dion lalu meniup wajah Ayunda.
Hingga itu pun akhirnya membuat Ayunda harus menutup matanya sejenak. Lalu ketika ia ingin mengucapkan kata lagi. Ia lalu terdiam karena Dion kembali menyatukan bibirnya itu.
Bersambung....
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1