Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Terharu Dan Bahagia


__ADS_3

Kemudian si bungsu pun terduduk dan memegang kedua lututnya, lalu menenggelamkan kepalanya di lututnya itu. Dan menangis tersedu - sedu karena ketakutan.


Namun, setelah itu lampu rumah pun, kembali menyala seketika dan si bungsu masih belum merubah posisinya. Tetapi tak lama setelah itu si bungsu pun mendengar suara lagi.


Suara yang berbeda pastinya dengan suara yang menyeramkan itu. Atau lebih tepatnya suara yang si bungsu dengar adalah suara selamat ulang tahun yang keluar dari beberapa orang yang pastinya ia sangat hafal dengan suara dari salah satu suara ulang tahun itu.


Seketika si bungsu langsung memberanikan diri melihat dan mengubah posisinya itu. Setelah si bungsu melihatnya ia pun langsung terharu di buatnya.


Dan tanpa di cegah lagi air matanya pun menetes dengan sendirinya. Tapi ini air mata berbeda dari air mata yang tadi ia rasakan karena rasa takutnya itu.


Semua orang pun ikut terbawa suasana melihat respon dari si bungsu itu. Kue ulang tahun dengan lilin menyala angka tujuh belas tahun pun, langsung si bungsu tiup saat kue itu berada di dekatnya.


Seketika suara serempak tepuk tangan dari orang - orang yang hadir pun menggema di ruangan itu.


Dilanjut dengan potong kue dan kemudian acara dilanjutkan dengan memakan dan meminum hidangan yang di sediakan di acara tersebut.

__ADS_1


Kado dan ucapan pun si bungsu terima dari orang - orang yang hadir. Bahkan orang yang beberapa Jam bersamanya juga berada di ruangan itu.


Dan yang paling membuat Anggi marah dan emosi pada orang yang bersamanya itu. Karena orang itu lah yang telah membuat ia ketakutan beberapa menit yang lalu.


Dia adalah Sinta orang yang mengenakan baju serba putih. Yang tadi di lihat oleh Si bungsu.


"Sin, kamu ko jahat banget sih. Aku tadi ketakutan banget tau liat orang pake baju putih" Kata si bungsu mengutarakan perasaannya kepada Sinta.


"Iya Gi maaf. Aku cuman di suruh ko, ngga ada maksud apa - apa" kata Sinta kepada Anggi.


"Emangnya siapa yang suruh kamu Sin?" Tanya si bungsu lagi.


"Jadi kakak yang udah nyuruh kamu" kata si bungsu memastikan lagi ucapan Sinta.


Dan Sinta pun hanya menjawabnya singkat.

__ADS_1


"Hem"


"Ih kakak, ko jahat yang Sin, udah bikin aku ketakutan kaya gini walau akhirnya aku juga merasa terharu dan bahagia tapi caranya kakak keterlaluan banget." Kata si bungsu lagi.


"Iya Gi, tapi itu tandanya kakakmu sayang sama kamu. Sampai dia bela - belain nyiapin rencana ini dari jauh - jauh hari sampai sukses dan berhasil seperti ini." Kata Sinta kepada Anggi.


"Iya juga Sin ucapan mu itu. Makasih ya udah buat aku sadar dan nggak larut terus dalam ketidak terimaan perilaku kakak ku itu." Kata si bungsu menjawab ucapan Sinta dan tak lupa juga mengucapkan terima kasihnya.


"Iya Gi sama - sama" kata Sinta.


"Ya udah aku tinggal dulu ya. Mau temuin kakak ucapin terima kasih ku untuknya" kata si bungsu pamit kepada Sinta.


"Hem" kata Sinta sambil mengagumkan kepalanya.


Tak lama setelah itu. Si bungsu pun menghampiri kakak dan kakak iparnya itu yang saat ini sedang bersama Ayah dan ibu.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2