
"Ah... pak jangan bercanda" kata Ayunda pada pak Dadang.
"Saya nggak lagi bercanda kalau saya hantu beneran apa kalian takut." kata pak Dadang pada Ayunda dan Dion.
"Bapak ini suka bercanda ya. Iya nggak yank" kata Dion pada pak Dadang sambil ia pun bertanya juga pada Ayunda.
"Hem... iya kak. Pak Dadang suka bercanda gitu. hehehe..." jawab Ayunda sambil tertawa canggung.
Seketika pak Dadang yang awalnya berbicara dengan mereka ramah menjadi tak seramah tadi bicaranya.
"Saya nggak lagi bercanda. Dan bukan nya saya tadi tanya kenapa kalian ada di sini. Malah tak ada satu pun di antara kalian yang jawab saya." kata pak Dadang dengan suara yang sangat berbeda karena suara ini sangat tegas dan seperti marah.
"Pak maaf kami berdua nggak bermaksud buat nggak jawab ucapan bapak tadi" kata Dion langsung meminta maaf.
"Iya pak kami salah. Maaf pak" kata Ayunda pun sama.
"Sekarang jawab saya, kalian di sini lagi apa?"
"Kami tadi tak sengaja pak liat pintu kamar ini sedikit terbuka. Hingga akhirnya kami pun penasaran dengan kamar ini " kata Ayunda dengan jujur karena ia lah yang pertama kali melihat pintu ini terbuka.
"Lalu apa saja yang kalian liat di sana?" ucapan pertanyaan lagi dari pak Dadang.
__ADS_1
Mereka berdua pun memberitahukan apa pun yang mereka lihat tadi ke pak Dadang tanpa tertinggal sedikit pun.
Setelah pak Dadang mendengar penjelasan dari mereka. Pak Dadang pun mulai berbicara lagi.
"Sekarang saya minta pada kalian untuk melupakan semua hal yang kalian liat tadi. Kalau tidak kalian tak akan pernah bisa kembali pulang ke rumah kalian. Apa kalian paham?"
"I..ya.. pak... pa... ham" jawab Ayunda dengan gugup.
"Iya pak" jawab Dion dengan sedikit tegang.
"Bagus jika kalian sudah paham. Sekarang pergi lah ke kamar kalian dan saya minta besok pagi kalian sudah harus meninggalkan penginapan ini." kata pak Dadang lagi.
"Baik pak"
Ayunda dan Dion lalu melangkahkan kaki pergi menuju kamar mereka. Sesampai nya di kamar, mereka berdua pun langsung berbicara sebentar.
"Kak pak Dadang ko aneh ya kak. Tadi mukanya pucat banget sama pas tadi aku selesai tertawa pak Dadang langsung marah. Apa karena aku tadi ngetawain nya ya kak, hingga akhirnya pak Dadang marah." kata Ayunda mengutarakan perasaannya saat ini.
"Iya yank aneh banget. Jangan di ambil hati yank mungkin ia marah karena kita udah liat kamar itu." kata Dion mencoba membuat Ayunda tak merasa bersalah.
"Semoga aja kak kaya gitu. Jadi besok kita langsung pulang kak."
__ADS_1
"Nggak yank kita ketempat lain. Soalnya kalau pulang besok agak gimana gitu."
"Oh gitu. Terus kita mau kemana kak besok"
"Rahasia ntar juga kamu tau yank"
"Hem... sekarang mah kakak gitu ya main rahasia - rahasiaan sama aku"
"Besok juga kamu tau yank sabar aja ya. Sekarang kita lanjut tidur aja. Oh iya soal syarat kakak yang telah di minta kamu temenin ambil minum. Kakak minta nya nanti aja di tempat yang baru. Oke."
"Ih... kak masih ingat aja sih soal syarat itu"
"Ya harus dong yank, rugi tau nggak kalau nggak inget"
"Ah... terserah kakak lah"
Mereka berdua pun langsung tertidur setelah pembicaraan itu.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1