Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Di Nasehati


__ADS_3

Dengan sikap yang biasa itu sudah membuat Kirani yakin bahwa saat ini Ririn sedang ingin berbicara serius tanpa ada canda tawa sama sekali.


"Oopppss... sorry deh Ririn ucapan aku barusan garing ya, kaya kerupuk sampai nggak ketawa gitu. Padahal biasanya kalau aku ketawa kaya barusan kamu juga pasti ikut ketawa." kata Kirani mencoba mencairkan suasana yang tegang ini.


"Itu kamu tau, kenapa harus tanya lagi." kata Ririn menjawab ucapan Kirani dengan jutek nya.


"Ya kan takut salah, jadi aku tanya lagi ke kamu." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.


"Makannya lain kali jangan coba - coba buat orang kesel, jadi di buat kesel nggak enak kan. apa lagi di cuekin kaya aku ke kamu barusan nggak enak banget kan." kata Ririn mencoba menasehati Kirani agar tak melakukan kesalahan lagi dengan membuat dirinya kesal di lain waktu.


Dan entah kenapa Kirani yang di nasehati itu, bisa tertunduk layak nya siswa yang datang terlambat saat masuk sekolah atau bisa juga seperti siswa yang melakukan kesalahan.

__ADS_1


Begitu sangat mendengarkan. Tapi yang menjadi pertanyaan di benak Ririn saat ini bahkan Ririn sempat berkata bahwa tindakan Kirani ini hanya formalitas saja seolah - olah dia saat ini memang bener - bener mendengarkan ucapan Ririn.


"Bagus juga kamu Kirani, diem kaya yang bener - bener dengerin ucapan aku. Padahal kenyataannya aku yakin seratus persen bahwa saat ini kamu lagi ngata - ngatain aku deh tuh di hati kamu. Udah keliatan gitu soalnya." kata Ririn yang curiga dengan sikap Kirani yang begitu patuh mendengarkan ucapannya saat ini.


"Ini ko malah jadi kaya gini ya, aku malah di nasehatin sama Ririn. Bukannya ke balik ya harusnya." kata Kirani yang mulai menyadari bahwa saat ini ia sedang di nasehati oleh Ririn.


"Aku dong yang harusnya nasehatin Ririn biar nggak plin plan ambil keputusan itu. Ini malah aku yang di nasehatin. Ckckck... ckckck...." kata Kirani lagi meneruskan ucapannya.


"Ya udah lah nggak papa udah terlanjur juga. Aku dengerin aja ucapan Ririn yang nasehatin aku ini sampai dia puas, baru setelah itu aku akan bales nasehatin dia. Tunggu aja tanggal mainnya." kata Kirani yang akhirnya memutuskan untuk tetap bersikap mendengarkan ucapan Ririn dengan sangat patuh.


"Ternyata kamu nggak kalah jago ya Kirani, berakting seperti ini. Oke kalau gitu kita lanjutin akting nya biar tambah seru." kata Ririn di dalam hatinya.

__ADS_1


"Kirani jangan diem terus, coba jawab ucapan aku. Jangan malah diem aja nggak mau jawab." kata Ririn dengan nada yang tegas saat mengeluarkan kata tersebut pada Kirani.


Yang pada akhirnya membuat Kirani sempat terkejut mendengar ucapan Ririn tersebut.


"Aduh kaget aku, aku kira Ririn nggak bakalan ngerasin suaranya. Eh... malah ketipu aku." kata Kirani yang kaget saat mendengar suara tegas dari Ririn.


"Ya kan kamu nya masih bicara gitu tadi. Jadi nya belum sempet aku jawab." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.


"Gitu ya, padahal barusan lama deh aku berhenti bicara. Tapi ko masih tetep diem kamu nya. Kenapa nggak langsung jawab?" kata Ririn menjawab ucapan Kirani.


"Oh itu, karena kan aku kiranya kamu masih mau terus bicara. Jadi aku nya nggak mau potong dulu ucapan kamu. Kalau ternyata nanti kamu nya malah bicara lagi. Kan jadi double gitu aku jawab ucapan kamu. Makannya aku nunggu dulu." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2