
"Aduh gimana nih? ko jadi serba nggak enak gini sih. Mana udah keringet dingin lagi. Ini kakak beneran mau lakuin itu lagi kah atau mau nakut - nakutin aku aja." kata Ayunda di dalam hatinya.
"Hem... lucu juga liat kamu kaya gini yank. Makannya yank jangan suka kaya gini terus, sekarang mulai panik kan kamu." kata Dion di dalam hatinya juga.
"Lanjutin jangan ya, tapi kayanya harus di lanjutin deh. Biar dapet enaknya juga sih. Selain bisa buktiin juga kan. Bisa..." kata Dion lagi di dalam hatinya. Namun harus terhenti karena tiba - tiba ia mendengar suara Ayunda.
"Stop kak stop jangan di lanjutin lagi. Aku percaya kakak pasti buktiin itu ko. Jadi jangan di terusin." inilah kata yang Dion dengar dari Ayunda.
"Yank kenapa harus di stopin sih. Lagi mikir yang enak - enak. Eh... malah denger ucapan kamu ini. Udah tanggung yank, di lanjutin aja lah. Masa bodo kamu larang - larang juga kakak akan lanjutin ko." kata Dion di dalam hatinya.
Tanpa mendengarkan ucapan Ayunda. Dion tetap mendekatkan wajahnya itu pada wajah Ayunda.
Hingga yang tersisa hanya beberapa cm saja jarak antara wajah mereka saat ini.
Detak jantung Ayunda sedari tadi terus berdetak sangat kencang. Sehingga saat Dion kini berjarak sangat dengan dirinya.
Detak jantung itu semakin berdetak lebih sangat kencang lagi.
__ADS_1
Deg... Deg... Deg...
Rasanya jantung Ayunda sudah tak bisa menormalkan kembali detak jantungnya.
Karena terus menerus berdetak tak karuan. Atas ulah Dion pada dirinya saat ini.
"Eh... ini kakak ko malah terus deket sih wajahnya. Nggak denger ucapan aku atau pura - pura nggak denger. Mana jantung udah berdetak kencang dari biasanya lagi. Kak jangan kaya gini lah. Ntar kalau aku kenapa - kenapa gimana?" kata Ayunda di dalam hatinya.
"Percuma juga ya aku bicara kaya gini. Kakak kan nggak denger ucapan aku. Hem... Ayunda, Ayunda." kata Ayunda lagi di dalam hatinya.
Di saat bibir itu mulai menyentuh bibir Ayunda. Tiba - tiba Ayunda pasrah dengan keadaan. Karena di saat itu ia mulai menutup matanya.
Dion yang melihat Ayunda menutup matanya sempat berpikiran untuk menjahili Ayunda. Tetapi ia berpikir ulang untuk melakukan hal itu saat bibir Ayunda kini tepat berada di hadapannya.
Bibir yang membuat ia sangat ingin menyentuh lagi, lagi, dan lagi. Jika semua itu bisa ia lakukan sudah pasti iya akan lakukan.
Tapi saat ia pikirkan lagi, ketika ia terus menyentuh bibir itu. Apa yang akan terjadi nantinya.
__ADS_1
Nggak mungkin kan jika setiap detik dan setiap waktu ia menyentuh bibir itu selama seharian penuh.
Bukan kah akan terlihat aneh jika hal itu ia lakukan. Maka dari itu kesempatan ini tak boleh ia sia - sia kan.
Cup...
Bibir mereka kembali bersentuhan. Dion kemudian mulai memberikan ciuman berbeda di bibir yang bersentuhan itu.
Lebih dalam sangat dalam ia mulai mencium bibir Ayunda. Membuat mereka kini begitu menikmati ciuman itu.
Bahkan tak hanya itu, Dion kini mulai berani mengalihkan ciumannya itu ke bagian tubuh Ayunda yang lainnya.
Yaitu bagian leher Ayunda. Membuat Ayunda sempat mengeluarkan suaranya saat Dion mulai menghisap leher nya itu.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1