Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Bukan Salahin


__ADS_3

"Cepet dari mana nya sih kak, ini tuh pelan." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Hem... tapi keliatan banget cepet nya yank. Dan nggak keliatan pelan." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Pelan kak pelan ini aku jalan nya pelan tapi sedikit cepet."


"Apa beda nya yank kalau kaya gitu."


"Kakak cari tau sendiri aja bedanya apa. Aku mau langsung ke bawah. Dah kak... aku duluan ya, soalnya nunggu kakak kelamaan. Bisa - bisa ntar udah malem baru kita sampai ke bawah. Hadeh... kalau hal itu terjadi gawat kak." kata Ayunda yang saat ini sudah berada di luar kamar nya.


"Nasib, nasib malah di tinggal. Sabar ya Dion kamu harus sabar." kata Dion sambil mengusap dada nya beberapa kali.


Setelah itu, Dion mulai melangkahkan kaki lebih cepat agar bisa menyusul Ayunda yang sudah berada jauh dari tempat ia saat ini.


Tap... tap...


Langkah kaki itu semakin cepat Dion langkahkan, sampai pada akhirnya Dion kini berada di samping Ayunda.


"Huh... huh... capek nya. Yank pelan dikit dong jalannya. Kakak capek nih jalan cepet terus dari tadi buat susul kamu." kata Dion setelah berada di samping Ayunda.


"Siapa suruh jalannya cepet dan jangan coba - coba ya kak salahin aku karena aku nggak suruh kakak buat susul aku dengan jalan cepet." kata Ayunda menjawab Dion dan memperingati Dion agar tak menyalahkan dirinya.

__ADS_1


"Kakak kan cuman bilang jalannya pelanin yank bukan salahin kamu."


"Iya itu awalnya, tapi kan kakak juga tadi bilang jalan terus buat susul aku. Bukannya itu bisa di bilang kakak salahin aku ya."


"Nggak yank, nggak bisa di bilang kaya gitu."


"Terserah kakak lah, bodo amat aku nggak peduli. Sekarang yang lebih aku peduliin aku ingin liat adek. Aku bener - bener khawatir kak adek belum pulang. Semoga aja adek udah pulang. Kalau belum, ntar bisa panjang. Apalagi kalau ibu, ayah, mamah sama papah tanya ke aku. Ah... aku mau jawab apa ke mereka." kata Ayunda menjawab ucapan Dion sambil memberitahu Dion tentang ke khawatiran nya.


"Tenang yank jangan terlalu panik."


"Nggak bisa kak, aku nggak bisa tenang kalau belum liat adek."


"Coba tenangin dulu yank, kalau kamu nggak tenang kaya gini. Ntar kamu malah makin panik."


"Sekarang diem coba jangan lanjut dulu jalannya." kata Dion menyuruh Ayunda untuk berhenti berjalan.


Ayunda dengan patuh langsung terdiam dan tak melanjutkan lagi langkahnya.


Setelah itu Ayunda mulai melihat ke arah Dion. Dion yang melihat pandangan Ayunda mengarah ke arahnya mulai melanjutkan lagi ucapannya itu.


"Sekarang coba kamu tarik napas nya. Pelan - pelan aja jangan cepet - cepet." Inilah kata yang Dion ucapkan pada Ayunda saat Ayunda sudah terdiam.

__ADS_1


"Yank ayo tarik napas nya jangan diem aja. Kalau gitu biar kakak yang intruksiin. Tarik napas..." kata Dion pada Ayunda.


Ayunda mulai menarik napasnya saat Dion mengintruksikan agar menarik napas.


"Bagus tahan dulu sebentar, lalu hembuskan pelan - pelan. Tarik... lagi..." kata Dion pada Ayunda.


Hal tersebut pun di lakukan oleh Dion sebanyak tiga kali. Sehingga Ayunda saat ini mulai tak terlalu panik.


"Gimana yank udah mulai membaik?"


"Lumayan kak, walau masih ada sedikit panik."


"Tapi lebih baik kan yank dari yang tadi."


"Iya kak" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Ya udah kita lanjut lagi jalannya." kata Dion pada Ayunda.


"Iya kak" kata Ayunda menjawab ucapan Dion dengan singkat .


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2