Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Nggak Terima


__ADS_3

Riri kemudian menjawab ucapan Rubi dengan santai nya.


"Makannya pah, kalau nggak mau di setengah - setengah mamah bicaranya. Jangan suka buat mamah penasaran. Sekarang mamah lakuin hal yang sama. Papah nggak terima juga kan. apa lagi tadi saat mamah juga penasaran dengan ucapan papah itu. Jadi intinya sekarang kita sama - sama selalu buat penasaran." kata Riri menjawab ucapan Rubi dengan cukup panjang.


"Hem... jadi ceritanya mamah ini mau kasih pelajaran dengan ucapan papah yang buat penasaran itu dengan melakukan hal yang sama pada papah gitu. Maksud ucapan mamah itu. Iya kaya gitu mah." kata Rubi menjawab ucapan Riri dengan sebuah pertanyaan.


"Mungkin kurang lebih nya kaya gitu." kaya Riri menjawab ucapan Rubi.


"Mamah ko jahat sih." kata Rubi yang protes dengan ucapan Riri tersebut pada dirinya.


"Mamah nggak akan jahat kalau papah juga nggak jahatin mamah dulu. Jadi intinya kita sama - sama jahat." kata Riri menjawab ucapan Rubi.


Perdebatan di antara mereka berdua kini terus berlanjut. Dan entah apa saja yang mereka bicarakan yang tahu hanya mereka berdua saja.


Kembali lagi pada Dion dan Ayunda yang masih terus berjalan.


Tanpa Ayunda tahu arah jalan dan tujuan yang akan mereka datangi.

__ADS_1


Namun, berbeda hal dengan Dion yang sudah pasti tahu mereka akan pergi kemana.


"Kak jangan terus tarik - tarik tangan aku dong. Ini kita mau kemana sih? kasih tau nggak kak. Kalau kakak nggak kasih tau aku. Ntar aku teriak nih. Kalau kakak mau berbuat macam - macam sama aku. Kak.... ih... kak... lepas..." kata Ayunda yang terus menerus memanggil Dion yang tak menjawab ucapannya sama sekali.


Bahkan ia pun terus mencoba melepaskan pegangan tangan Dion di salah satu tangannya saat ini.


Tetapi hasilnya tak terlepas sama sekali. Melainkan malah semakin kuat, Dion memegang tangan Ayunda.


Membuat Ayunda yang ingin mengeluarkan suaranya lagi. Menjadi ia urungkan, karena percuma ia terus - terusan berteriak tetapi hasilnya Dion tak berniat menjawab ucapannya itu.


Membuat ia lebih memilih diam tak mengeluarkan suaranya lagi.


"Atau karena udah sadar saat dia teriak - teriak tapi aku nggak jawab ucapan nya itu. Membuat ia lebih memilih diam saat ini. Hem... mungkin bisa juga kaya gini." kata Dion di dalam hatinya lagi.


"Terus sekarang aku jawab dulu jangan ya ucapan sayang ini atau nanti aja jawab ucapan sayang nya."


"Em... jadi bingung"

__ADS_1


"Tapi... kalau nggak di jawab, terus apa nggak papa ya sama sayangnya."


"Jadi bimbang nih harus lakuin apa."


Di saat Dion sedang sibuk berbicara di dalam hatinya. Ayunda yang terdiam pun mulai memiliki ide untuk melakukan sesuatu pada Dion.


Sehingga apa yang akan di lakukan bisa membuat Dion tak mengulangi lagi kesalahannya saat ini yang tak mau menjawab ucapannya itu.


Dengan penuh pertimbangan dan pemikiran yang matang. Ayunda mulai melakukan sesuatu itu pada Dion.


Perlahan demi perlahan sesuatu hal yang akan di lakukan sudah hampir berjalan dengan baik.


Bahkan situasi yang pas, telah ia prediksi sebelum bersiap melakukan sesuatu itu pada Dion.


"Hem... bagus nih, kakak masih sibuk diem. Aku harus cepet nih, jangan sampai kakak tau rencana aku ini." kata Ayunda di dalam hatinya.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2