Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Mengambil Keputusan Lain


__ADS_3

"Lalu kamu maunya yang kaya gimana? Kakak kan ga paham sama yang kamu maksud itu" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Ih, kakak jangan pura - pura ga tau gitu. Yang jelas - jelas kakak pasti tau yang aku maksud" kata Ayunda yang menjadi kesel karena ucapan Dion tadi.


"Ya emang kakak ga tau. Coba kamu kasih tau kakak secara garis besarnya aja kaya gimana" dan Dion pun tak henti - hentinya membuat Ayunda kesel malah semakin menjadi.


"Gini ya kak, orang - orang biasanya nih ya, kalau bulan madu itu ke tempat yang romantis lah ini kakak malah mau bulan madu di tempat kaya gini" Sambil menunjukkan dua tiket yang ada di hadapannya.


"Ya terus masalah emangnya" dengan santainya Dion pun menjawab ucapan Ayunda.


"Ya iya lah masalah. Masalah banget malahan gak sesuai tempat dan tujuan" Kata Ayunda memprotes ketidaksesuaian menurutnya itu.


"Nggak sesuai gimana sih yank, ini kan kita cuman liburan dan kakak juga gak bilang mau bulan madu. Atau jangan - jangan kamu udah nggak tahan ya pengen ngerasain malam pertama" Kata Dion yang mulai menggoda Ayunda dan memutar balikan fakta.


"Apa sih kak, ini kan kakak yang ngasih terus kakak juga yang udah nyiapin ini. Jadi kakak lah yang mungkin udah nggak sabar ingin merasakan malam pertama." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.

__ADS_1


"Nggak tuh" jawab Dion singkat. Tanpa berpikir terlebih dahulu yang mungkin bisa saja Ayunda langsung menyetujui ucapannya. Nanti ketika liburan, Dion nggak boleh minta haknya.


Dan setelah Dion menyelesaikan ucapannya Ayunda pun dengan mudahnya langsung menyetujui ucapan Dion. "Oke. Kita sepakat ketika liburan nanti kakak nggak boleh minta hak kakak ke aku"


Hal yang tak di pikirkan itu pun, seketika langsung membuat Dion lemes dan tak bersemangat lagi untuk liburan nanti. Yang harusnya ia akan mendapatkan kebahagiaannya disana malah menjadi nggak ingin pergi ke sana.


"Eh, yank jangan gitu lah. Masa kamu tega sih biarin kakak nunggu lagi. Berat yang nunggu itu" kata Dion memelas.


"Ya biarin itu kan keinginan kakak. Aku cuman menyetujuinya saja. Jadi jangan salah kan aku" kata Ayunda.


"Ya kakak lah. Kan kakak yang salah" kata Ayunda berkata sekenanya.


"Hem, tapi yank kakak ralat lagi deh ucapan kakak tadi" Kata Dion memberikan penawaran pada Ayunda.


"Et...gak bisa lah kak. Aku udah setuju sama ucapan kakak yang nggak akan minta hak kakak dan itu nggak bisa di ganggu gugat titik." kata Ayunda tanpa ingin dibantah ucapannya.

__ADS_1


"Yank please bisa ya" kata Dion masih membujuk Ayunda agar bisa mengubah keputusan yang di buat olehnya tadi.


"Nggak ya nggak" kata Ayunda masih tetap sama pendiriannya.


"Please yank please" sambil memasang wajah yang bisa membuat Ayunda mengubah keputusannya. Namun sayang Ayunda ternyata nggak terpengaruh sama sekali dan masih tetap sama keputusannya.


"Nggak" jawabnya singkat.


"Hem, ya udah deh yank kita nggak jadi aja liburannya. Soalnya percuma juga ke sana kalau kamu nya nggak akan berikan kakak hak kakak." kata Dion mengambil keputusan lain.


"Bener nih kak nggak jadi, padahal sayang loh sama tiketnya udah di siapin kaya gini" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2