Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Ingin Tertawa


__ADS_3

Lalu mereka berdua pun memberitahukan apa yang menjadi penyebab mereka bisa berada di dekat kamar itu tanpa tertinggal sedikit pun.


"Jadi seperti itu" kata pak Dadang singkat setelah dia mengetahui alasan yang Ayunda dan Dion beritahukan padanya.


"Iya pak" jawab Dion singkat.


"Apa sekarang kalian beneran akan meninggalkan penginapan ini?" kata pak Dadang bertanya pada Dion dan Ayunda.


"Iya pak kami berdua akan pergi dari sini. Soalnya barang - barang kami pun udah kami bereskan dan siap untuk di bawa hari ini." kata Dion menjawab ucapan pak Dadang.


"Baiklah jika kalian sudah yakin ingin pergi dari sini. Bapak hanya bisa mengatakan maaf karena perkataan kakak saya kalian harus pergi dari sini secepat nya."


"Tak apa pak. Kami berdua memang ikut salah juga dalam hal ini. Jadi bapak tak perlu meminta maaf seperti ini pada kami."


"Tapi tetep den bapak merasa tak enak hati pada aden."


"Jangan seperti ini pak. Kami yang seharusnya mengatakan maaf karena telah melanggar perkataan bapak yang ngelarang kami mendekati kamar itu."


"Iya den bapak udah maafin aden dan non Ayunda. Tapi sekarang apa aden dan non Ayunda sudah akan pergi."


"Sepertinya kaya gitu pak"

__ADS_1


"Sedih ya bu ditinggal den Dion dan non Ayunda hari ini. Jadi sepi lagi deh penginapannya."


"Iya pak sedih" kata istri pak Dadang menjawab ucapan pak Dadang.


"Terharunya hiks... hiks..." kata Ayunda yang malah mengeluarkan air matanya karena terbawa suasana.


"Yank jangan gini deh. Ko kesannya malah lebay sih yank." kata Dion yang malah ingin menggoda Ayunda.


"Ah... kak ko malah ngerusak sih." kata Ayunda yang tak terima dengan ucapan Dion.


"Apa sih yank, ngerusak apa coba."


"Ngerusak aku yang lagi nangis lah apa lagi." kata Ayunda yang malah membuat semua orang yang melihatnya pun langsung ingin tertawa dengan wajah Ayunda saat ini yang terlihat sangat konyol.


Hahahaha... hahahaha... hahahaha...


"Ih... ko malah pada ketawa sih. Emangnya aku lagi ngelawak ya sampai - sampai pada ketawa. Padahal kan aku lagi..." kata Ayunda yang harus terpotong.


Tok... tok... tok...


Suara pintu yang sedang di ketuk. Walau samar - samar terdengar karena kami semua sedang berada di belang penginapan. Namun, cukup membuat kami bisa mendengarnya.

__ADS_1


"Itu siapa sih. Ganggu banget aku yang lagi bicara, kan jadi nya nggak jadi." gerutu Ayunda pada orang yang mengetuk pintu itu.


"Lah yank ko nyalahin orang itu sih"


"La iya lah kak orang itu. Masa iya aku nyalahin kakak atau bahkan pak Dadang. Itu kan artinya aku aneh. Iya nggak bu." kata Ayunda menjawab ucapan Dion dan mencari dukungan pada istrinya pak Dadang.


"Iya non bener" kata istri pak Dadang singkat.


"Tuh kak denger kan apa ucapan ibu barusan."


"Iya deh iya kakak ngaku salah" kata Dion yang pasrah pada ucapan Ayunda.


"Nah kaya gitu kek dari tadi. Kan nggak harus panjang kaya gini urusannya" jawab Ayunda pada Dion.


"Hem" dengan malasnya Dion pun hanya mengatakan kata itu saja pada Ayunda.


"Ya udah kak yuk kita liat siapa orang yang ketuk pintu itu."


"Yuk yank kita liat."


Mereka berdua pun pergi menuju pintu yang di ketuk dengan diiringi pak Dadang dan istrinya yang juga penasaran dengan orang yang mengetuk pintu itu.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2