
Pembicaraan mereka pun berhenti. Tak lama setelah itu. Ayunda pun berbicara lagi kepada Dion.
"Kak, mau ngopi atau ngeteh ngga? kalau mau biar aku bikinin" Ucap Ayunda.
"Hem, boleh kopi deh kayanya" jawaban dari Dion.
"Oke, tunggu bentar ya kak" ucap Ayunda kembali.
Ketika Ayunda ingin pergi membuatkan kopi untuk Dion. Ia pun kemudian bertemu dengan ayah dan ibunya yang hendak ke ruang kelurga.
"Ayah sama ibu mau ke ruang kelurga?" ucap Ayunda bertanya kepada ayah dan ibunya.
Kemudian ibu pun menjawab "Iya nak, lah ko ngga nemenin suami kamu, malah mau pergi? mau pergi kemana emangnya."
Ayunda lalu menjawab pertanyaan ibunya itu dan tak lupa iya pun menawari hal yang sama kepada Dion tadi.
"Ini bu, Ayunda mau buat kopi. Ibu sama ayah mau sekalian Ayunda buatin ngga. Kalau mau ibu sama ayah mau dibuatin Ayunda kopi atau teh?"
ibu pun menjawab pertanyaan Ayunda. " Oh kirain mau kemana. boleh deh kayanya ibu teh aja. kalau ayah mau apa?" ibu kemudian bertanya kepada ayah.
__ADS_1
Ayah pun langsung menjawabnya. "Kayanya kopi aja deh bu"
"Oke. kalau gitu aku pergi buatin dulu ya." kata Ayunda.
"Iya" jawaban dari ibu.
Ayah dan ibu menghampiri Dion yang sedang duduk di ruang kelurga. Setelah itu, mereka pun mengobrol mengenai hal yang bermanfaat.
Tak lama setelah itu, si bungsu datang menghampiri mereka.
"Wah, Ternyata udah rame gini. Jadinya kakak ipar ngga sendiri lagi dong. Ya udah deh aku mau balik ke kamar lagi" kata si bungsu.
"Hem, lain kali aja deh kak" ucap si bungsu.
Tak lama setelah si bungsu ingin beranjak kembali ke kamarnya. Ia lalu melihat kakaknya membawa kopi, teh, dan cemilan. Kemudian ia pun berubah pikiran untuk ngga ke kamar dulu.
"Tapi kayanya asik juga deh kak, ikut kumpul aja deh" ucap si bungsu lagi.
"Adek mau ikut kumpul karena liat kakak bawa makanan ya" kata Dion
__ADS_1
"Hehe...hehe... Kaka ipar mah bisa aja. Jadi malu deh" (Sambil menutup wajah dengan tangan kanannya).
"Biasanya juga malu - maluin dek" Sahut Ayunda yang entah kapan sudah berada di samping adek nya itu.
"Ih... kakak ko gitu sih. Marah nih" Sambil membelakangi kakaknya itu.
"Ya udah gapapa, itu malah lebih bagus" kata Ayunda.
"Kakak ko jahat sih. Di bujuk ke, di apa gitu. Misalnya di tawarin. kaya gini, adek ku sayang jangan marah ya, sini mau ngga ikut minum teh bareng. Maaf ya kakak ngga bermaksud kaya gitu. Bahagia rasanya jika kakak berkata kaya gitu. Ini mah boro - boro yang ada malah di biarin marah. Bete banget punya kakak ngga perhatian kaya gini." Sahut si bungsu mengutarakan keinginannya.
"Jangan ngarep deh, kamu itu udah gede jadi gak perlu di bujuk kaya gitu" sahut Ayunda dengan tak berperasaan.
"Sakit banget loh kak, jawaban kakak itu. Ko bisa ya kakak ipar suka sama kakak ku yang ngga punya perasaan ini." Kata si bungsu sambil melihat dan melontarkan pertanyaan kepada kakak iparnya itu.
"Ya gitulah dek namanya juga cinta. Jadi ya datang gitu aja keinginan untuk suka sama kakakmu. Ya udah sini adek gabung minum teh." Dion pun menjawab ucapan si bungsu dan tak lupa juga mengajak si bungsu untuk gabung.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1